Ibu Rumah Tangga

Ibu Rumah Tangga
Musim Ke Dua: Cerita Sangat Menarik


__ADS_3

Di musim kedua ini kita akan menjumpai konflik rumah tangga Danu dan Ningsih.


Untuk mendukung karya ini jangan lupa like, komen dan follow Thor ya...thank you.


...***...


Pov Danu


"Ningsih!" suara ku terdengar kesal ketika memanggil istriku yang sedang sibuk di dapur.


Aku baru saja pulang dari bekerja, tapi sudah menemukan anak keduaku Emma yang masih berusia satu setengah tahun sedang mengompol di ruang tamu.


"Iya iya mas kenapa sih teriak-teriak begitu?" Ningsih berjalan cepat dari dapur menuju ruang tamu. Aku berkacak pinggang memandang Ningsih lalu berganti memandang Emma yang tertawa senang melihat ayahnya pulang bekerja.


"Lihat anak mu jorok sekali sih, kenapa nggak kamu pakaikan diapers?


"Mas kan harga diapers cukup mahal uang yang mas kasih mana cukup untuk membeli keperluan yang seperti itu" kata Ningsih sembari menggendong Emma ke kamar mandi. Lalu ia kembali lagi untuk mengepel lantai.


"Ini mas pegang dulu" Ningsih memberikan Emma pada ku karena ia mau membersihkan bekas ompol Emma.


"Ah nggak mau anakmu bau, aku capek mau istirahat!"


Aku berjalan menuju kamar dan berganti pakaian. Segera ku rebahkan diri di kasur. Ningsih datang dan meletakkan Emma di sebelah ku lalu ia lanjut bersih-bersih lantai.


Baru memejamkan mata sebentar aku terbangun karena Emma menangis di sebelah ku.

__ADS_1


"Arghhh kenapa anak ini ada di sini sih?!"


"Ningsih!!" aku menggendong Emma dan memberikannya pada Ningsih yang baru saja selesai shalat Maghrib.


"Iya mas sabar, mas mandi trus shalat dulu" kata Ningsih sembari menggendong Emma.


Kali ini aku menuruti perkataan Ningsih. ia pergi mandi dan segera shalat Maghrib.


"Dimana Dito?" tanya ku mencari anak pertama kami. Dito sudah berusia tujuh tahun jadi ia lebih senang bermain di luar rumah dan pulang menjelang Maghrib.


"Dito ke rumah bapak dan ibu"


"Untuk apa Dito kesana?"


"Ya main mas ke rumah nenek sama kakeknya"


"Iya mas"


Ningsih membuka tudung saji, lauk yang tersedia di meja makan adalah tahu dan tempe goreng dengan sambal.


"Ningsih yang bener aja kamu mau ngasih aku tahu tempe ini buat makan malam?!"


"Iya mas, kita kan harus berhemat uang belanja yang mas kasih hampir habis"


Memang sih selama ini aku hanya memberi Ningsih 100 ribu untuk semua keperluan selama satu Minggu. Termasuk kebutuhan Emma dan uang saku Dito ke sekolah.

__ADS_1


"Trus kamu mau minta tambah gitu?"


"Ya enggak mas tapi mas jangan nuntut kalau lauknya seadanya"


"Berani ya kamu, yasudah aku mau makan ke rumah ibu saja"


"Yasudah" Ningsih bukannya menahan ku dan mencoba membujukku untuk makan, ia malah membiarkan ku makan ke rumah ibuku.


Aku menaiki sepeda motor dan langsung pergi ke rumah ibu yang tidak jauh jaraknya dari rumah kami.


Sesampainya di rumah ibu aku langsung mengeluh atas kelakuan Ningsih padaku. Ibu mengomel karena ia juga tidak menyukai istriku itu.


"Memang ya dasarnya aja istri kamu itu malas masak. Masak anak ibu hanya di beri lauk itu-itu saja setiap hari. Danu kamu juga yang tegas dong sama istri kamu itu!"


"Sudah Bu..." jawab ku sembari menuang sup ayam buatan ibu ke mangkuk. Supnya masih hangat dan enak sekali.


"Kalau kamu makan kesini terus kan ibu juga repot menambah pengeluaran kita lagi"


"Bu saya memberi ibu jatah bulanan lebih banyak dari Ningsih masa tidak cukup?" tanyaku kesal.


Selama ini aku selalu mengutamakan ibu dan adikku di banding Ningsih istriku. Aku selalu memberi ibu satu juta kadang lebih sementara Ningsih hanya ku beri mingguan yaitu seratus ribu saja.


"Danu kamu kan tahu uang itu untuk biaya kuliah Julia. untuk belanja keperluan ibu dan lainnya"


Merasa kepalaku makin pusing akhirnya aku segera pamit dari rumah ibu setelah ku habiskan sup ayam tentunya. perutku lapar dan kalau harus makan tempe goreng lagi aku malas.

__ADS_1


Aku pulang ke rumah sengaja agak malam yaitu pukul sepuluh. ku lihat Ningsih sudah tertidur memeluk Emma.


Aku bergegas berganti pakaian lalu ikut tidur dengan istri dan anak kedua kami.


__ADS_2