
Episode 34 Club Malam
Ketika Barron pulang ia mampir di sebuah club untuk melampiaskan rasa kesal nya.
Begitu Pun dengan Lusi ia juga melampiaskan semua rasa kesal, emosi nya dengan pergi ke Club. Lusi sudah tak memikirkan apakah dengan meminum, minuman yang mengandung alkohol akan membuat kandungan nya kenapa - kenapa. Lusi sudah bodo amat dengan semua itu.
Barron sudah sampai di parkiran Club itu dengan wibawanya. Barron berjalan dengan angkuh melewati lorong para manusia yang tengah menikmati suasana kelap-kelip lampu di dalam Club itu.
Secara tak sengaja Barron menabrak seorang Wanita malam yang tengah mabuk sehingga membuat Barron terhuyung ke belakang.
“Brukk”
“Nona,” panggil Barron dengan menahan tubuhnya yang hampir berciuman mesra dengan lantai marmer.
Wanita yang berada di atas Barron pun segera bangkit dari atas tubuh Barron.
“Emm... Maaf Tuan,” ujar Wanita itu sembari memegang kepalanya, karena rasa pusing yang tiba-tiba melanda dirinya.
“Hmm,” sahut Barron dengan dingin sembari berjalan meninggalkan Wanita malam yang secara tak sengaja menabraknya tadi.
Barron pun masuk disebuah ruang VIP khusus untuk Barron dan beberapa temannya.
Sampai didalam terlihat jika sahabat Barron yang ber jas warna hitam sedang meneguk segelas wine yang ada ditangannya.
Barron pun melepas jas nya kemudian ia melemparkan jas nya secara asal. Lalu Barron ikut duduk di sofa yang ada di ruangan VIP club itu.
Kemudian sahabat Barron itu memulai pembicaraan kala Barron sudah bisa duduk santai.
__ADS_1
“Heyyy Bro apa yang sedang kau fikirkan?” tanya Pria ber jas hitam yang tak lain bernama Firman.
Barron menoleh ke asal suara, tiba - tiba sebuah senyum misterius ia lemparkan kepada Firman. Membuat Firman bergidik ngeri melihat sahabatnya yang seperti kerasukan setan.
“Lo sehat Bro?” ujar Firman sembari tangannya menyentuh kening Barron.
Barron segera menepis tangan Firman dari keningnya dengan kasar.
“Sehat lah,” ketus Barron menatap sebal sahabat nya itu.
“Lalu hal apa yang membuat seorang Barron Vega Turgana, tersenyum secara misterius malam ini,” ejek Firman kepada Barron.
“Karena besok Gue akan menikah,” jelas Barron sontak membuat Firman membelalakkan matanya tak percaya.
“Hahh apa coba Lo bilang sekali lagi,” pinta Firman mendapatkan sebuah pukulan ringan dari Barron.
“Sama siapa heh? siapa yang mau menikah dengan seorang casanova kayak Lo,” ejek Firman dengan mengangkat sebelah kakinya ke atas kaki yang lainnya karena mereka berdua duduk di sofa.
“Noh si Lusi,” jawab Barron enteng.
“Lusi? Lusi siapa Barron?” geram Firman tidak puas akan jawaban yang dilontarkan Barron.
“Itu Wanita yang pernah Gue tidurin, ” jawab Barron membuat mulut Firman terbuka lebar.
“Wait, bukannya Lo gak suka ya sama barang bekas. Upss maaf,” lancang Firman minus akhlak.
“Gue memang nggak suka sama barang bekas, tapi mau gimana lagi toh dia sekarang lagi mengandung anak Gue,” ucap Barron dengan menyalakan sebatang rokok yang ia apit di sela-sela jari nya.
__ADS_1
“Yang mana sih orang yang namanya Lusi, Lo punya fotonya?” ujar Firman.
“Bentar kayaknya ada,” jawab Barron sembari mengambil benda pipih yang ada di saku celananya.
Kemudian Barron membuka handphone itu dan menunjukkan foto Lusi kepada Firman.
“Ini dia orangnya,” ucap Barron dengan menunjukkan foto seorang wanita **** yang hanya mengenakan dress ketat sepaha berwarna merah terang.
“Sial, tubuhnya menggoda,” umpat Firman menelan saliva nya sendiri melihat foto Lusi.
.
Bersambung......
Judul Novel : Dikhianati Karena Tak kunjung Hamil
Napen : Senja_90
Blurb : Kehamilan merupakan sebuah impian besar bagi semua wanita yang sudah berumah tangga. Begitu pun dengan Arumi. Wanita cantik yang berprofesi sebagai dokter bedah di salah satu rumah sakit terkenal di Jakarta. Ia memiliki impian agar bisa hamil. Namun, apa daya selama 5 tahun pernikahan, Tuhan belum juga memberikan amanah padanya.
Hanya karena belum hamil, Mahesa dan kedua mertua Arumi mendukung sang anak untuk berselingkuh.
Di saat kisruh rumah tangga semakin memanas, Arumi harus menerima perlakuan kasar dari rekan sejawatnya, bernama Rayyan. Akibat sering bertemu, tumbuh cinta di antara mereka.
Akankah Arumi mempertahankan rumah tangganya bersama Mahesa atau malah memilih Rayyan untuk dijadikan pelabuhan terakhir?
__ADS_1
Kisah ini menguras emosi tetapi juga mengandung kebucinan yang hakiki. Ikuti terus kisahnya di dalam cerita ini!