
Setelah anak ketiga lahir, Sisi pun berusaha optimis untuk memulai hidup baru dengan putri barunya tersebut, dengan ketiga anak nya, dia bersemangat kembali untuk menempuh kehidupan barunya...
Namun, tragedi demi tragedi terjadi ketika tetangga nya mulai memcampuri kehidupan pribadinya, tetangganya yang suka bergosip dengan mertuanya mengajak mertua Sisi untuk mendatangi Sisi dirumahnya, dengan sepengetahuan suami Sisi, Sisi merasa sendirian, hatinya pun semakin keras dan teriris. Akhirnya Sisi pun menumpahkan segala perasaannya dengan keluarganya tanpa sedikitpun ditutupi seperti selama ini.
Mama sisi pun terkejut dengan segala cerita, begitupun kakak Sisi, mereka marah dan bilang dengan Sisi, apapun keputusan Sisi, mereka akan dukung.
Selang tiga hari, komunikasi dengan suami pun terputus sama sekali, dia dengan hidupnya sendiri meninggalkan Sisi meski di satu atap. Dengan berat hati, Sisi pun mengemaai barang barangnya dengan abaknya dan meninggalkan rumah itu selama lamanya, Sisi kembali kerumah orangtuanya, dikarenakan tidak ada modal hidupnya, mamanya memberikan sejumlah uang untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
__ADS_1
Hal pertama yang dia lakukan adalah meminta cerai, langsung saja Sisi menghubungi temannya yang merupakan pengacara, Sisi pun segera menandatangani segala berkas yang diperlukan, keputusan Sisi sudah sangat bulat.
Melihat anak dan istri nya tidak ada dirumah, sang suami pun marah namun menyesal, sang suami pun melihat rekaman cctv didalam rumahnya karena dia berprasangka bahwa Sisi dibantu kabur oleh keluarga istrinya, namun dia menemukan hal lain, dia menemukan rekaman dimana dia memukuli anak anaknya, dia melihat bagaimana sang istri menyusui anak bayinya sambil menangis dan bersujud menahan segala sakit hatinya, lalu dia pun tersadar dan segera menuju kerumah mertuanya.
Sesampai dirumah Sisi, dia mencari Sisi, namun tidak ada karena Sisi tidak mau bertemu dia lagi oleh karena itu Sisi tidak tinggal dirumah orangtuanya, Sisi pun memilih untuk pindah keluar kota melupakan segalanya dan ingin segera mulai hidup baru.
Hatinya menjadi dendam dan keras sekeras batu.sidang demi sidang dilalui, akhirnya tidak ada kata kesepakatan, sampai akhirnya sidang putusan dan mengatakan bahwa mereka telah usai menjadi suami istri dan ketiga anak semua ikut Sisi, Sisi pun lega mendengarnya dan menangis, namun kali ini tangis bahagia dan lega tak berhenti mengucap syukur
__ADS_1
Setelah putusan tersebut, Sisi beserta ketiga anaknya hijrah ke ibukota, berkat kakak2 nya dan ibunya yang merupakan pengusaha sukses di kota kelahirannya, tidak susah baginya mendapat bantuan, rumah dibelikan mamanya, anak anak sekolah pindah ke sekolah sdit ternama, dan Sisi pun masih meneruskan usahanya sambil memperluas keahliannya dibidang organizer, Sisi bekerja siang malam demi ketiga buah hatinya, apapun dia lakukan, bisnis organizernya bagus dan berkembang, pada suatu hari Sisi sedang meeting di salah satu mall di ibukota, tempat meeting yang ditentukan kliennya sedang ada syuting sinetron.
tring...wa notice Sisi pun menyala
" Bu Sisi, mohon maaf kami kena macet, sepertinya satu jam an kami baru bisa hadir di lokasi " calon klien Sisi chat melaui WA
" Take your time sist, its okay, Jakarta gitu lho, saya tunggu di lokasi saja " balas Sisi
__ADS_1