
Menjadi kebiasaan bagi Sisi dan anak anaknya, selepas mereka sholat subuh bersama, mereka duduk di teras dengan berbagai aktifitas, pada hari itu si bungsu putri sedang main kejar kejaran dengan abang, seketika mereka terkejut dengan bentakan seorang wanita yang merupakan tetangga barunya tersebut.
Anak anak terkejut dengan bentakan serta bau mulut dari wanita tersebut, dengan pakaian yang sangat terbuka dan berjalan sempoyongan dari mobil nya menuju rumahnya, wanita itu baru pulang dari bepergian.
"Berisik banget sih anak kecil, gak tau ini malam apa, diem gak kalo gak aku cubit sampe biru, awas berisik lagi' teriak wanita tersebut
Sikecil pun menangis, Sisi dan Bik Yanti pun menenangkan anak anaknya, tetangga sebelah kiri dari Sisi keluar, dia adalah Pak Joni dan Bu Joni, mereka adalah ketua warga di cluster rumah Sisi.
"Nak, nak, kenapa?bilang sama oma, kenapa nangis" tanya bu Joni ke putri
"itu wanita siapa sih, sudah gak lapor, seenaknya aja bilang ini malem, ini sudah pagi, bentakin anak orang, apa kita gedor rumahnya ma?" tanya pak Joni ke istrinya
setali tiga uang, bu Joni menjawab " ayo pa, kita gedor rumahnya" sembari bersiap ke rumah wanita tersebut.
"Paaak, Buuu jangaaan dia lagi mabuk pak, bu, sudahlah susah ngomong sama orang mabuk pak, dia gak sadar" teriak Sisi panik melihat kedua suami istri didepannya sudah menyingsingkan lengan bajunya.
"ya sudah, kita tanya besok aja pa, aduuh sayang oma, putrii cup cup sini, kaget ya putrinya, ayok jalan pagi sama oma" sang bungsu pun berhenti menangis dan ikut berjalan dengan tetangganya tersebut.
__ADS_1
Pak Joni dan istrinya adalah sosok yang terpandang di Cluster rumah nya Sisi, mereka dianggap paling senior sehingga menjadi ketua, mereka tinggal di sebelah kiri rumah Sisi, semenjak Sisi pindah kesebelah rumahnya, Pak dan Ibu Joni merasa senang karena anak anak mereka tinggal di kota dan negara yang berbeda sedangkan anak bungsunya yang laki laki masih kuliah sambil bekerja.
Siang harinya, Ibu Joni mondar mandir didepan rumahnya, menunggu Pak Joni yang sedang bersiap menuju warga baru mereka.
"Bu, ayo, temani bapak kerumah warga baru itu"
dan mereka berdua kerumah wanita tetangga sisi tersebut, setelah mengetuk lama, pintu rumah itu pun terbuka, seketika Bapak Joni memalingkan mukanya sambil mengucapkan Istighfar berulang kali, kemudian berkata kepada istrinya
"Bu, tolong selesaikan, aku bisa gila disini" Pak Joni pun memberikan buku yang berisi data warga yang ada di Cluster tersebut sambil kemudian berlarian pulang kerumahnya.
Bu joni menerima buku tersebut namun matanya terpaku melihat yang membuka pintu tersebut, seorang wanita tanpa memakai busana lengkap membuka pintu dengan santainya, hanya memakai dalaman berwarna merah.
"masuk atau disitu aja nih?" ucap wanita tersebut santai
" disini saja boleh, biar saya catat sambil berdiri kalo anda keberatan, namanya siapa mbak?" sambil membuka buku dan bersiap mencatat
"saya cupi, pekerjaan artis penyanyi, saya tinggal disini sama anak saya namanya Ambar, dia kelas 5 Sekolah Dasar dan satu lagi sama Inah pembantu saya, jadi total kami bertiga, kalo suami saya sudah hilang gak tau kemana(sambil tertawa)" jelas wanita itu lugas
__ADS_1
wanita tersebut sungguh sukses membuat Bu Joni terpaku dan bengong sepanjang sang wanita menjelaskan.
Warning alert bagi para suami di sekitar cluster ini, aku harus memperingatkan para istri untuk lebih mendekap suami suami mereka, pikir bu Joni saat itu.
Tiga Bulan Kemudian
Seorang anak kecil memakai rok merah sedang berjalan dari cluster cendana kedepan gerbang utama perumahan rumah Sisi, anak anak Sisi pun bertanya
"Mama, anak ini kasihan sekali harus berjalan sendiri kedepan?" ucap Qira, anak sulung Sisi
"Memangnya siapa anak ini? rumahnya yg mana nak?" tanya Sisi
" Tidak tahu, tapi kakak sering liat dia iji berjalan kaki dan pulang naik angkutan umum ma"
"oh ya?coba kita ajak kedepan ya kan lumayan bisa membantu dia" lalu Sisi pun membuka kaca dan berjalan pelan beriringan dengan anak tersebut serta mengajak anak tersebut untuk ikut sampai kedepan
" Nak, sekolahnya dimana?ayok ikut kami aja sampe kedepan" tanya Sisi ke anak tersebut, sang anak pun ragu ragu, lalu melihat jauhnya pintu gerbang, akhirnya dia mau masuk mobil.
__ADS_1
Badannya kurus sekali, semenjak itu, anak tersebut sering ikut di mobil nya Sisi ketika pagi pada saat mengantar anak anaknya sekolah.