
Episode 24 Hutan
Ilona berjalan seorang diri masuk ke dalam hutan itu lebih dalam lagi. Menyisir setiap jengkal hutan yang sangat asing di matanya.
Hingga ketika ia berhenti di sebuah Mansion yang sangat mewah di dalam hutan ini. Ilona bertanya - tanya di dalam lubuk hatinya “Mansion siapa ini?”.
Ilona mengendap - endap berjalan menuju Mansion yang dijaga Ketat oleh beberapa pengawal yang menjaganya.
Ilona bersembunyi di balik sebuah pilar yang ada di halaman samping Mansion.
Dengan langkah pelan ia berjalan ke arah belakang mansion itu hingga suara bariton menghentikan langkahnya.
“Sedang apa kau disitu?” ucap seorang pria yang diketahui bernama Barron.
Ilona membalikkan badannya menatap seorang pria yang baru saja berucap, menatap jengah orang itu sembari berkacak pinggang dan siap - siap untuk melontarkan perkataannya.
“Oh God. Ada kau disini?” Ilona tak habis fikir dengan Barron selalu ada dimana - mana seperti setan.
Barron mengerutkan keningnya.
“Memang kenapa kalau aku ada disini” ucap Barron dengan langkah mendekati Ilona.
“Kau seperti setan dimana - mana selalu ada” jengah Ilona sembari menatap wajah Barron yang ya.... lumayan tampan Ilona mengagumi ketampanan Barron.
“Setan!!, Kau yang setan!!” teriak Barron ia tidak terima dikatakan setan.
“Oh, ya... secantik ini kau bilang setan” gelak tawa Ilona menggelegar di samping Mansion mewah itu.
“Tawa mu saja melebihi pocong dan kuntilanak” bantah Barron.
“Siall” umpat Ilona dengan geram, kemudian ia mengeluarkan sebuah pistol dan ia arahkan di kening Barron.
Barron pun terlonjak kaget. Sebelum Ilona berhasil menarik pelatuk itu Barron sudah berhasil menghindar.
__ADS_1
“Dor..”
Bunyi nyaring di siang hari itu sontak membuat semua orang yang ada di Mansion itu berlarian turun ke bawah. Alangkah kaget nya mereka melihat Tuanya bersama seorang wanita memegang sebuah pistol di tangan kanan nya.
“Tuan Anda tidak apa - apa?” tanya salah satu maid yang paling tua kepada Barron.
Barron pun mengangkat satu tangannya ke atas pertanda ia baik - baik saja.
Kemudian semua maid pun kembali lagi kedalam mansion.
Ilona menyimpan kembali pistol nya.
“Oh, jadi ini Mansion mu?” tebak Ilona tetapi diabaikan oleh Barron.
Barron pun masuk kedalam mansion nya, tentu saja Ilona mengekor di belakangnya.
Barron merasa risih kemudian ia menyuruh Ilona pergi dari mansion nya.
“Heyy... kau pergi dari mansion ku!” bentak Barron menggelegar di mansion itu.
“Ada ap- Ilona” ucap Belmond ketika melihat Ilona ada di belakang Barron.
“Tuan Belmond” ucap Ilona melihat Belmond datang.
“Ternyata kau disini!, aku mencari mu kemana - mana” ujar Belmond.
“Tunggu, jadi yang kau cari namanya Ilona itu dia” sahut Barron sembari menunjuk Ilona.
“Hmm..” sahut Belmond.
“Ya Tuhan, dunia memang sempit ya” gumam Barron sembari menggelengkan kepalanya.
“Ilona kau tahu Kakek Marko sudah meninggal dunia” ucap Belmond.
__ADS_1
“Hah!! kapan??” pekik Ilona ia kaget jika Marko sudah meninggal.
“Kemarin” jawab Belmond.
“Dan apa informasi yang kau dapatkan?” tanya Ilona.
“Kakek Marko bilang jika orang yang membunuh itu berumur 45 tahun saat itu” jawab Belmond.
Barron yang mendengar percakapan antara Belmond dan Ilona pun menyunggingkan senyum kemenangan. Apalagi mendengar kalimat “Kakek Marko sudah meninggal dunia”. Entah apa yang direncanakan Barron kali ini.
“Ehem.., karena aku Tuan rumah yang sangat sopan. Aku mempersilakan kalian berdua untuk masuk ke dalam mansion ku” ujar Barron memotong percakapan antara Ilona dan Belmond.
“Tunggu, tadi kau bilang apa? Tuan rumah? mansion? berarti ini mansion mu?” tebak Ilona.
“Ya..” sahut Barron.
“Astaga ternyata ada ya, orang yang membuat mansion mewah di tengah hutan” gumam Ilona sembari menggelengkan kepalanya, dan ucapannya hanya di dengar oleh Barron.
“Ya ada lah, nih buktinya” ujar Barron bangga.
Mereka bertiga pun masuk ke mansion itu tentu saja di sambut oleh para maid.
.
Bersambung...
Budayakan selalu tap like setelah membaca setiap episode.
Masukkan Favorit.
Beri hadiah.
Beri Vote.
__ADS_1
Ramaikan kolom komentar.
Saya Author eviwidiantii_ mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal Aidzin Wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan Batin”