
Tia bangun tidur ia merasa badannya lemas dan seperti mau sakit.
"Apa kita periksa ke dokter saja sayang?". Kata Yuda yang sudah bersiap dengan jas nya.
"Ngga usah mas, kamu berangkat kerja aja, nanti aku minum obat juga sembuh".
"Yaudah nanti kalaunada apa-apa telpon ya".
"Iya sayang".
Yuda berangkat kerja dengan mobilnya. Tia memanggil asistennya untuk membuatkan minuman hangat dan menyiapkan sarapan untuknya. Tia makan sedikit dan mual ia lari ke kamar mandi dan memuntahkan semua.
"Bu, apa mungkin ibu hamil". Kata asisten rumah tangga Tia.
"Jangan ngarang kamu, saya belum memulai programnya lagi kok". Tia lemas dan duduk di dapur. ointu dan jendela yang mengarah ke halaman semua di buka agar udara segar memasuki ruangan itu.
"Bu saya keluar sebentar ya, beli minyak kayu putih sama obat magh di apotik sebelah".
"Iya jangan lama-lama ya".
"Iya bu".
Tak berapa lama asisten Tia kembali ke rumah membawa minyak kayu putih dan obat magh yang di belindi apotik tak jauh dari rumah.
"Bu coba ibu pakai ini untuk test siapa tahu benar hamil". Asisten Tia menyerahkan tespek pada Tia.
"Jangan ngawur kamu ah, saya masuk angin biasa. ada magh juga kambuh sepertinya"
__ADS_1
"Ya di coba saja bu, namanya keajaiban kita nggak pernah tahu. siapa tahu Allah mengabulkan do'a ibu dan pak Yuda sekarang".
Tia berpikir ada benarnya yang di ucapkan sama asistennya. kapan terjawabnya sebuah do'a manusia tidak ada yang tahu.
"Tapi saya takut kecewa". Kata Tia.
"Tapi kalau nanti ibu beneran hamil dan malah nggak tahu, trus minun obat ini itu kan malah bahaya. kal hasilnya negatif ya berusaha lagi bu. saya do'ain hasilnya yang terbaik".
"Iya deh saya coba ya".
Tia pergi ke kamar mandi dan memakai tespek itu. ia tidak berani melihat hasilnya. Tia tinggalkan tespek itu di kamar mandi lantai bawah dan kembali ke kamarnya di lantai atas untuk beristirahat.
Asisten Tia menemukan tespek itu dan melihat hasilnya. ia lalu membuatkan segelas madu hangat untuk Tia dan mengantarkan ke kamar Tia.
"Bu di minum dulu ini".
"Kok tespeknya di tinghal di kamar mandi bu?".
"Saya nggak kuat melihat hasilnya, sudahlah buang saja".
"Obat magh nya mana?".
"Ibu sebaiknya jangan minum obat apa-apa dulu".
"Kenapa?". Tia mengerutkan keningnya. ia mulai agak kesal dengan asisten sok tahu nya itu.
Asistennya menyerahkan tespek Tia yang ternyata menunjukan dua garis.
__ADS_1
"Benarkan yang saya bilang". Tia termenung diam dan tidak bergerak. ia memandangi hasil dari tespek itu. mencoba mencerna arti garis dua berwarna merah di sana.
"Selamat ya bu, keajaiban sudah datang. biar lebih yakin periksa saja bu ke dokter".
Air mata Tia menetes, tapi wajahnya masih kaku terdiam. tangannya gemerar memegang tespek itu. Tia memeluk asistennya dan berterimakasih.
Tia tidak tahu mau bagaimana. ia bingung saking kaget dan senangnya. Tia menelpon Yuda di kantor. Yuda bergegas pulang karena khawatir dengan Tia. Yuda segera turun dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah. Tia dan asistennya sudah menunggu Yuda di runag tamu.
"Sayang kamu nggak apa-apa kan?, ayo kita ke dokter".
Tia memberi kode pada asistennya untuk mengambilkan tasnya. ia sengaja belum meyerahkan tespek itu pada Yuda.
Yuda membawa Tia ke rumah sakit. tapi Tia sudah membuat janji dengan dokter Faiz.
"Kenapa dokter Faiz?, kita kan mau periksa kesehatan aja bukan kandungan kan sayang?". Yuda bingung. Tia hanya tersenyum dan memasuki ruang prakter dokter Faiz. Yuda nurut saja meski ia bingung dan cemas dengan keadaan Tia.
Dokter Faiz yang sudah tau kronologinya di telepon tadi segera memeriksa Tia. Yuda menatap Tia yang berbaring dan dokter Faiz memeriksa Tia, melakukan USG pada istrinya itu.
"Luar biasa, sungguh keajaiban". Kata dokter Faiz. Yuda terdiam dan bingung.
"Pak Yuda selamat bu Tia mengandung dua minggu". Yuda masih bengong dan diam. Tia tersenyum dan terharu.
"Apa maksud dokter?".
"Bu Tia hamil. mungkin ini sudah kehendak yang kuasa. dan bu Tia selama tidak melakukan program hamil malah rileks dan santai itu juga menjadi faktor pendukungnya". Kata dokter. Yuda menangis dan memeluk Tia. ia bersyukur dan mencium kening Tia.
"Usia kandungan masih muda jadi masih rentan tolong berhati-hati. saya akan memberi vitamin dan penguat kandungan".
__ADS_1
Yuda mengangguk dan menurut saja apa kata dokter. ia tidak bisa menahan kebahagiaannya yang membuncah. Tia hamil semua do'a dan usaha nya bersama Tia telah terjawab sudah. Yuda lega dan bahagia.