Ibu Rumah Tangga

Ibu Rumah Tangga
Tambah Ramai


__ADS_3

Sesampai dirumah, Sisi langsung mengajak semua anggota rumahnya untuk kumpul berdiskusi, ada Bik Yanti serta anak anaknya.


"Kakak, Abang, Adek, dan Bik Yanti, kalian ingat anak perempuan yang suka ikut kita waktu pagi pagi, ternyata dia tinggal di sebelah rumah kita dan orangtuanya meninggalkan dia sudah lama, Bunda kasihan padanya, kalo misalnya bunda ajak dia tinggal disini, kalian keberatan tidak?" tanya Sisi kepada seluruh anggota rumahnya


"Hah, mamanya kemana?"


"Papanya juga kemana?"


sulung dan anak tengah berebut nanya ke bundanya sedangkan si bungsu tetap tenang memakan coklatnya.


"bunda gak tahu nak, tapi dia membutuhkan pertolongan, kalau kalian memperbolehkan dia tinggal disini, akan bunda ajak, bagaimana bik yanti, bibik keberatan gak? dan juga nanti ada bik inah juga bakal tinggal disini, dia asisten nya sebelah bik" tanya sisi kembali


"kalo bibik sih nurut aja non, mana bagusnya, terserah non sisi dan anak anak" jelas bik Yanti


"kita rawat ya bik, sisi kasihan banget, sekarang aja dia dirumah sakit karena gak makan makan bik, bunda sedih banget liatnya"


"Apa....MashaAllah, iya ma iya ma, boleh kok, ayo harus kakak siapin kamar dimana ma mbak itu, oh ya namanya siapa ma?" tanya sulung


"namanya Ambar, panggil aja Mbak Ambar, kamarnya kita kasih kamar atas samping kamar kakak ya, kan disitu kosong, nanti Bik Inah sekamar sama bibik atau pake kamar samping kamar bibik, mana baiknya nanti ya Bik"

__ADS_1


"oke ma, kakak siapin atas ya, kakak mau kasih mbak Ambar kejutan pas sampe disini"


teriak sulung sambil lari ke atas


"bibik juga siapin kamar untuk Bik Inah ya non, asyik bibik jadi ada temen" Bik Yanti pun bergegas kebelakang


Tinggal lah si bungsu dan anak laki lakinya di tengah rumah bersama sisi


"Bunda, kenapa Mbak Ambar gak ada orang tuanya?memangnya mamanya gak sedih atau sudah meninggal?papanya gak cariin dia?" tanya zou yang memang merupakan anak yang sangat kritis kalo bertanya


"Bunda gak tahu bang, nanti kita tanya pelan pelan Mbak Ambar nya ya"


Ambar pun diperbolehkan keluar Rumah Sakit, begitu sampai dirumah Sisi, sulung yang pintar menggambar memasang lukisan selamat datang di pintu kamar Ambar, Ambar yang mukanya sangat datar tak pernah senyum, butuh lama untuknya bersosialisasi karena terbiasa sendiri selama ini.


Namun, dirumah Sisi, dengan kepolosan dan kelucuan anak anak Sisi, Ambar perlahan lahan bisa tersenyum dan tertawa, para tetangga yang mengantar Ambar saat itu, merasa senang dan yakin, anak itu akan aman di rumah Sisi.


"Sisi, kami titip ya anak itu, kasihan anak itu Sisi, kamu dapat amanah yang tidak ringan Sisi, kalo kamu perlu apa apa kasih tahu kami ya" ujar Pak Joni sangat bijak


" InshaAllah pak, bu, kami senang ada keluarga baru, semoga Allah memudahkan jalan kita semua, yang pertama saya mau liat sekolahnya dimana, kalo memungkinkan saya berniat untuk memindahkan biar satu sekolah dengan anak, biar anter jemput nya sekalian"

__ADS_1


"iya, betul, yang paling penting tanya dulu gurunya, sekaliaN tanya data orangtuanya biar kita bisa hubungi keluarganya lha" kelas ibu ibu tetangga lainnya


"ya ya betul betul itu"


ujar warga lain kompak sambil mengangguk.


Lalu keesokan harinya, Sisi dan Bu Joni pergi kesekolah Ambar dan bertemu wali kelas dari Ambar, Sisi dan Bu Joni terkejut bukan main mendengar cerita dari wali kelas Ambar yang duduk di kelas 5 di sd pemerintah tersebut, ibu itu menjelaskan sambil menangis serta mengucapkan terimakasih kepada Sisi karena telah mau merawat Ambar, Ambar yang sangat pintar selalu menjadi juara kelas, dia kerap mendapatkan bullyan dari temannya karena sepatunya, tasnya dan barang lainnya yang jauh dari kata bagus, namun Ambar tetap semangat sekolah, Ambar tetap mengumbar senyum meski dia dihina teman temannya.


Bu Joni menangis tersedu sedu di mobil Sisi


"Sisi, kamu ada kerjaan gak?" tanya bu Joni sambil menangis


"Nanti jemput anak anak jam 2, kalo sekarang sih bebas bu, tapi mulai nanti malam Sisi syuting iklan bu, doain ya, sekalian Sisi ijin sama Bapak, keluarnya malem terus bu besok besok" terang Sisi


"Apah, kamu syuting iklan, Alhamdulilah Sisi kamu bakal jadi artis, ibu senang, doa ibu terkabul, kamu akan jadi artis besar Sisi, mudah mudahaln terkabul doa ibu ya, kamu pake baju yang cantik cantik dong mulai sekarang, nanti banyak yang minta tdt dan foto foto sama kamu"


mereka pun tertawa bersama, lalu...


"oh iya Sisi, kamu sudah mulai buka hati kamu belom? kamu masih muda Sisi, anak anak kamu masih kecil kecil, mereka butuh seorang ayah"

__ADS_1


Sisi pun tertawa renyah,,,


__ADS_2