Ibu Rumah Tangga

Ibu Rumah Tangga
Postpartum depression


__ADS_3

Damar menghububgi ibu dan ayah mertuanya yakni orangtua Nisa. Nisa akan segera melahirkan. ibu dan ayah Damar lebih dulu menunggu Nisa di bidan dekat kontrakan.


Pembukaan sudah masuk lima tapi belum bertambah juga padahal Nisa sudah kesakitan luar biasa. karena tensi Nisa tinggi jadi ia harus segera di rujuk ke rumah sakit. ibu mertua Nisa kekeh kalau ia harus melahirkan secara normal karena jika ke rumah sakit dan caesar pasti biayanya mahal.


Nisa sependapat dengan ibu mertuanya ia tidak mau di rujuk ke rumah sakit karena kasihan dengan Damar yang pasti sekarang belum memegang uang.


Nisa sekuat tenaga menahan sakit nya. tapi bidan tidak mau mengambil resiko karena terlalu berbahaya.


Ibu mertua Nisa terlihat kecewa dengan Nisa. karena akhirnya ia harus di rujuk ke rumah sakit. sesampainya di rumah sakit dokter memutuskan caesar.


Damar mencari pinjaman untuk biaya melahirkan Nisa. biayanya cukup besar. Damar mendapat pinjaman dari teman kantornya. dan akhirnya Nisa bisa di operasi caesar.


Selesai operasi Nisa segera di pindahkan ke ruang rawat. ibu mertua Nisa menyalahkan Nisa atas ketidak mampuannya untuk melahirkan secara normal. Nisa tertekan padahal ia baru saja melahirkan anaknya.


Ucapan ibu mertuanya membekas di pikirannya hingga membuatnya sedih dan kalut. Nisa stress dan tak bisa menyusui anaknya. air susunya tidak keluar sudah tiga hari pasca lahiran. akhirnya anaknya di beri susu formula.

__ADS_1


Nisa sudah di bawa kembali ke rumah. ibu mertuanya membantu mengurusi anak Nisa dan Damar yang baru lahir. Nisa cukup tahu diri jika ibu mertuanya tidak menyukainya. ia dianggap tidak mampu dan tidak kuat sebagai seorang ibu.


Belum lagi masalah susu formula yang berkelanjutan membuat masalah. Nisa semakin tertekan dan stress. hingga puncaknya Nisa tidak mau memegang anaknya. ia bahkan tidak merasa cemas atau khawatir dengan bayinya. yang ia rasakan adalah kesedihan yang berlarut. fisiknya drop seharian ia hanya menangis di kamarnya.


Damar membawa Nisa ke rumah sakit karena keadaan Nisa yang mengkhawatirkan. di jalan ibu mertuanya tak henti melampiaskan kekecewaannya pada Nisa karena tidak bisa lahiran normal seperti yang di harapkannya.


"Harusnya kamu bisa lahiran normal. fisik mu terlihat tegap dan besar tapi lemah". Kata ibu mertuanya.


Nisa terdiam ia sudah berkali-kali mendengar hal itu. hatinya sudah tidak karuan rasanya ia tidak kuat dan semakin kesal terhadap anaknya yang tidak tahu apa-apa.


"Kalau habis operasi cuma di pakai malas-malasan tiduran terus ya nggak sembuh-sembuh. cepat di pakai gerak sana sini biar lekas sehat". Tambah ibu mertuanya.


"Apa yang mengganggu pikiran anda mbak Nisa?, anda terlihat sangat tertekan?". Tanya bidan itu pada Nisa.


Nisa terisak meluapkan sakit hati dan tekanan yang ia rasakan. ia menganggap melahirkan caesar adalah mutlak kesalahannya.

__ADS_1


"Saya ini tidak becus bu bidan, saya tidak kuat seperti wanita lain yang bisa lahiran secara normal". Isak tangis Nisa masih terdengar.


"Semua wanita adalah hebat, baik dia wanita belum memiliki anak atau dia adalah seorang ibu. semua hebat".


"Jika memang melahirkan dengan cara caesar itu yang terbaik. maka pikirkan jika itu yang terbaik untuk menyelamatkan dua nyawa". Kata bidan.


"Apa ada yang menekan anda mbak Nisa?". Tanya bidan itu lagi.


"Ibu mertua saya".


Bidan itu tersenyum menatap Nisa.


"Ada dua penyakit yang hanya di alami oleh ibu hamil dan ibu yang baru melahirkan. perasaan sedih berkelanjutan, tidak mau memegang anak,stress berlarut hingga tidak bisa menyusui anak. semua itu penyakit psikis wanita yang baru melahirkan".


"Saya harus bagaimana bu bidan, kepala saya sakit sekali". Kata Nisa.

__ADS_1


"Coba nanti di rumah anda pandangi wajah anak anda yang tidak berdosa. ia membutuhkan anda lebih dari siapapun karena anda adalah ibu yang melahirkannya. cobalah untuk bangkit mbak Nisa. jangan dengarkan omongan yang tidak perlu dan bisa membuat diri anda semakin drop. kuatkan diri anda demi anak dan suami anda mbak Nisa".


Nisa mencerna baik-baik ucapan bidan tadi. apa yang di bicarakan bidan tadi memang benar. ia harus kuat demi anak dan suaminya Damar yang selalu sayang dan mendukungnya.


__ADS_2