
"iya, aku saja tidur gak sampai terlalu ke pinggir ranjang gitu ya meskipun gak romantis, romantis aja gak sebegitunya deh, kamu gitu juga gak sih tidur sama pacarmu itu" tanya Seokjun
"ya gak gitu juga lah, ini terlalu kepinggiran" kata Raiya
"heem, ya kan, udah lah, aku pergi saja, mereka mau tidur biarkan istirahat, aku bilang amma saja mereka masih tidur" kata Seokjun
Seokjun keluar dari kamar adiknya dan juga Raiya pun ikut keluar karna tidak enak ganggu mereka masih tidur..
diluar negri, tidur dalam satu ranjang sama tanpa menikah sudah biasa ya, meskipun status hanya berpacaran
saat satu jam kemudian dari Raiya dan Seokjun mausk kamar itu, Seokjin terbangun, ia kaget karna Ayara berpindah
Seokjin pun melihat dari arah Ayara pindah dibelakangnya menjadi kini didepannya, tapi Seokjin tidak peduli, ia mencoba menghilangkan pikiran semua tentang itu dan kembali memeluk Ayara dari belakang untuk tidur lagi
tapi tak lama Ayara malah terbangun, ia mulai sadar dan melihat kearah Seokjin, seketika ia kaget karna ia tidur bersama Seokjin
bukan kaget karna ia tidur bersama Seokjin diranjang yang sama tapi kaget karna Ayara tidur dengan mengikat rambutnya sementara Seokjin ada dibelakang lehernya, dan ia takutnya Seokjin melihat tattonya
seketika Ayara terjatuh dari ranjang karna kagetnya itu..
"Aya, kenapa?" tanya Seokjin kaget juga
"ahh, tidak, aku ke kamar mandi dulu" kata Ayara
Ayara masuk kamar mandi disana dan melihat wajahnya didalam cermin disana
"semoga dia (Seokjin) tidak melihat tatto ini" gerutu Ayara dalam hati
"semoga dia tidak menyadari tatto ku"
"semoga dia tidak melihatnya"
itu ucapan terus diucapkan Ayara sambil menatap arah wajahnya dalam cermin, berharap agar Seokjin tidak tau apapun soal tattonya
"arrrhhh tapi rambutku sudah tertali, siapa lalu yang mengikatnya kalau bukan dia, pastilah dia" ucap Ayara
seketika ia kaget karna mendengar suara ketukan kamar mandinya
"Ayaaa, kamu masih lama? aku butuh kamar mandi, coba cepat sedikit" teriak Seokjin
"ahh tunggu tunggu"
Ayara mencuci mukanya lalu membuka kunci kamar mandi dan membuka pintunya lalu ia pun keluar dan duduk di sofa yang ada disana..
sementara Seokjin selesai urusannya di kamar mandi itu, ia menatap kearah dirinya dalam cermin di depan wastafel itu
sambil ia meyakini dalam hatinya jika ia tidak peduli siapa Ayara, Ayara menutupi jati dirinya sebenarnya dan ia pun akan sebisa dia menutupi jika ia sebenarnya tau siapa Ayara
saat Seokjin sudah kembali, ia menatap kearah Ayara dan ia pun sudah yakin dan tidak lagi peduli siapa Ayara sekarang ia tetap akan bertopeng didepan Ayara selama Ayara bertopeng didepan semua orang didekatnya
Ayara menoleh kearah Seokjin dan menatap kearahnya sambil memohon agar Seokjin menunjukkan sikap yang sama dengan sebelumnya karna ia takut bisa saja Seokjin tau tatto nya lalu membunuhnya
"kenapa melihatiku begitu Aya?" tanya Seokjin
__ADS_1
"emm, tidak" kata Ayara
"aku tidak melakukan apapun semalam kok, kamu yang melakukannya kepadaku kan" kata Seokjin
"melakukan apa?"
"tidur pindah dari belakangku ke depanku"
"emm" ucap Ayara malu
"kedinginan?"
"iya" jawab nya pelan
"emm" ucap Seokjin mengelus kepala Ayara dengan manja
hari pertama di tahun baru..
juga menjadi tahun dimana Seokjin mengetahui pertama kali siapa Ayara di bandingkan semua orang
tak lama saat Ayara akan pergi mengecek ayah ibunya, Raiya kembali datang..
"ahh kebetulan banget onni ya" kata Raiya
"kenapa Rai?" tanya Ayara
"tidak, aku tadi.." ucap Raiya terpotong
Raiya takut jika ia salah salah bicara jika ia bilang tadi bersama Seokjun sudah masuk kamar mereka..
"hehe tidak, aku hanya mau melihatmu, soal nya sejak pagi tadi tidak ada keluar sama Jin oppa, aku kuatir" kata Raiya
"ahh kupikir ada apa, amma dan appa dikamarnya?"
"emm, kamu juga dipanggil, rencananya malam nanti mau mengajak jalan jalan ke midnight market" kata Raiya
"ahh iya aku mau kok, aku ke appa dulu ya"
"emm"
Raiya melihat onni jalan dan meninggalkan Seokjin dan Raiya disana, Seokjin melirik sebentar kearah Raiya, Raiya berpamitan pergi duluan tapi saat Raiya mulai jalan, ia malah memamggil Raiya
"Rai" panggil Seokjin
"ya oppa?" sapa Raiya membalikkan badannya lagi
"ada yang mau kubicarakan dan hanya berdua, bisa?"
"ohh, kapan?"
"sekarang"
"soal apa ya oppa?"
__ADS_1
"mari duduklah dulu, emm pacarmu kemana?"
"Yangju? dia lagi sibuk sama games nya, kalau liburan dia selalu bermain games"
"ahh, ayo duduklah"
mereka pun duduk di kursi yang ada didepan kamar Seokjin disana, Seokjin memulai pembicaraan dengan mengorek dari Raiya tentang Ayara
"aku mau tanya tanya saja soal Aya" kata Seokjin
"oh, kenapa oppa?" tanya Raiya
"kamu dekat banget sama dia?" tanya Seokjin
"iya, banget kok"
"seberapa dekat?"
"yaa dekat, kami sering di tinggal orang tua kerja, jadi kami sering berduaan, kemana mana, sekolah, sejak awal sekolah sampai kita kuliah, semua barengan bahkan teman temanku adalah teman teman onni, teman teman onni juga semua dekat denganku" jelas Raiya
"emm.."
"kenapa?" tanya Raiya
"tidak, gini, saat awal Aya kenal dengan bangtan, apa dia tidak tau kalau kami adalah idol?" tanya Seokjin
"ooh, kenal nya kalian saja aku tidak tau" kata Raiya
"loh, kenal nya pertama kan di kantor Ayrai saat siaran live fm"
"ohh iya aku ingat sudah" kata Raiya
"nah, apa saat itu ketemu pertama, dia tidak tau soal bangtan? siapa bangtan?"
"tau lah, dia tau siapa bangtan" kata Raiya
" terus Aya juga tidak menunjukkan rasa rispect pertama ketemu bangtan kamu tau itu?" tanya Seokjin lagi
"emm memang iya? aku tidak tau pas ketemu kaliannya pertama kali bagaimana tapi aku cerita dari Aya dan Sikyoung" jelas Raiya
Seokjin terdiam mencerna semua jawaban dari pertanyaan yang diberikannya kepada Raiya, lalu bertanya lagi
"Aya jarang menunjukkan senyum ketika bersama dengan bangtan, apa kamu tau?" tanya Seokjin
"memang iya?"
"iya, aku sadar sekali itu"
"sama sekali?"
"ya tidak, ada senyum, tertawa, sedikit, lebih jarang, seringnya ya diam, hanya tanpa ekspresi saja"
"emm sepertinya onni memang begitu karakternya ketika ia tidak begitu nyaman dengan situasi"
__ADS_1
Seokjin kembali terdiam dan ia merasa jawaban Raiya kali ini sangat masuk, jelas jika tidak nyaman dengan situasi akan sedikit ekspresinya, karna kan Ayara tidak suka ketika berada bersama bangtan
"terus aya sedikit terpaksa atas tawaran projek Aya Luv nya membahas bangtan buat projeknya, kamu tau juga?" tanya Seokjin