
"Nak, namamu siapa sih? di baju sekolahmu gak pake label nama, sekolahnya dimana, dari depan ini naik apa ke sekolahnya?" tanya Sisi banyak sekali
Sisi heran, anak itu tidak menjawab satupun pertanyaan nya.
Sang sulung pun heran, dan bertanya dengan anak itu
"Mbak rumahnya dimana?kelas berapa?"
Anak itu masih terdiam
"Mbak sariawan ya?" cetus anak tengah Zou
sang anak menggeleng sambil tersenyum, kemudian bilang "terimakasih saya boleh ikut dalam mobil ini tante, saya bisa hemat tenaga kaki saya" ujarnya sambil senyum
Lalu anak tersebut seperti biasa turun didepan gerbang perumahan Rumah Sisi yang merupakan kawasan elit di Selatan Jakarta.
Di mobil, anak anak Sisi berebut bertanya pada bundanya
"Bunda, kenapa mbak itu gak ngomong ngomong?" tanya zou
"Dimana ya rumahnya, siapa mama nya kok gak anter anaknya?apa mbak itu gak punya ibu?" tanya si kakak penasaran
"mana bunda tahu, nanti kita tanya tanya"
Sementara itu, di siang hari, Sisi menjalankan aktifitasnya sambil membawa anak bungsunya Putri karena belum sekolah.
a whole new worlddd, nada dering handphone Sisi berbunyi
__ADS_1
"Halo dengan mbak Sisilia?" tanya sang penelfon
"Betul dari mana ini?" tanya sisi kembali
"Saya dari Cinema Artist mbak, saya diminta pak Girin menghubungi mbak, dan mbak diminta datang ke kantor hari ini bisa mbak? jam 4 sore" jelas penelfon tersebut
Sisi pun terdiam, lalu menjawab
"Oh bisa bisa kalo jam segitu, nanti saya datang ya, nemuin mbak siapa?"
"Langsung aja ke Pak Girin mbak, ditunggu ya mbak" lalu penelfon pun menutup telfonnya
Yesss....teriak Sisi sambil bergoyang senang dan mencari Putri serta memeluk dan mencium sang bungsu yang kebingungan menghadapi serangan ciuman dari sang bunda
Sisi pun bergegas bersiap menjemput anak anak nya dan langsung ke kantor yang dimaksud, anak anak nya pun sudah bisa diandalkan dengan bermodal tv mobil dan gadget, Sisi menitipkan pesan kepada sulung untuk mengunci pintu dan menelfon sang bunda ketika ada apa apa, sang anak yang paham bergegas mengunci pintu ketika sang bunda keluar mobil.
Sisi pun terkejut, dia bahkan belum bertanya dan memperkenalkan dirinya, sesampai di suatu ruangan, dia semakin kaget dengan apan yang dilihatnya.
Sisi mendapatkan 5 kontrak iklan sekaligus, dengan penjelasan yang panjang dan lebar dari team Girin, Sisi hanya bertanya satu hal
"Apakah bisa syutingnya malam hari, diatas jam 9 malam? karena setaunyang saya baca dari script ini, semua iklan bisa dilakukan didalam studio, tentu kalo yang tidak bisa didalam studio, saya bisa menyesuaikan" jelas Sisi.
Pak Girin dan team mematung semua melihat Sisi, mereka heran dengan istilah istilah yang dilontarkan Sisi, mereka yakin bahwa tidak akan kesulitan bekerja dengan Sisi.
Semua pun tertawa menjawab "Tentu kami bisa, bahkan kami senang, kalo siang kan macet dimana mana"
Dan Kontrak Iklan berhasil disepakati, Sisi pun meninggalkan kantor tersebut dengan tidak sabar ke mobil untuk bersama anak anaknya, sesampai di mobil
__ADS_1
"Anak anaaakkkkkk hari ini kan jumat, besok sabtu kam libur,,,,ayo kita nontoooonnnnnn, bunda dapat rejekiii" ajakan Sisi disambut denhan teriakan gembira dari anak anaknya, mereka bergegas ke bioskop untuk menonton.
Malam hari mereka baru pulang, mereka heran dengan keramaian yang ada disebelah rumah mereka, Sisi memanggil Bik Yanti dan menyuruh anak anaknya mandi serta siap siap tidur.
"Sisi, Sisi, kamu sudah pulang ya" teriak seorang wanita
" Oh bu Joni iya bu baru pulang dengan anak anak" jawab Sisi
"Sisi, kalo bisa ke sebelah ya, warga kita ada masalah sedikit" terang Bu Joni dengan wajah sedih
lalu sisi bergegas ke sebelah rumahnya, dia pun kaget melihat anak kecil yang tiap pagi ikut dengannya sampai gerbang depan ada disana, matanya sembab dan meringkuk ketakutan, sangat menyedihkan.
"Ada apa ini?" tanya sisi sambil melihat anak itu
" Tante..." sang anak itupun berkata pelan terkejut melihat Sisi depan matanya
Seorang wanita paruh baya, mungkin seumuran Bik Yanti berbicara
"Saya Inah, saya bekerja dirumah ini, kami sudah 6 bulan tinggal disini, namun nyonya meninggalkan kami 5 bulan lalu sampai sekarang gak balik balik, saya sudah bingung, gaji saya tidak dibayar, saya kasihan dengan Non Ambar, saya cuma kasih makan seadanya sambil menjual semua yang saya punya, saya mau pulang kampung, saya ingin menitip non Ambar kepada ibu ibu yang ada disini, karena kalo saya bawa ke kampung, nanti nyonya pulang, saya dikira menculik nantinya" jelas Bik Inah sambil menangis haru
"Memangnya tidak bisa ditelpon tuh emaknya, emak macam apa itu ninggalin anak nya" cecar bu Rio orang medan yang geram liat tingkah yang punya rumah
" Nyonya tidak meninggalkan nomor telfon dan apapun bu, kalo ada nomornya saya bisa telfon dari mana saja, ini tidak ada" jelas Bik Inah lagi
" Ya sudah, gak apa apa, kita fikirkan saja sang anak, namanya siapa tadi?siapa namamu nak?" tanya Pak Joni dengan lembut
"Ambar pak" jawab sang anak dengan begitu polos.
__ADS_1