Ibu Rumah Tangga

Ibu Rumah Tangga
Kenangan Lama


__ADS_3

Meeting telah usai, Sisi pun kembali kerumahnya, ketika memarkir mobil dia pun bingung dengan keramaian di sebelah rumahnya, sejak dia tinggal di tempat ini, rumah sebelahnya kosong, baru hari ini rumah tersebut terlihat berpenghuni.


" Pindahan ya mbak? " tanya Sisi ramah ke seorang wanita yang penampilannya seksi sekali, namun wanita tersebuh hanya menoleh dan mengacuhkan Sisi saja, Sisi terdiam dan heran namun kesal


"idih, budek kali ya" suara Sisi kecil sambil masuk kerumahnya


" Bundaaaa....." teriak ketiga anak nya sambil berlari memeluk Sisi


" Haloooo,,,,,sudah makan belom, sudah sholat belom, sudah ngerjain pr belom?"


tanya Sisi sambil balas memeluk dan mencium anak anaknya, sesampai di belakang rumah, Sisi terdiam melihat seorang laki laki yang sedang duduk yang tidak lain adalah mantan suaminya yang terus menerus meneror hidupnya.


"sial" teriaknya kecil


"baru pulang jam segini, kerja apa kamu?" tanya sang mantan

__ADS_1


"kenapa kamu bertanya, apa urusannya denganmu?" tanya Sisi balik


"bukan, apa kamu tidak sedih meninggalkan anak anak sendiri hanya dengan pembantu, sudahlah kembali padaku, kita mulai hidup baru" bujukan lembut sang mantan pun terlontar.


Mendengar suara sang mantan lembut, Sisi pun tertawa


" kenapa kamu lembut sekali? biasanya aku tidak kamu ajak bicara, kamu biasanya ngomong dengan mata sinismu itu ke aku, kamu hanya membentakku, kenapa kamu begini, mending jadi orang lain kan, kamu ramah kalo dengan orang lain, kalo dengan istri, kamu anggap pembantu rendahan, aku capek, silahkan pulang kalo sudah selesai kangen dengan anak anak, jangan lupa, alu berhak sepenuhnya atas anak anak, jangan sekali kali kamu mempergunakan kebebasan ini untuk mengambil anak anak, aku masuk kamar saja"


Sisi pun meninggalkan sang mantan dengan geram, dua tahun yang lalu dia berhasil pergi dari sang mantan, baru hari ini dia bertemu lagi, ketika melihat sang mantan, ingatan mengenai masa lalunya terbayang kembali, hatinya membeku dan rasa dendam pun kembali hadir


Sisi pun menarik nafas dan segera mengambil wudhu untuk mengadu kepada Sang Pencipta.


**Bik, nanti kalo ayah anak anak pulang, kasih tahu Sisi ya, kalo ada apa apa, teriak bik**


**Baik non, tenang aja, saya jagain** balas Bik Yanti, Sisi pun tersenyum melihat pesan tersebut, dia yakim Bik Yanti adalah orang yang sangat tahu dengan kehidupannya.

__ADS_1


selang dua jam, Bik Yanti mengetuk kamar Sisi


"Non, sudah pulang" teriak Bik Yanti depan pintu


Sisi pun lega, dan membuka pintu kamarnya


" Alhamdulilah Bik, aman ya?' tanya sisi


Ayahnya mengajak anak anak tidur dihotel, anak anak tidak mau tapi dipaksa tadi sama ayahnya, Bibik sudah siap siap pegang sapu dan kirim pesan dengan pak Mail satpam depan, tapi Zou teriak kami tidak mau Ayah, kami mau disini, cerita Bik Yanti sambil mempraktekkan gaya Zou tadi, Sisi pun tertawa melihatnya.


"Non, non, bisa bisanya ketawa, kalo Bibik jadi non, gak akan Bibik biarin dia ketemu sama anak anak" kata Bik Yanti sambil menggeleng


" Lho, gak apa apa Bik, dia kan ayahnya anak anak " terang Sisi


" Sudah ah, Sisi lapaaar" kata Sisi sambil berlarian turun kebawah langsung ke meja makan

__ADS_1


"Anak anakkkk makan yoookkk" teriak Sisi memanggil anaknya, lalu mereka makan dengan ceria


Sisi adalah seorang ibu yang sangat baik, dia sangat ceria dan selalu membawa suasana positif, anak anaknya sangat menyayanginya, Sisi selalu tersenyum bahkan tertawa meski seberat apapun masalahnya.


__ADS_2