Identitas Rahasia Sang Mafia

Identitas Rahasia Sang Mafia
Episode 17 California


__ADS_3

Episode 17 California


Malam dini hari pukul 00.00 Belmond dan Ilona sudah terbang ke California menggunakan pesawat pribadi Ilona.


Tak terasa mereka berdua sudah sampai di California - Amerika Serikat.


Ilona pun segera mengajak Belmond untuk ke tempat yang Dituju yaitu di laut.


Sampailah kini mereka di tengah laut itu menggunakan sebuah kapal yang mewah.


Tiba - tiba tanpa di minta air mata Ilona luruh seketika mengingat kejadian kelam 15 tahun yang lalu masih berbekas hingga kini.


Belmond yang melihat itu refleks mengusap air Ilona.


Ilona merasa risih ia segera menepis tangan Belmond kemudian memberikan tatapan maut.


“Glek” Belmond kesusahan menelan saliva nya sendiri.


Belmond bergidik ngeri seperti Ilona ingin menelan Belmond hidup - hidup.


“Jangan lancang Tuan!!!” peringat Ilona dengan menekan setiap kata sembari melotot kan matanya.


“Oke - oke, jangan melotot seperti itu. Kita cari bukti” elak Belmond dari pada ia mendapatkan tatapan tajam.


“Hmm..” sahut Ilona.


Kemudian mereka berdua menepi sebelah kapal seorang pria paruh baya berusia 50 tahun yang tak lain seorang kakek - kakek.


Dengan sopan Ilona bertanya “Permisi Tuan, saya mau bertanya. Anda tahu kejadian pembunuhan 15 tahun yang lalu di laut ini?” tanya Ilona sesampainya menghampiri seorang kakek tua yang di ketahui menjadi nelayan yang tengah mencari ikan.


“15 tahun lalu?” tanya kakek itu memastikan pendengaran nya tidak bermasalah.


“Iya , Tuan” Jawab Ilona dengan senyum ramah.

__ADS_1


“Sebentar, saya ingat - ingat dulu, sepertinya saya pernah dengar tapi saya tidak tau kejadian sebenarnya” jelas kakek itu.


“Oh, makasih ya Tuan infomasi nya” ucap Ilona berterima kasih kepada Kakek sembari agak membungkuk kan badan tanda hormat.


“Ya sudah kami permisi Tuan” ucap Belmond berbalik badan dan ingin melangkahkan kakinya bersama Ilona, tetapi baru 1 langkah suara kakek itu menghentikan langkah mereka.


“Tunggu nak!!” stop Kakek itu.


Belmond dan Ilona pun lantas membalikkan badan nya dan menghampiri kakek itu.


“Ada apa Tuan?” tanya Ilona dan Belmond bersamaan.


“Saya baru ingat dulu memang ada saksi nya, teman saya tetapi ia sekarang sedang sakit dan berada di rumahnya ” ucap kakek itu.


“Oh benarkah Tuan?” tanya Ilona dengan wajah berbinar - binar.


“Iya nak” sahut kakek itu.


“Trimakasih Tuan” ucap Belmond kemudian mereka berdua pamit dan akan pergi menuju tempat yang di maksud.


Di dalam mobil yang akan mereka tumpangi menuju alamat teman kakek tadi Belmond membaca alamat itu.


Street Feronica Number 1999 California.


Itulah alamat yang tercantum di kertas itu.


”Jalan Feronica?” batin Belmond ia merasa tidak asing dengan jalan itu.


Kini yang duduk di kursi kemudi adalah Ilona, Ilona menambah kecepatannya, menyelip setiap kendaraan yang dilaluinya.


“Cit.....” Gesekan ban mobil dengan aspal menandakan mobil telah berhenti.


Ilona mengamati sekelilingnya perkampungan kumuh itulah yang ada di benak Ilona saat ini.

__ADS_1


Sedangkan Belmond pikirannya berputar pusing sangat pusing ketika ia melihat kawasan perkampungan kumuh itu.


“Akh.... pusing..... gelap.... apa itu?” racau Belmond sembari memegang kepalanya yang berputar - putar. Ilona yang melihat itu pun lantas menghampiri Belmond yang tengah kesakitan sembari memegangi kepalanya.


“Kau kenapa?? ” Tanya Ilona sembari tangannya mengambil minyak kayu putih dan Ilona oleskan di pelipis Belmond.


Belmond menggelengkan kepalanya.


Bersambung....


.


Trailer Next Episode :


Bau busuk menyengat di indra penciuman Belmond, tapi Ilona sepertinya ia sudah terbiasa.


Belmond yang tidak tahan pun muntah.


“Huekk - huekk”


“Kau kenapa lagi.??” tanya Ilona sembari memijat tengkuk Belmond.


Bukannya menjawab tetapi Belmond malah pingsan.


“Brukk”


“Eh - eh - eh, kok tidur??, belum malam loh” ucap Ilona karena Belmond yang tiba - tiba tidur alias pingsan. Tetapi itulah Ilona ketika melihat tawanannya pingsan ia mengira jika tidur, oleh karena itu Ilona semakin bersemangat ketika menyiksanya tanpa ada perlawanan.


“Menyusahkan Cihh” desis Ilona sembari meludah ke sembarang arah.


.


Budayakan tap like setelah membaca setiap Episode

__ADS_1


__ADS_2