
Pagi itu bunda terlihat sibuk di dapur. bunda di bantu anak-anak kostnya yang memang senang membantu bunda. anak-anak bunda akan pulang dan berkumpul di rumah. bunda tentu sangat senang. ia menyiapkan berbagai masakan kesukaan masing-masing dari anaknya.
Raya yang suka sekali dengan rendang daging dan acar mentimun, Pramadya yang senang dengan semur ayam kecap, Alex yang suka dengan soto daging buatan bunda yang lengkap dengan tempe goreng renyah nya, Nicolas yang suka dengan tongseng kambing bunda dan Mahendra yang menyukai semua masakan bunda. ia tidak punya salah satu makanan faforit karena ia memfaforitkan semua masakan bunda.
Telepon rumah berdering, salah satu mahasiswa yang membantu bunda berlari mengangkat telepon.
"Bunda katanya kakak-kakak sudah hampir sampai di rumah!". Katanya sambil meletakan gagang telepon.
"Oh kalau begitu cepat bantu bunda menyiapkan ini di meja makan". Bunda menunjuk berbagai masakannya yang sudah tertata di mangkuk keramik besar. anak-anak kost itu dengan hati-hati meletakan dan menata semua makanan di meja makan.
"Bund pasti anak-anak bunda hebat-hebat ya". Kata salah satu anak kost.
"Kalian nanti juga akan menjadi orang hebat!, do'a bunda menyertai do'a kedua orangtua kalian semua". Kata bunda tersenyum.
Setiap tahun bunda mendapat kabar dari anak-anak kost nya yang dahulu yang sekarang sudah sukses dengan kehidupan mereka.
Suara mesin mobil terdengar ramai di halaman rumah utama milik bunda yang luas. halaman itu sengaja di kosongkan jika anak-anak pulang dan akan memarkir kendaraannya di sana. "Assalamualaikum".
__ADS_1
Suara yang selalu bunda rindukan terdengar memberi salam. itu suara Raya, Pramadya, Alex dan Nicolas. mereka datang bersama anak dan istrinya. Bunda terharu menahan airmata yang hampir menetes di pipinya.
Semua bersalaman dan memeluk bunda lama mencurahkan kasih sayang mereka pada bundanya.
Aroma wangi masakan tercium menggoda selera.
"Bunda masak apa?". Tanya Alex.
"Bunda masak semua makanan kesukaan kalian, ayo kita ke meja makan". Bunda mengajak anak, menantu dan cucunya untuk segera makan. sementara itu bunda gelisah menunggu dindepan pintu.
"Kenapa bhnda berdiri disitu?". Tanya Raya di sela makan nya.
"Siapa?". Raya seolah tidak peduli dengan kegelisahan bunda.
"Tentu saja kak Mahendra". Nicolas menimpali.
"Sudah-sudah ayo nikmati makanannya, Raya ayo tambah lagi". Bunda mendekat ke meja makan.
__ADS_1
"Iya bud, enak sekali sudah lama kita tidak makan masakan bunda". Kata Raya.
Tak berapa lama Mahendra datang, terdengar suara mobilnya. bunda berjalan cepat menuju pintu dan menyambut anaknya itu.
"Bunda". Mahendra mencium tangan bunda dan memeluk bunda.
"Bunda sehat-sehat kan?".
"Iya bunda sehat". Bunda mengajak Mahendra dan iatrinya untuk masuk ke dalam rumah. Mahendra menyapa saudara-saudaranya yang sudah teelihat menikmati masakan bunda.
"Hai Mahendra, duduk dan makanlah". Kata Raya.
"Iya mas terimakasih". Mahendra selalu mengharagi Raya sebagai kakak nya.
"Kak Mahen sudah sukses ya di Jakarta". Alex terlihat menyapa kakaknya itu.
Pramadya menjabat tangan dan tersenyum begitu juga Nicolas. keduanya tidak terlaku dekat dengan Mahendra.
__ADS_1
Semua makan dan kenyang dengan masakan bunda. selesai makan mereka berkumpul di ruang tengah yang luas dan terawat. bersendau gurau dengan bunda. Raya dan Pramadya tidak bisa menginap karena besok ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggal. sementara Alex dan Nicolas serta Mahendra juga tidak bisa tinggal karena masih ada urusan yang harus di selesaikan.
Malam hari setelah isya semua pulang. tinggalah bunda sendiri dan sepi. bunda duduk di ruang tamu mengingat kehangatan dan keriuhan siang tadi di meja makan, di ruang tengah. air mata bunda menetes.