
Tia selesai menjalani proses bayi tabung di rumahsakit dengan dokter Faiz. di temani Yuda yang selalu menenangkan Tia ketika Tia gelisah dan cemas.
Sesampainya di rumah Tia meminum obat anti nyeri yang di berikan dokter. ia beristirahat tanpa mengerjakan pekerjaan rumah. Tia memutuskan resign dari pekerjaannya sebelum ia menjalani program bayi tabung.
Sekarang Tia benar-benar menjaga dirinya. ia tidak boleh stress dan kelelahan. sesuatu yang sekiranya membuat emosi akan ia hindari. termasuk Monica dan ibunya yang sering memancing emosi Tia jika bertemu.
Yuda mengawasi Tia dari segi makanan dan pola istirahatnya. jika Tia menginginkan sesuatu Yuda segera bertanya pada dokter melalui pesan singkat di hp nya.
"Sayang ini susu nya cepat di minum keburu dingin". Yuda sengaja bangun pagi di hari libur, ia membuatkan susu hangat untuk Tia dan menyiapkan sarapan. Yuda sedang mencarikan asisten rumah tangga untuk mengurusi rumah agar Tia tidak kelelahan.
__ADS_1
Yuda dan Tia menaruh harapan besar dengan usaha mereka kali ini. semoga Tia berhasil hamil. Tia terpikirkan ucapan ibu mertuanya tempo hari jika ia tidak berhasil dengan cara ini. Tia sudah terpikir solusi yang mungkin terbaik untuknya dan Yuda.
"Mas jika kita gagal di program ini bagaimana?". Tanya Tia pada Yuda yang langsung terdiam. wajah tampan Yuda sedang mencerna ucapan Tia barusan. ia terlihat cemas kalau Tia kecewa jika program mereka tidak berhasil.
"Sayang kamu jangan khawatir ya, nanti kita cari cara lain". Yuda mencoba menenangkan Tia, disisi lain ia juga menenangkan dirinya sendiri.
Hari berganti Tia memupuk harapannya untuk bisa hamil. sampai dokter Faiz mengatakan jika program yang mereka jalani belum berhasil.
"Kita bisa memulai lagi dan menunggu sampai kondisi Tia benar-bemar fit". Kata dokter Faiz.
__ADS_1
Yuda menenangkan Tia yang sedari tadi hanya terdiam. Tia melamun memandang jalanan yang ramai dati balik kaca mobil Yuda. sementara Yuda dengan cemas mengemudikan mobilnya sambil sesekali emmandang raut wajah istrinya.
Sesamoainya di rumah, Tia bergegas mandi dan mengganti bajunya. ia ke dapur membuat makan malam untuknya dan Yuda. ia di bantubasisten rumah tangga barunya yang baru Yuda pekerjakan untuk membantu Tia agar tidak kelelahan.
Wajah Tia tetap tenang sampai selesai makan malam. seolah tidak terjadi sesuatu. itu membuat Yuda semakin cemas.
"Tia sayang kamu baik-baik saja kan?". Tanya Yuda yang khawatir. Tia sedang melipat baju-baju untuk di tata di lemari pakaian.
"Nggak apa-apa mas, masihbada kesempatan sekali lagi kan". Kata Tia tersenyum sumringah. Yuda menatap istrinya dan memeluk Tia. hatinya terharu dengan semangat Tia.
__ADS_1
"Jika kita berhasil untuk program selanjutnya, dan kita jadi orangtua, mas pastikan kamu adalah ibu yang terbaik untuk anak-anak kita nanti". Keduanya berpelukan dan mulai beristirahat. Yuda sudah tertidur pulas karena kelelahan bekerja dan menemani Tia di rumah sakit.
Tia memiringkan badannya membelakangi Yuda yang tertidur. ia mulai terisak pilu, melihatbYuda yang selalu sayang dan mendukungnya ia benar-benar tak sampai hati jika melukai Yuda. ia ingin menjadi wanita sempurna dan memberikan keturunan pada Yuda. meski Yuda tak pernah menuntut padanya dan menerima Tia apa adanya, tapi sebagai wanita dan seorang istri ia ingin membuat Yuda jadi seorang ayah.