
Tidak menunggu waktu yang lama lagi, dua truck yang mengantar cat itu sudah sampai di depan mansion megah milik Ilona.
Para pengawal yang berjaga pun segera mengambil semua cat yang ada di truck itu.
Ilona pun melihat dengan seksama para pengawalnya yang sedang membantu menurunkan cat itu.
Setelah semua cat di turunkan akhirnya para pekerja itu pun pamit undur diri.
Ilona pun berjalan dengan anggun hingga tiba-tiba suara telepon dari benda pipih yang sedang ia bawa bergetar menandakan ada notifikasi masuk.
Secepat kilat pun Ilona mengambil benda pipih itu dan alangkah kaget nya, Ilona melihat video Barron yang sedang bermanjaan dengan Lusi, entah siapa yang mengirim video itu.
“Apa ini?,” gumam Ilona di iringi senyum kemenangan.
“Akhirnya dua orang itu kini sudah bisa menerima satu sama lain,” ucap Ilona bahagia. Tak terasa air mata Ilona tiba-tiba keluar begitu saja merasa bahagia.
“Huh... sekarang saatnya aku memperbaiki hubungan ku dengan Belmond,” ucap Ilona. Tangannya terulur untuk mengetuk pintu kamar bayi 1 tahun. Dengan rasa kasih sayang Ilona berjalan pelan-pelan Dan kemudian mengelus bayi mungil yang telah terlelap usai di beri susu oleh sang baby sister.
__ADS_1
“Kamu lucu sekali sayang,” Ucap Ilona gemas sembari mencubit kecil pipi bayi itu.
Merasa ada yang mengganggu tidur nga, akhirnya bayi itu pun mengerjap Kn matanya dan yang pertama ia lihat adalah wajah cantik Ilona. Sontak Bayi itu menangis seketika.
“Oh, ayolah sayang. aku tidak akan memukul mu,” bujuk Ilona tetapi bayi itu masih saja menangis.
“Cilup Ba...” ujar Ilona sembari menutup mukanya menggunakan kedua telapak tangannya kemudian ia buka. Bayi itu pun merasa terhibur, tangisan pun tidak terdengar lagi.
“Anak pintar nggak boleh nangis oke,” ucap Ilona sembari mengelus kepala bayi itu dengan rasa kasih sayang yang amat tinggi.
Tak terasa waktu telah berganti sore hari, bayi itu pun dimandikan oleh baby sister kemudian Ilona ingin memakaikan bayi itu baju sendiri sang baby sister pun membantu Ilona untuk memakaikan bajunya.
“Wahhh sekarang sudah wangi,” ucap Ilona sembari mencium kening bayi itu.
“Sekarang tinggal menunggu si Belmond, eh maksud ku kita tinggal menunggu papa,” ucap Ilona di akhir ri kekehan ringan.
“Papa,” ucap bayi itu membuat pandangan Ilona seketika terpusat pada bayi itu.
__ADS_1
“Iya, Papa, terus sekarang panggil aku Mama, ingat ma - ma,” titah Ilona dengan menekan suku kata Ma ma.
“Mama,” celetuk bayi itu sembari menatap dalam mata Ilona.
“Aduh, anak Papa sudah pintar, ” ucap Belmond yang entah sejak kapan sudah berdiri di belakang Ilona, hingga hampir membuat Ilona terlonjak kaget.
“Sejak kapan kau di situ Hah?” pekik Ilona sembari melotot kan matanya je arah Belmond.
“Sejak kau bilang kita tinggal menunggu papa,” jelas Belmond tentu di jawab anggukan oleh Ilona.
“Apa kau setuju jika dia memanggil ku dengan sebutan Papa?” tanya Belmond sembari menaik turunkan alisnya.
“Jika kamu setuju aku juga akan setuju,” sahut Ilona mantap tanpa ada bantahan sedikit pun.
.
Bersambung....
__ADS_1