Ibu Rumah Tangga

Ibu Rumah Tangga
Tinggal bersama Anak


__ADS_3

"Bunda tinggal bersama kak Raya. kan kak Raya yang paling tua di antara kita". Kata Nicolas.


"Nico kamu ini!, bukan kah kamu sudah menerima uang bunda dan ayah. kenapa sekarang menolak tinggal bersama bunda?!". Kata Raya kesal.


"Saya tidak menolak kak, tapi saya harus bepergian ke luar kota untuk menjalankan usaha. nanti siapa yang merawat bunda kalau saya tidak di rumah".


"Pram gimana kalau bunda ikut bersama mu dulu?". Tanya Raya.


"Kakak kan tahu aku dan istri ku sibuk bekerja nanti siapa yang akan meladeni bunda di rumah?".


"Lex?!".


"Kak kuliah doktor ku belum selesai apa bunda harus ikut keluar negeri bersama ku?, kalau bunda mau silahkan".


Mahendra meneteskan air matanya. mendengar perdebatan anak-anak bunda yang tidak mau tinggal bersama bunda.


"Biar bunda ikut dengan ku". Kata Mahendra.


"Tidak perlu!, kau bukan anak kandung bunda biar bunda ikut kami!". Kata Raya.

__ADS_1


Mahendra mengalah dan mengantarkan bunda ke rumah Raya.


Bunda tiba di rumah Raya, anak sulungnya. rumah itu begitu luas dan mewah. bunda senang melihat anaknya sukses. anak dan istri Raya tidak dekat dengan bunda. mereka mengacuhkan bunda.


"Kenapa sih bund kok nggak tinggal sama Pram atau Alex saja?". Tanya istri Raya.


"Bunda ingin rata ikut kalian semua, nanti gantian". Kata bunda tanpa prasangka apa-apa.


Mahendra menelpon bunda menanyakan kabar bunda di rumah Raya.


"Bunda sehat di sana?".


"Alhamdulillah sehat bund, bunda sudah makan".


"Bunda sudah makan banyak tadi sampai kekenyangan. istri Raya masak banyak makanan enak". Kata bunda sembari tertawa.


Mahendra tersenyum pedih, ia tahu bunda sedang berbohong padanya. istri Raya tidak bisa memasak dan setahu Mahendra kakak iparnya itu paling tidak suka di dapur.


"Bun, saya dan istri selalu menunggu bunda untuk tinggal dengan kami".

__ADS_1


Bunda terdiam air matanya meleleh.


"Sudah dulu ya nak, besok bunda telpon kamu. sampaikan salam pada istri mu ya".


Bunda menutup telepon dan kembali ke kamarnya. bunda rindu suasana kost dan rumahnya. bunda rindu memasak di dapurnya.


"Bund lusa saya mau ada perjalanan bisnis, bunda tinggal dulu di rumah Pramadya".


Bunda mengemasi barangnya dan diantarkan Raya ke rumah Pramadya anak keduanya.


Rumah itu luas dan megah. di samping ada tempat praktik dokter Pramadya. bunda bangga anaknya telah menjadi dokter seperti yang di cita-citakan ayahnya.


"Bund saya dan istri sibuk bekerja di rumah sakit. jadi bunda di rumah dengan pelayan dan tolong bunda bantu untuk mengawasi anak kami, cucu bunda".


Bunda mengangguk senang karena bisa bermain dengan cucunya.


Tapi lama-lama bunda kelelahan di rumah Pramadya. selain mengasuh cucunya bunda juga terkadang membantu pekerjaan rumah. di rumah besar itu cuma ada satu orang pelayan.


Lagi-lagi bunda merindukan rumahnya. diam-diam bunda pergi ke rumahnya yang dahulu.

__ADS_1


Rumah itu di jaga seorang lelaki berusia 40 tahun. Kos nya masih tetap di buka. suasana sepi karena sedang libur semester dan anak-anak pasti pulang ke rumah. bunda melihat dapurnya yang dulu. tetap utuh dan bersih. tanaman yang bunda letakan di sana masih terlihat segar dan terawat. tidak ada yang berubah sedikit pun dari rumah itu. bunda berjalan menuju ruang depan semua tetap sama. lukisan yang bunda pajang juga masih tergantung disana.


__ADS_2