Ibu Rumah Tangga

Ibu Rumah Tangga
Kehamilan Adik Ipar


__ADS_3

Monica memeberi kabar pada keluarga kalau dirinya tengah mengandung dua minggu. semua di group keluarga memberi ucapan selamat pada Monica termasuk Tia.


Melihat ucapan selamat untuk Monica yang membajiri group membuat Tia sedih. Tia pergi ke toilet dan menangis. ia berfikir kenapa Monica yang masih muda dan baru menikah langsung hamil dan akan memiliki anak.


Tia pulang kerja lebih awal. ia sengaja ijin dari meeting panjang di kantornya. kepalanya terasa pusing.


Yuda sampai di rumah, ia melepas jasnya dan mencari Tia di kamar mereka.


"Sayang". Yuda memeluk Tia yang sedang terbaring menangis dinatas kasurnya.


"Sayang kenapa aku begini?". Isak Tia di dalam pelukan suaminya.


"Kenapa Monica sudah hamil dan aku belum".


"Sabar sayang, semua ada waktunya sendiri. kamu jangan berfikir yang aneh-aneh nanti malah stress sendiri".


Tia menangis sampai tertidur. sementara Yuda memeluk istrinya dengan perasaan sedih. bukan hanya Tia yang sering ditanya "kapan akan punya anak", tapi ia juga di tanya keluarga dan teman-temannya.


Bahkan ibu Yuda sempat memanggilnya dan mengajak bicara berdua. ibu bertanya ada masalah apa dengan Tia kenapa sampai selama ini tak kunung hamil.

__ADS_1


"Yuda, jika memang Tia tidak bisa memberi mu keturunan kau harus bijak dalam menentukan nasib rumah tangga kalian". Kata ibu.


Yuda memejamkan mata sembari memeluk Tia. ia begitu menyayangi Tia dan mencintainya sepenuh hati. bagi Yuda ia ikhlas jika memang Tia dan dirinya tidak di karuniai keturunan. tapi melihat Tia selalu bersedih, hatinya sebagai suami pun tidak tega.


Dua hari kemudian ada acara kumpul keluarga di rumah orangtua Yuda. Yuda dan Tia tentu saja hadir.


Tia membantu ibu mertuanya di dapur menyiapkan kue-kue dan minuman. tiba-tiba Monica mual muntah, ibu terlihat sangat perhatian pada Monica. bahkan perhatian itu seperti sengaja di buat-buat untuk menyindir Tia.


Tia yang merasa tidak enak langsung ikut mendekati Monica dan memberinya minyak kayu putih. Monica tidak menyukai bau dari minyak kayu putih itu. ia semakin mual dan pusing.


"Mbak gimana sih?!".


"Jelas mbak nggak tahu, mbak kan nggak pernah hamil!".


Detik itu rasanya hati Tia seperti tertusuk benda tajam, rasanya sakit. sebagai sesama perempuan tidak seharusnya Monica dan ibu berlaku kasar pada Tia.


Tia meletakkan minyak kayu putih itu di atas meja dapur, ia menyambar tasnya dan bergegas pulang dengan naik ojol. Yuda yang sedang berbincang dengan saudara-saudaranya bingung apa yang terjadi dengan istrinya.


"Tia!, sayang!". Yuda beelari mencoba mengejar Tia, tapi Tia sudah jauh dengan ojolnya.

__ADS_1


Yuda kedapur mencari ibu dan adiknya. dengan wajah kesal dan menahan emosi Yuda bertanya pada ibu dan adiknya.


"Ada apa ini?!, kenapa Tia bisa marah dan pulang?".


"Kami tidak tahu yud". Jawab ibu.


"Jawab!!". Suara Yuda mengeras, semua terkejut dan diam. tidak ada seorang pun yang berani bicara. Yuda memang sabar dan kalem, ia tidak banyak bicara tapi ketika marah ia bisa terlihat menakutkan karena emosi yang ia perlihatkan.


"Monic!, Tia itu istri mas kamu jangan kurang ajar sama dia". Bentak Yuda. Monnica kaget dan menangis.


"Maaf mas bukan maksud Monic untuk mengatai mbak Tia nggak pernah hamil, tadi Monic keceplosan soalnya lagi mual banget dan mbak Tia malah ngasih minyak kayu putih yang Monic nggak suka baunya".


"Kamu kan bisa bicara baik-baik Monic!, beraninya kamu mengatakan itu pada Tia!. Kalian sesama wanita apa kamu tidak punya rasa iba?!".


"Sudah Yuda lagi pula Monic sedang hamil". Kata ibu.


"Kalau Monic hamil kenapa memangnya bu?, apa kalau dia salah harus di benarkan karena sedang hamil begitu?!".


Ibu terdiam, Yuda pergi meninggalkan rumah orangtuanya dan bergegas pulang ke rumahnya sendiri menemui Tia istrinya.

__ADS_1


__ADS_2