
Ningsih dengan uang pemberian ibunya, ia menyewa sebuah ruko kecil. Disana ia mendirikan bisnis online nya. Ia mulai menata pakaian dan hijab di rak tinggi.
Hampir seharian Ningsih berbenah di tokonya. Dito dan Emma ia titipkan pada ibunya.
Ningsih tenang ketika anak-anak ada di rumah orang tuanya. Tidak akan dimarahi, tidak juga di banding-bandingkan dengan cucu lainnya.
Hp Ningsih berbunyi ada panggilan telepon dari suaminya.
"Keluyuran kemana kamu?kenapa anak-anak di rumah neneknya?" Danu suami Ningsih mengomel ketika menelpon ke rumah dan tidak mendapati Ningsih mengangkat telepon. Danu menelpon ke rumah ibunya kali aja Ningsih disana tapi ternyata tidak.
Kalau tidak di rumah dan tidak sedang ke rumah Ibu Danu berarti Ningsih berada di rumah orang tuanya.
Benar saja saat Danu menelpon ibu mertuanya ternyata Anak-anak ada disana. Dito dan Emma sedang bermain dengan nenek dan kakeknya.
"Yaudah bu biar Danu telepon Ningsih langsung"
Danu segera mengalihkan panggilannya ke nomor Ningsih. Begitu Ningsih mengangkat panggilan telepon langsung Danu menyemprotkan amarahnya.
"Aku nggak keluyuran mas"
__ADS_1
"Kalau kamu nggak keluyuran laku kemana? kenapa tidak di rumah?"
"Aku sedang berbelanja barang-barang untuk mengisi toko mas, aku di modali ibu dan abangku untuk membuka toko"
"Alah mana bisa kamu jualan? pokoknya aku pulang ke rumah kamu sudah harus ada di rumah bersama anak-anak!"
Klik ...telepon di matikan. Danu marah pada Ningsih.
Ningsih sudah terbiasa ia tetap melanjutkan menata dagangannya di rak. selesai menata dagangan Ningsih mulai membersihkan lantai toko. Ia menyapu dan mengepel ya sampai bersih. Ningsih juga meletakkan dua pot bunga di toko nya agar terlihat lebih hidup.
Ia meletakkan anggrek bulan di atas meja kecil di samping rak. anggrek itu ia bawa dari rumah hasil tanamannya sendiri.
Selesai dengan semua urusan toko Ningsih bergegas pulang ke rumah orang tuanya untuk menjemput Dito dan Emma.
Ningsih membonceng Dito di belakang dan Emma di depan. Ia mengendarai motor matic nya dengan hati-hati.
Sesampainya di rumah Ningsih langsung memandikan kedua anaknya. Selesai mandi ia menyuapi Dito dan Emma.
Pukul lima sore Danu pulang. Terdengar suara mesin mobil menderu di halaman.
__ADS_1
"Ayah pulang" kata Ningsih pada Dito dan Emma. Kedua anak itu berlari menyambut ayahnya yang baru pulang bekerja.
"Ayah capek,mana ibu kalian?"
"Iya mas..." Sahut Ningsih sembari menata lauk di meja makan.
Danu melirik meja makan yang sudah tersedia lauk matang. Biasanya jam segitu Ningsih masih kerepotan di dapur sembari berteriak karena Emma atau Dito membuat ulah. Tapi ini berbeda dari biasanya.
"Kamu beli jadi lauknya?"
"Iya mas nggak sempat masak"
"Nggak sempat masak memang kamu ngapain aja sih? tugas kamu kan mengurus rumah dan anak-anak termasuk memasak"
"Mas tadikan aku ke toko dulu beres-beres disana mas"
"Mau jualan apa sih kamu?"
"Ya baju sama jilbab mas"
__ADS_1
"Coba lihat bisa nggak kamu jualan. Biasanya juga kamu tinggal minta sama aku dan kamu santai-santai di rumah!"
Ningsih hanya terdiam memandang pada suaminya. Ia tidak habis pikir dengan Danu yang selalu mengatakan kalau ia bersantai di rumah. Ia tidak tahu betapa beratnya pekerjaan ibu rumah tangga sembari mengasuh dua orang anak yang masih kecil.