Ibu Rumah Tangga

Ibu Rumah Tangga
BAB 4 Yuda dan Tiara


__ADS_3

Setiap pasangan yang sudah menikah sejatinya mendambakan seorang momongan. begitu juga dengan Yuda dan Tia. di usia pernikahan yang sudah lima tahun keduanya belum di karuniai momongan.


Ditahun pertama pernikahan keduanya masih santai dan menikmati indahnya menjadi pasangan suami istri.


Di tahun kedua pernikahan pertanyan "Kapan hamil?". mulai terdengar ketika kumpul keluarga atau bertemu teman lama.


Tia mulai tidak tenang, ia dan Yuda mulai memikirkan tentang anak.


"Sayang bagaimana kalau kita liburan ke bandung?". Tanya Yuda sebelum tidur. keduanya sedang mengobrol di atas tempat tidur.


"Boleh juga, nanti aku ambil cuti yang". Kata Tia. ada baiknya kalau ia libur sejenak dari hiruk pikuk pekerjaannya. ia akan mengambil cuti dan berlibur ke Bandung bersama suaminya.


Paginya Tia mengajukan cuti selama empat hari kepada atasannya di kantor. setelah cutinya di setujui Tia dan Yuda berkemas menuju Bandung dengan mengendarai mobil Yuda.

__ADS_1


Di tengah perjalanan Tia kesakitan, perut bagian bawah terasa nyeri hingga ia sampai menangis di dalam mobil. Yuda menghentikan perjalanan mereka dan beristirahat. tapi Tia makin kesakitan akhirnya Yuda membawa Tia ke rumah sakit terdekat.


Dokter mengatakan Tia menderita infeksi saluran kencing. dokter memberikan obat dan meminta Tia untuk melakukan terapi.


Yuda membawa Tia kembali ke Jakarta, liburan mereka di tunda sampai Tia sehat kembali.


Di Jakarta keduanya memeriksakan diri tentang kesehatan Tia. Tia mendatangi dokter spesialis kandungan untuk melakukan USG. ia berkonsultasi pada dokter mengenai haidnya yang tidak teratur.


Setelah terapi selama tiga bulan akhirnya haidnya lancar.


Tia dan Yuda sudah mempersiapkan diri dengan pola hidup sehat dan mereka juga berolah raga rutin.


bulan berlalu dan sudah satu tahun Tia melakukan terapi ini itu, melakukan pemeriksaan hingga membuat kantongnya dan Yuda lumayan terkuras.

__ADS_1


"Sayang minggu depan hari pernikahan Monica, seragam kekuarga sudah jadi nanti kamu sekalian cobain ya kalau pulang ke rumah mama". Monica adalah adik Yuda yang akan melangsungkan pernikahannya sebentar lagi.


"Iya sayang". Tia termenung, diacara itu pastilah semua keluarga besar Yuda berkumpul. dan pertanyaan yang tidak diinginkan pasti akan terdengar di telinga Tia.


Tia cukup kepikiran dan haidnya kembali tidak lancar. di acara pernikahan Monica banyak saudara yang datang. beberapa ada yang maklum dengan kondisi Yuda dan Tia tapi ada juga yang sengaja bertanya untuk menyindir.


Sepulang dari acara Monica, Tia bergegas ke kamarnya dan mengurung diri. ia terlihat sedih dan murung.


"Jangan dengarkan mereka sayang, nanti kamu malah stress sendiri". Kata Yuda sembari memeluk Tia. Tia menangis di pelukan suaminya. di dalam hatinya ia memanjatkan do'a agar Allah mengabulkan pintanya dan Yuda untuk memiliki anak.


Pagi itu Tia sudah terlihat lebih baik. ia memulai sarapannya bersama Yuda. secangkir kopi hangat untuk Yuda dan segelas susu tinggi folat untuk Tia. Tia memakan nasi gorengnya dan bergegas menghambiskan sarapannya. pagi itu ia akan sangat sibuk dengan meeting di kantor.


"Sayang sepertinya aku pulang agak telat nanti". Kata Tia pada Yuda. Yuda meletakan gadgetnya dan memandang Tia. Yuda terdiam sejenak, ia sedang cemas kalau pekerjaan Tia membuat Tia kelelahan sehinga semakin lama untuk memiliki momongan.

__ADS_1


__ADS_2