
Setelah semuanya berkembang,,,perbuatan baik satu demi satu mendekat, orang orang yg tadinya, mengacuhkan datang satu persatu mendekat sampai pada akhirnya Sisi dikenalkan oleh suaminya ke teman kuliah suaminya, Ria namanya, dengan segala perkataan manis sahabat suaminya tersebut, Sisi pun terbujuk untuk mengikuti semua bisnis yang ditawarkan oleh Ria, dan Ria pun kabur entah kemana meninggalkan Sisi dengan segala permasalahan yang ada.
Sisi yang pada saat itu sedang hamil muda anak ketiga, mondar mandir ke kantor polisi ditambah dengan tekanan demi tekanan datang silih berganti, baik dari sanksi sosial, kehidupan pribadinya pun terusik dan dia selalu sendiri hanya ditemani anak anaknya ke kantor polisi, suaminya pun seakan lepas tangan tanpa berbuat apa apa.
Tangisan demi tangisan dia alami dengan penuh kesedihan, ini adalah tragedi besar dalam hidupnya, semua orang menyalahkannya, hanya doa mama Sisi lha yang selalu membuat Sisi semangat, suaminya yang selalu cuek dan tidak perduli dengannya semakin tidak perduli, kondisi Sisi yang hamil pun tidak membuat suaminya bergeming, mulut suaminya pun semakin taham dan berkali kali mengusir Sisi, Sisi menghadapi dilema yg sangat berat.
Hari demi hari dia lalui dengan berdoa dan berusaha, hanya anak anaknya yang menbutuhkannya saat ini.
"Aku harus kuat" lirih batinnya berkata
makanan yang disiapkan oleh nya selaku tak disentuh suaminya, bahkan suaminya sengaja membeli makan satu bungkus nasi dan sepulang kerja memakan nasi tersebut sendirian, hal itu dilakukannya berhari hari berbulan bulan bahkan bertahun tahun.
__ADS_1
sampai pada suatu hari, ketika menjelang malam, suaminya pulang, seperti biasa karena tidak bisa memukul Sisi, suaminya melampiaskan pada anak anak mereka, anak laki laki Sisi pun dicekik sampai batuk, yang perempuan pun dipukul sejadi jadinya, san akhirnya Sisi pun menyerah dengan keadaan rumah tangga mereka.
Sisi pun ingin memberanikan diri bercerita pada keluarganya, namun sebelum itu Sisi datang ke makam ayahnya sendirian dan berteriak dan menangis di pusara almarhum ayahnya tersebut.
" Papa, jemput Sisi Pa" teriak batinnya saat itu
ketika melihat ibunya menangis, kedua anak Sisi Qira dan Zou selalu menepuk punggung Sisi dan mengelusnya, kedua anak tersebut selalu berbuat demikian ketika melihat ibunya menangis, sambil mengelus anak yang ada didalam perut, Sisi pun mulai tersenyum sambil melihat anak anaknya...
" Kita pasti bahagia ya nak, pasti bisa bahagia, kakak sama abang sama bunda terus ya "
"ibu, kita hidup berempat aja yok, kakak gak tahan sama ayah" sambil terus menangis didepan pusara almarhum ayah sisi mereka berpelukan erat, seketika Sisi melihat pusara ayahnya dan tersadar bahwa dia harus berbuat sesuatu demi anak anaknya.
__ADS_1
"ayo, kita semangat untuk hidup bahagia, kita pasti temukan jalan ya kak, kakak sama abang sabar ya"
Sang adek pun lahir dengan penuh drama, 2 hari menunggu bukaan demi bukaan terasa sangat berat, sampai akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan operasi...
ketika di ruang PK, sambil menahan sakit kontraksi demi kontraksi, Sisi didatangi oleh suaminya, yang seakan akan menunggu tapi tidak ingin menunggu, acuh dan seakan tidak perduli, suaminya pun berkata
"ayo cepet lahirkan, nanti jatah kamar nya abis, jadi nombok bayarnya bukan dicover asuransi lagi "
Sisi pun menangis tersedu, hatinya sakit dan sangat tertekan, dokter dan suster pun mendengar hal tersebut, seorang suster datang menhampiri Sisi menguatkan dan ikut menangis bersama Sisi.
Lalu mama Sisi pun datang dan melihat keadaan anaknya, dan dokter pun mengharuskan Sisi untuk melakukan operasi caesar, seketika suaminya bingung tak memberi jawaban, dan akhirnya mama Sisi pun memberikan jawaban dengan biaya seluruhnya akan ditanggung oleh mama Sisi.
__ADS_1
yang paling menyedihkan adalah ketika sang mertua bermain kucing kucingan tidak sedetikpun melihat Sisi dirumah sakit bahkan bermain petak umpet untuk menjemput sang kakak dan abang di depan masjid saja.
Namun, karena berbagai kejadian ini, hati Sisi menjadi dendam dan berkeras, selama operasi, pikirannya melayang dan meminta ampun kepada Allah SWT, sampai akhirnya tangisan bayi memecahkan lamunannya, Sisi pun menangis tersedu sedu, tangis bahagia namun siiringi dengan tangis duka menumpahkan segala kepedihannya selama ini.