I Love U Honey

I Love U Honey
Menonton Video


__ADS_3

“Bagaimana jika kau melepaskan Bellova?”


Duar!


Rasanya Abraham seperti mendapatkan tembakan telak didadanya. Melepaskan isterinya? Apa maksudnya?


“Aku tahu kalau kau tidak mencintai wanita itu. Kau hanya kasihan padanya saja kan? Daripada kau memberinya harapan palsu, lebih baik kau melepaskannya, dan biarkan dia bertemu dengan pria yang benar-benar mencintainya.”


“Harapan palsu?? Siapa yang memberikannya harapan palsu?” Abraham mengepalkan tangannya. Gemeritik gigi


dan kerutan diwajahnya yang sedang marah. Bahkan Adley saya geram mendengar ucapan Denis.


“kalau tidak harapan palsu, apalagi namanya? Apa kau benar-benar mencintainya?”


“Pernikahan bukan hanya karena saling mencintai!!”


“Lalu bagaimana kalau dia mencintai orang lain dan ingin menikah dengan orang yang dia cintai, apa kau mau melepasnya?”


‘Ya ampun, bagaimana ini. Sekarang Bram sudah sangat marah dan emosi. Bagaimana kalau dia mengamuk disini? Bisa jadi, para tahanan yang akan mendapatkan pelampiasannya.’


“Kenapa Bram berteriak? Apa dia sedang marah-marah lagi?” Bellova yang mendengar suara teriakan Abraham dari ruangan Bram, keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi.


“Sejak awal aku mencintai Bellova-


“Hah… hahaha, mencintai? Bagaimana bisa kau mencintainya hanya dalam pertemuan beberapa kali.” Abraham tertawa kecil, bukan karena lucu.


“Aku jatuh cinta padanya sejak pertama kali bertemu, apa kau tidak percaya? Ya, mungkin kau tidak percaya, karena kau sendiri tidak mencintainya kan?”


‘Bram berbicara dengan siapa?’ Bellova sudah keluar dari ruang kerja Bram.


Abraham dan Bellova bertemu pandang.


“Daripada kau menahannya, kau malah membuatnya menderita. Apa kau pikir, asal dia menikah denganmu, kau bisa menjamin perasaannya? Kalau hanya untuk menjaga, merawat dan memberinya fasilitas kemewahan, aku juga bisa. Tapi, bukan hanya itu saja yang akan aku berikan padanya, perasaan cintaku pada Bellova.” Denis juga mulai mengutarakan keinginan dan tujuannya. Tidak ada lagi yang akan dia sembunyikan dari siapapun termasuk Abraham suami Bellova.


“Oh, kau mencintainya. Lalu bagaimana dengan Bellova sendiri? Apa kau pikir dia mencintaimu?” Abraham melihat Bellova, sengaja bertanya seperti itu didepan Bellova yang tentu saja bisa mendengarnya.


“Aku yakin wanita itu akan jatuh cinta denganku, hanya saja karena hubungan pernikahan kalian, dia pasti tidak berani memberikan perasaannya pada orang lain. Coba kalau kalian sudah berpisah, dia akan membuka hati untukku dan kami bisa saling mencintai.” Ucap Denis dengan yakin.


‘Aduh, kenapa mereka membicarakan hal pribadi seperti ini di sini? Apalagi dihadapan Nyonya Bellova.


Apa mereka tidak bisa menjaga perasaannya?’ ucap Adley dalam hati. Tidak hanya Adley, petugas-petugas disanapun sedikit mendengar obrolan mereka.


“Aku pastikan kalau papa Lucifer akan bebas dari penjara, tidak akan dipenjara sehari pun. Asalkan-

__ADS_1


“Aku tidak bisa!”


“Apa?”


“Apa kau pikir aku tidak bisa menyelamatkan papaku? Kau pikir aku lemah?”


“Apa yang ingin kau lakukan? Apa kau mau melepaskan papa Lucifer dengan melepas jabatanmu? Sudah terlambat kan?”


“Kau menjebakku breng**k! Kalau kau tidak muncul dan menjanjikan itu, papaku tidak akan ditahan dipenjara! Papaku tidak bersalah hanya karena membunuh mereka, penjahat yang sebenarnya!” teriak Abraham. Dia tidak perduli ada dimana sekarang. Kebencian dan kemarahan Abraham berlipat-lipat pada Denis. Sudah menjebaknya dengan membiarkan Lucifer ditangkap dan dipenjara, lalu memintanya untuk menceraikan isterinya. Walau dia masih belum memiliki perasaan serius pada Bellova.


“Bram?” Bellova datang untuk menenangkan suaminya yang mengerang marah.


Tatapan mata Abraham yang tajam terarah pada Bellova. Bellova yang terkejut, melepas tangannya dari bahu Abraham. Dia mundur kebelakang, menghindari Bram.


Abraham bukan marah pada isterinya, tapi dia juga tidak bisa menutupi ekpresi kemarahannya untuk Denis.


“Apa ini yang kau bilang membalas budi? Apa yang akan dirasakan papaku saat tahu apa tujuanmu ini. Kau akan membuatnya membencimu!”


“Tapi sekarang, hanya aku yang bisa menyelamatkan-


Klik!


Tidak mau mendengar alasan Denis, Abraham pun menutup teleponnya.


“Anda harus bisa mengontrol emosi anda Pak. Semakin anda marah, dia akan semakin senang memancing emosi anda. Dan sepertinya isteri anda juga jad takut,” Adley melirik Bellova.


“Aku… aku tidak apa-apa. Hanya terkejut saja,” Bellova menggaruk pipinya.


“Hah, maafkan aku. Love, sebaiknya kau kembali pulang saja lebih dulu.”


“Iya, aku pulang saja. Aku bisa kok pulang sendiri. Aku ambil kotak makanan kita tadi ya, masih ada di ruangan kamu,” Bellova langsung pergi keruang kerja Bram.


Adley melihat Abraham melihat Bellova.


“Apa anda tidak mau mengantarnya pulang?” pertanyaan dari Adley.


Tidak ada jawaban dari Abraham.


“Kalau anda tidak mau Denis merampas isteri anda, maka cintai dia. Tapi-


“Apa menurutmu cinta itu bisa muncul begitu saja? Jangan terlalu lebay. Cinta, cinta, apa kau pikir itu bisa muncul kalau kau mau?”


“Jadi apa yang anda inginkan dalam pernikahan kalian? Seperti yang dikatakan Denis, bagaimana jika isteri anda mencintai orang lain, namun terikat dengan pernikahan kalian? Atau, bagaimana jika anda yang-

__ADS_1


“Cukup! Pekerjaan kita masih banyak. Aku akan mengantarnya pulang dulu,” Abraham mengangkat tangannya agar Adley berhenti bicara dan mengambil kunci mobil untuk mengantar Bellova yang sudah keluar dari ruangan.


Wajah Bellova bingung dengan keadaan Adley dan Abraham yang tiba-tiba diam menatapnya. Rasanya dia ingin bertanya, tapi diurungkan.


Abraham pamit pada Adley untuk mengantar isterinya pulang. Bukan pulang kerumah mamanya, tapi kerumah mereka berdua.


Awalnya tidak ada yang berbicara diantara mereka, mereka sama-sama diam. Tapi secara bergantian saling melihat dan melirik.


“Apa kau sudah mencari informasi tentang yang kita bicarakan tadi?” Abraham membuka topik untuk bicara.


“Membuat anak?”


‘Gampang sekali dia mengatakannya.’


“Ya. Membuat anak, melahirkan dan membesarkannya.”


“Sudah. Seorang ibu akan mengandung anaknya selama 9 bulan lalu dilahirkan. Selama kehamilan-


“Kok ngomongin masalah kehamilan?”


“Kan itu ada hubungannya?”


“Iya, ada hubungannya, tapi setelah proses pembuahannya kan? Dan apa kau sudah tahu bagaimana prosesnya?”


Bukan Bellova tidak tahu, hanya saja dia malu menjawabnya.


‘Wajahnya merah. Aku yakin dia sudah mengerti.’


Bellova menganggukkan kepalanya.


“Benar sudah mengerti?”


“I- iya. Ekhem\, jadi begini yang saya baca\, kehamilan pada wanita akan terjadi ketika sp**ma pria membuahi sel telur wanita. Saat berhubungan s**s\, pria memproduksi dan mengeluarkan air mani yang mengandung sp**ma. Lalu\, sp**ma yang keluar dan masuk ke dalam tubuh wanita berenang dari serviks dan rahim menuju tempat sel telur dibuahi.” Seperti sudah menghapalkannya\, Bellova dengan percaya diri menjawab pertanyaan suaminya.


Abraham yang terkejut membuka mulutnya lebar dan membelalakkan matanya. Hampir saja dia tidak bisa memperhatikan jalanannya.


‘Wah, aku terkejut cara dia menjelaskan dengan rinci seperti itu.’


“Aku juga sudah melihat video cara suami isteri berhubungan intim. Mereka-


Ccccrriittt….


Adam lepas kendali. Tiba-tiba mobilnya berhenti ditengah jalan padahal bukan lampu merah.

__ADS_1


“What??”


__ADS_2