
dibawa kedokter, Ayara tidak mau, dan ia berusaha membaik lagi dari kondisinya agar tidak larut dalam rasa depresinya karna teror dari Chungsun
hari berlalu dimana waktu berjalan begitu cepat, tak terasa sudah setahun Ayara kuliah bersama teman temannya yang lain, kini waktunya dimana Ayara menyiapkan untuk skripsi nya
saat ia sibuk dengan banyak materi yang akan ia bawa untuk skripsi, ada seseorang bak malaikat membantunya menyelesai kan skripsi nya
"hai, apa kamu butuh bantuan?" sapa nya
"ohh?" ucap Ayara bingung
"aku sering melihatmu disini dan memegangi kepalamu, kamu skripsi kan? sini aku bantuin" kata lelaki itu
lelaki itu terlihat sangat tampan, rapi, wangi, dan berwibawa, dia adalah dosen baru di kampus Ayara, dan juga dosen termuda, dosen tampan bernama Jun Ah memang sangat berwibawa dan senantiasa membantu murid dikampus yang kesulitan
sejak itu, kedekatan mereka mulai terjalin, selain bisa membantu Ayara untuk mengatur skripsi nya, ternyata mampu membuat Chungsan tunduk dan tidak menganggu Ayara karna tidak enak pada Jun Ah
"sudah deh, ini pasti lancar, kamu semoga bisa melewati masa skripsi ya" kata Jun ah
"makasih pak, sudah membantuku selama ini"
"iyaa"
Ayara mulai skripsinya dengan lancar, hingga ia dinyatakan lulus skripsi tinggal wisudanya untuk kelulusannya
Chungsun mengetahui hubungan kedekatan Ayara dengan salah satu guru dikampusnya itu, semakin membara api kecemburuannya
Chungsun yang melihat mereka berdua akan jalan pulang berdua, sampai berniat akan menabrak keduanya dengan motor gedenya
tapi tabrakan itu terhindari karna Kimdoo mengetahui keberadaan Chungsan yang memerhatikan Ayara
"Aya, sini" teriak Kimdoo menarik tangan Ayara
"Kimdoo, ada apa?" tanya Ayara kaget
dan tepat bersamaan, Chungsan berjalan cukup cepat ditempat tadi Ayara berdiri
"astaga, ya tuhan, anak itu" ucap Jun ah
"kamu tau niat dia mau menabrak kami?" tanya Ayara
"tau, aku lihat itu Chungsan" kata Kimdoo
hari berlalu, Ayara mulai bisa melupakan semua teror yang terus didapatkannya dan setelah acara wisuda kelulusan, Ayara mendekati arah Jun ah
__ADS_1
"pak" sapa Ayara
"Aya? selamat ya atas kelulusan kamu" sapa Jun ah
"iyaa pak, terimakasih selama ini menjadi orang yang bisa selalu ada membantuku"
mereka duduk berdua disana sampai akhirnya Jun ah mengatakan perasaannya, tapi sayangnya Ayara belum bisa berpacaran karna ia takut gagal lagi
"Aya, aku mau bicara soal perasaan ku, aku suka sama kamu" kata Jun ah
"ah, serius pak?"
"iya serius, aku suka sudah lama, dan baru berani bilang sekarang karna kamu sudah lulusan dan sudah selesai dengan banyak pikiran dari banyak tugas apalagi skripsi kemarin" kata Jun ah
"emm pak, saya tidak bisa menjawab apa apa, saya masih sibuk dengan mencari pekerjaan selepas kuliah"
"Aya, aku menunggu kamu" kata Jun ah
Jun ah berjalan akan pergi tapi Ayara menahannya dan menjawab hari itu juga atas pernyataan gurunya itu
"pak" panggil Ayara
"kenapa Ay"
"aku mau" kata Ayara
"iya"
"kita pacaran?"
"iya paaak"
seketika Jun ah memeluk Ayara dan sejak itu mereka berpacaran tapi Ayara tidak mengumbar hubungannya juga tidak menutupi dari siapapun, Ayara dan Jun ah sepakat agar semua teman teman mereka sadar dengan sendirinya tentang hubungan mereka
tapi ternyata Chungsan memerhatikan keduanya, Chungsan mengikuti Ayara hingga kesempatan tepat Ayara sendirian, ia mendekati Ayara
"Chungsan?" ucap Ayara kaget
Ayara berjalan mundur menghindari Chungsan, saat akan membalikkan badannya seketika Chungsan menahan tangan Ayara
"Chungsan lepaskan" teriak Ayara
seketika Chungsan semakin keras menggenggam lengan Ayara sampai Ayara kesakitan
__ADS_1
"Chungsaan, sakit, lepasin" teriak Ayara
"kamu berani berani nya berpacaran dengan dosen itu, aku tidak rela, kamu hanya untuk aku" bentak Chungsan
"Chungsan, sakit Chungsan, okeh Chungsan sekalian saja bunuh aku" teriak Ayara
"kamu mau mati?" tanya Chungsan
"tidak ada manusia mau mati, tapi kalau kamu terus begini lebih baik kamu bunuh aku" kata Ayara
seketika Chungsan melepaskan tangan Ayara, Ayara merasa bebas, ia pikir, Chungsan benar benar pergi tapi sayangnya saat Ayara pulang dari sekolah akan kerumahnya
ada motor dari arah belakangnya dan itu adalah Chungsan, Chungsan siap dengan motornya untuk menabrak Ayara, Ayara yang langsung melihat kearah belakangnya yang sudah ada motor mulai jalan untuk menabrak nya
seketika melihat itu adalah Chungsan, Ayara berlari dari sana dan menghindari tapi kecepatan motor Chungsan mampu menabrak Ayara hingga terpelanting
Ayara seketika terkulai lemas dengan banyak darah, Chungsan turun dan melihat Ayara, saat ada orang akan lewat, Chungsan langsung naik motornya dan pergi dari sana
beberapa orang mulai mengerubungi Ayara yang sudah banyak darah, mereka membawa Ayara kerumah sakit lalu mengabari ayah ibu Ayara
Yonjin, Heejin dan Raiya pun datang kerumah sakit melihat kondisi Ayara, dan dokter membawa mereka keruangannya untuk menjelaskan hasil lab
dokter mengatakan jika Ayara mengalami benturan dikepalanya membuat sedikit ada kerusakan salah satu fungsi otot disaluran otaknya
"jadi maksud dokter anak saya. . .?" tanya Yonjin
"iya pak, anak bapak sebelum nya mengalamu stress berat, saya tidak tau apa penyebab nya, tapi saya bisa tau dari hasil lab ini, bisa anda pelajari" kata dokter
"dokter, tapi anak saya?" tanya Heejin
"pasien tidak terjadi apapun kok bu, hanya saja itu yang saya bilang tadi, memiliki pikiran yang sangat suka kekerasan dan berbau seperti itu karna benturan dikepalanya tadi" kata dokter
"amma, apa artinya onni Aya itu gila kan?" tanya Raiya
"oh bukan, bukan gila nona, cuma memang memiliki pikiran kasar, akan mudah depresi jika ada masalah, tapi selebihnya, dia normal kok"
jadi dokter menjelaskan jika Ayara mengalami depresi mayor dalam istilah kedokteran, atau dalam bahasa sehari hari adalah depresi berat, dan itu memicu kepada cara pikir dari penyandangnya
ia lebih menyukai berbau kekerasan dan pembunuhan misalkan atau setidaknya melihat orang yang ia tidak suka menderita dan itu adalah tipe yang sama dengan dialami oleh Chungsan
bedanya jika Chungsan memang memiliki kelainan itu sejak lahir, tapi Ayara memilikinya sejak kecelakaan itu, dan kedua orang tua dan adiknya memutuskan untuk tidak mengatakan apapun masalah ini kepada Ayara sendiri atau pun orang lain
hari berlalu, sejak kejadian itu, Ayara kembali membaik dan menjalani aktifitas yang lain, bahkan Ayara mulai terbuka hubungannya dengan Jun ah kepada ayah ibunya
__ADS_1
ayah ibunya tidak melarang diusia Ayara sekarang untuk memulai mengenal berpacaran
apalagi melihat bagaimana sikap Jun ah kepada Ayara membuat keluarga Ayara yakin jika Jun ah adalah lelaki yang bisa menuntun Ayara berjalan yang benar