
seketika itu, Ayara hanya diam, ia tidak berpikir sejauh ini Taehyung berani menyatakan perasaannya, melihat siapa Taehyung yang sekarang
"aku tau kamu tidak menyukai profesi ku yang sekarang" kata Taehyung
"emm?"
"mau kah kamu menjadi pacarku? menunggu aku selesai dengan bangtan, lalu aku akan melamarmu" kata Taehyung
"Tae, maaf"
Ayara melepaskan tangan Taehyung yang menyentuh tangannya
"kamu bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari aku"
"kamu baik, kamu tulus, lalu apa lagi yang kucari?"
"berapa kali aku bilang padamu Tae, aku bukan gadis baik"
"aku terima"
"maaf, permisi" kata Ayara
saat Ayara keluar, Taehyung berlari mengejarnya..
"Ayaa Aya" teriak Taehyung
"Tae, apa?"
"jangan menghindari aku setelah ini ya, aku takut kamu menjauh, aku hanya ingin menyatakan perasaanku" kata Taehyung
Ayara menyentuh tangan Taehyung dan tersenyum
"aku tidak masalah, soal suka, itu perasaan kamu, itu hak kamu, tapi aku hanya tidak tau saja harus beralasan apa ketika aku tidak kepikiran berpacaran, apalagi dengan profesi idol, aku pikir aku tidak bisa berpacaran tertutup, karna aku adalah tipe gadis yang begitu bangga ketika memiliki hubungan dengan pria apalagi dalam urusan berpacaran" kata Ayara
Taehyung memeluk Ayara, dan Ayara pun menerimanya, lalu pamitan pulang
hari berlalu, saat Ayara dirumah, pagi ia bangun sekitar jam 8
"onni, tidak pergi?" tanya Raiya
"tidak Rai, hari ini onni siaran malam kan"
"iya udah, aku pergi dulu ya, kamu jangan lupa makan" kata Raiya
"yaa"
Ayara tidur lagi, sekitar dua jam tidur, Ayara tidak mendengar ada suara ketukan dirumahnya karna tidur, ia baru bangun karna suara telfon dihapenya
saat melihat, Ayara kaget karna itu ibu Seokjin, ia langsung bangun dari tidur nya dan menarik napasnya, lalu mengangkat telfonnya
"halo bi, iya, ini Aya" kata Ayara
"Aya lagi tidak dirumah ya? kok bibi dari tadi mengetuk pintunya gak ada yang buka?"
"ahh astaga, bibi didepan? Aya tidur bi, bentar ya bi, aya buka kan dulu"
"iyaa"
Ayara cepat mencuci muka, lalu mengganti baju tidur nya dan pergi ke pintu rumahnya membukakan pintunya yang datang ternyata ayah dan ibu Seokjin
__ADS_1
"astaga, bibi, maaf bibi, Aya tidur, baru bangun, astaga sama paman?" sapa Ayara
"iya, kamu kok baru bangun?"
"iya, soalnya nanti kan kerja masuk malam pulang pagi, biasa nya tidur seharian bisa kerja fit"
Ayara mempersilahkan masuk, lalu membuatkan minuman dan membawakan kokies yang ia beli semalam di market untuk disuguhkan
"bibi kenapa memastikan sampai jauh jauh datang? Aya tidak enak jadinya" kata Ayara
"yaa gakpapa, kami hanya ingin memastikan, dirumah juga tidak ada pekerjaan, kerja appa lagi free" kata ibunya
"ahh, padahal bisa telfon kan bibi, lagian masih lama kan bi buat acara ke jeju itu tahun barunya, masih berapa bulan lagi"
"yaa buat persiapan nya kan butuh waktunya juga"
"ahh iya sih, oh ayo paman, minumlah, bibi, itu diminum lah"
mereka mengobrol santai disana, ibu Seokjin mengatakan jika hanya ingin tau tentang rumah Ayara, juga untuk memastikan benar serius atau tidak jika Seokjin sekeluarga ikut Ayara pergi ke jeju
"oh melihat rumah? yaa begini bibi, paman, gak sebesar rumah Jin oppa" kata Ayara
"ahh sama saja kok" kata ibu Seokjin
"yang penting bisa buat menghinsari dari cuaca diluar kan" kata ayah Seokjin
"aahh betul sekali"
"ahh sama ini, mau tanya beneran bisa ya kami ikut kau ke jeju?" tanya ibu
"iya bi, siapa jadi ikut?"
"ahh iya gakpapa bi, aku juga bilang sama adikku kok sudah"
"ahh kau ada adik?"
"emm, adikku perempuan"
"waaah, mana?"
"sudah berangkat kerja bi"
"emm, bibi jugamau bilang Seokjin nanti sudah memastikan disini, minggu depan kunjungan ke dorm bangtan kan"
"ooh ya bi"
"emm"
mereka mengobrol, soal pekerjaan, Ayara juga menjelaskan pekerjaannya dan adiknya, dan kedua orang tua Seokjin juga
menjelaskan semua pekerjaan dan kesibukan mereka dalam bisnis, banyak membahas disana, sekitar satu jam baru mereka berpamitan karna ada urusan pekerjaan
Ayara kembali kekamarnya, bersantai dulu seharian, hingga sorenya, ia melihat ada promo makanan dekat rumahnya, semacam sosis bakar dan ia ingin membelinya jadi pergi saja kesana
saat ia keluar, ia melihat beberapa berita tentang EXO, dan ia hanya memerhatikan sebentar lalu pergi begitu saja
setelah membelinya, ia kembali, makan dirumahnya dan duduk santai lagi, meninggalkan kesibukan Ayara tanpa pekerjaan sejak pagi ke sore karna ia masuk malam, menggantikan siaran Eonja
kita bahas kepada Raiya yang ada dikantor Ayrai, karna ketika Raiya sedang sibuk sekali, ia mendapatkan telfon dari beberapa kliennya
__ADS_1
Seokjin sudah di gedung Ayrai menyapa admin depan kantor itu dan admin itu mempersilahkan masuk, karna sudah biasa Seokjin datang
tak lama ada yang mengetuk pintunya ruangan kerja Raiya, Raiya menyelesaikan telfonnya, lalu berjalan kearah pintu membukanya
"Jin oppa?" sapa Raiya
"hai, Rai"
"ooh, cari onni? onni masuk malam, siaran malam" kata Raiya
"ahh bukaaan bukan, aku cari kamu saja"
"oh aku?"
"iya, tapi berarti tidak ada Aya ya?"
"tidak ada oppa, nanti malam baru datengnya"
"biar sudah, mau tanya, soal barang atau makanan apa yang disukai Aya?"
"hah? apa ya?"
"bentar lagi ulang tahunnya kan?"
"iya, tau aku, loh kamu tau?"
"semua tau lah bangtan, ini aku nanya mau kasih kado, tapi yang dia mau"
"oh, dia lagi seneng sama jam tangan sih"
"jam tangan? oh okeh, makasih Rai"
"iya oppa, emm sudah?"
"sudah, sudah, makasih"
"gitu saja ya?" tanya Raiya
"emm"
"oppa? astaga kan bisa kali telfon saja? kau bukannya punya nomor aku?" tanya Raiya
"hehe iya, gak kepikiran juga sih haha yaudah lah gakpapa"
"haha astaga, kok bisa lupa sih"
"ahh tunggu bentar" kata Seokjin
Seokjin berlari kearah mobilnya dan mengambilkan bungkusan makanan, lalu memberikannya kepada Raiya
"wooh apa ini? kadonya sudah ada?" tanya Raiya
"bukan kado ini, ini buat kamu makan, makan lah, aku yang buat itu, aku harap kamu suka"
"ahh makasih oppa, jadu tidak enak" jawab Raiya
Seokjin pun pergi, cukup perhatian Seokjin kepada nya, Raiya merasa senang diperhatikan meskipun tau maksud perhatian itu karna menyukai kakak perempuannya
Seokjin hanya datang menanyakan soal itu, membuat Raiya bingung dan merasa aneh, tapi apa yang dilakukan Seokjin cukup membuat Raiya merasa tersentuh, karna rela datang menanyakan saja tentang hal sepeleh itu
__ADS_1