I Hate My Heart For My Hatter

I Hate My Heart For My Hatter
50


__ADS_3

hanya untuk membahagiakan onni nya, dengan cara memberikan kado dihari ulang tahun nya nanti, kado yang diinginkan onni nya


setelah kerjaan Raiya selesai, Raiya pun bersiap untuk pulang ke rumahnya, setelah sampai, Raiya mencari kunci nya tapi tidak ada, ia baru ingat tadi ketinggalan


Raiya mengetuk beberapa kali pintunya karna terkunci dan tak lama Ayara membukanya


"Rai, kupikir siapa? kamu gak bawa kunci?" tanya Ayara


"lupa onni, ketinggalan, hehe"


masuklah Raiya membersihkan bajunya, lalu duduk bersama kakaknya menonton televisi


Raiya memerhatikan Ayara makan sosis bakar disana, ia mau mengatakan soal Seokjin tadi tapi ia takutnya malah membuat gagal rencana Seokjin


karna Raiya sudah bisa membaca rencana Seokjin untuk onni nya yang akan memberikan kejutan, jadi ia diam saja


tapi ia masih menatap kearah Ayara, dalam hati nya berpikir


"onni sangat cantik, jika harus bersama Jin oppa, tidak masalah, setidak nya dalam keluargaku ada yang berprofesi idol, apalagi dengan bangtan, bagaimana pun kan aku menyukai bangtan sejak lama" ucap Raiya dalam hati


"astaga, kamu lihatin onni? ini mau? tapi sedikit, makanlah" kata Ayara


"apa itu sih kak?"


"sosis bakar, ada promo, depan market, coba deh beli, enak, ini coba dulu, siapa tau cocok"


"promo?"


"emm. cuma seminggu doang, beli besok deh, onni belikan ya"


"iya mau mau, pedas kan ini?"


"emm"


malam nya, setelah makan malam... tak lama Ayara pun mandi dan menyiapkan untuk ia akan pergi ngantor


"onni, aku ikut, kamu pergi makan dulu kan?" tanya Raiya


"emm, ayo deh"


"yaa"


mereka pergi berdua, dan sampai ditempat biasanya, lalu memesan makan biasanya juga


"oh iya Rai... onni lupa bilang, tadi pagi ada appa dan amma Jin oppa" kata Ayara


"oh ya? kerumah?" tanya Raiya


"iya, kerumah mereka, siangan tadi sih, cuman mau mastikan saja kalau jadi ikut kita katanya"


"ahh, kok tau rumah kita? onni kasih tau?"


"Jin oppa kasih tau pertama tapi kata mereka takutnya disalahkan alamatnya jadi tanya aku pas telfon, tau nomorku kan dari Jin oppa"


"ahh"


mereka lanjutkan makannya..


tapi tak lama Raiya membuka lagi pembicaraan


"kalian sedekat itu sudah ya?" tanya Raiya


"apanya?"

__ADS_1


"itu sampai appa dan amma Jin oppa datang kerumah, kan berarti dekat"


"iya gak begitu dekat sih, ya baru tadi dua kali ketemunya"


"dua kali ketemunya? sebelumnya?"


"sebelumnya sih di..." ucap Ayara bingung


Ayara bingung antara bicara atau tidak bagaimana pertemuan pertamanya dengan ayah ibu Seokjin, kalau bilang, ia malu, tapi kalau tidak, terlanjur kelepasan bilang


"onni?" tanya Raiya


"ya?"


"lah aku tanya dimana?"


"sebenernya onni pernah ketemu mereka pertama kali saat onni menginap di rumah Seokjin" kata Ayara


"menginap? pernah menginap?" tanya Ayara kaget


Ayara menjelaskan tentang ia yang pernah menginap dirumah Seokjin bagaimana sejak awal nya dan menjelaskan dengan detail


karna selain Ayara memang sudah terbiasa apapun terbuka pada adiknya, ia juga tidak mau adiknya salah paham


"ahh, jadi pernah menginap? dan tidur satu kamar?" tanya Raiya


"em, begitulah"


"ahh masak sih onni tidak ada kamar kosong lainnya, bukannya Jin oppa itu anak orang tajir?" ucap Raiya


"aku juga pikir aneh sih, soalnya memang rumahnya gede, masak kamar satu saja tidak ada"


"emm, eh sejak awal ketemu mereka gimana impression nya?"


"baik, mereka baik kok" kata Ayara


"banget... cepet mereka dekat"


"sepertinya sih memang sudah sampai sejauh ini hubungan onni dan oppa" kata Raiya dalam hati


Raiya berpikir jika sebenarnya memang onni nya tidak akan bohong tentang ia tidak memiliki hubungan apa pun dengan Seokjin, karna Raiya tau siapa Ayara


tapi melihat bagaimana ayah dan ibu Seokjin bisa langsung dekat dengan Ayara, bukankah itu tidak mungkin? mereka orang cukup terhormat, mudah dekat dengan onni?


"ahh sudah sudah, jangan mikirkan apapun" ucap Raiya dalam hatinya


setelah makan, baru mereka pergi masing masing karna Raiya balik pulang dan Ayara pergi kerja


tapi tak lama saat Raiya selesai dengan makan diluarnya, Raiya pulang, sesampainya dirumah, ia mandi, bersihkan rumah, lalu santai, karna tidak ada Ayara kebetulan dirumah jadi membersihkan kamar kakaknya juga


baik Ayara atau Raiya, jika sedang kosong pekerjaan, melihat kamar kamar dan membantu membersihkan, jadi tidak ada namanya rahasia antara keduanya tapi tidak tau bagaimana bisa Ayara menyembunyikan sosok Kill Dark di balik sisi hitam dirinya membenci kpop


saat selesai semua, Raiya mendengar suara ketukan rumahnya, ia membukanya dan itu Taehyung


"Tae?" sapa Raiya


"hai Rai, apa kabarmu?"


"baik, ohh kamu ada apa ya datang?"


"aku.."


"onni gak ada, sudah coba cari di kantornya?"

__ADS_1


"tidak, aku tidak mencari dia, mencarimu"


"oh, aku?"


"iya"


"ayo masuk dulu, waduh ada apa ya, kok tumbenan nyarinya aku?"


baru Taehyung menanyakan apa hadiah yang biasa paling diinginkan oleh Ayara


"ooh hadiah? onni biasa nya paling suka jam tangan sih, tapi dia jarang pakai nya juga, kalau baju biasanya pakai"


"baju ya?"


"emm"


"okeh deh, terimakasih ya" kata Taehyung


"ohh, kamu datang tanya itu?"


"iya, aku hanya tanya itu, aduh aku ganggu kamu ya?"


"tidak sih"


"benar tidak?"


"iya, tidak kok"


"yaudah aku pamitan ya"


Taehyung lanjut pamitan dan pergi, berbeda dari Seokjin, Seokjin sempat memberikan makanan untuk Raiya tapi Taehyung tidak


tapi mau Taehyung kasih makanan juga, Raiya jauh lebih setuju onni dengan Seokjin dibandingkan Taehyung, karna Taehyung juga jauh lebih muda dari onninya, takutnya tidak bisa membimbing onni nya


yaa meskipun tidak berarti yang lebih muda tidak bisa membimbing, hanya saja kurang srek saja untuk Raiya tentang tipe pria masalah usia


meninggalkan Raiya, Ayara yang baru saja sampai di kantornya, ia memerhatikan dulu staff cleaning yang bersihkan dulu ruangan nya untuk siaran


baru ia memulai siarannya..


paginya..


saat Ayara selesai dengan urusannya di kantor, ia beres beres akan pulang, tapi sampai di lobi akan keluar pintu utama kantornya, Ayara bertemu dengan Xiumin


"Aya.." sapa Xiumin berjalan kearah Ayara


"oppa?" sapa Ayara


"kamu sudah mau pulang?"


"kok kamu tau? aku disini?"


"aku mendengarkan siaran live fm kamu"


"ahh, ada apa oppa?"


"ada yang mau aku katakan"


"soal apa?"


Xiumin menjelaskan disana tentang perasaannya, ia tidak mau berlama lama menyimpannya agar Ayara tau dan bisa mempertimbangkannya


"oppaa, kamu kan..." ucap Ayara terpotong

__ADS_1


"aku tidak mau berlama lama menyimpan perasaan, aku berharap kamu mengerti perasaanku, aku serius kepadamu" kata Xiumin


"oppa.. maaf, aku tidak bisa"


__ADS_2