Identitas Rahasia Sang Mafia

Identitas Rahasia Sang Mafia
Episode 35 Dasar Lancang


__ADS_3

Episode 35 Dasar Lancang


Tiba-tiba tanpa mereka sadari Lusi ternyata juga berada di kamar mandi yang ada di ruangan VIP itu bersama dengan seorang pria paruh baya yang tengah memeluk Lusi.


“Ceklek”


Suara pintu di buka sontak membuat Barron dan Firman menoleh ke arah pintu kamar mandi. Barron menggertak kan giginya serta mengepalkan tangannya.


“Berani sekali si Tua Bangka itu mengusik barang milikku,” lirih Barron yang hanya bisa didengar olehnya.


Lusi berpelukan dengan mesra layaknya sepasang pengantin baru dan hal itu membuat Barron emosi seketika.


Secepat kilat Barron berlari kemudian menghampiri Lusi dan dengan emosi yang meluap - luap sebuah bogem mentah Ia berikan kepada Tua Bangka itu.


“Bugh”


“Bugh”


“Bugh”


Tak hanya bogem mentah bahkan Barron juga menendang tubuh pria itu beberapa kali. Hingga membuat Lusi menjerit ketakutan melihat betapa brutal nya Barron ketika marah.


Dan terakhir Barron mengeluarkan sebuah pistol kesayangan miliknya dari saku celananya. Menarik pelatuknya dan Dorrr.


Tembakan itu berhasil mengenai tangan Si Tua Bangka itu.


“Firman, urus dia,” titah Barron segera dilaksanakan oleh Firman.

__ADS_1


Sedangkan Barron ia menarik paksa Lusi yang termenung ketakutan.


“Lepas!!!, Tuan tolong lepaskan,” pinta Lusi dengan air mata yang menetes menahan perih ketika pergelangan tangan nya ditarik oleh Barron secara kasar hingga membuat luka yang mengeluarkan darah.


Bukannya melepasnya justru Barron semakin menarik kasar tangan Lusi. Lusi pun hanya bisa pasrah akan apa yang dilakukan Barron.


Barron kemudian menarik Lusi dan membawanya di sebuah kamar Club yang berada dilantai tiga.


Sesampainya disana Barron membenturkan tubuh Lusi ke dinding. Tak lupa Barron mengunci pintunya dari dalam. Kemudian Barron menghimpit tubuh Lusi ke dinding. Hingga Lusi tidak bisa untuk bergerak sama sekali.


“Kau tahu? tubuh mu ini hanya seorang Barron saja yang boleh memegang nya dan menikmati nya,” bisik Barron sensual di telinga Lusi, hingga membuat bulu kuduk Lusi berdiri.


Tanpa babibu Barron melahap kasar bibir Lusi yang sangat menggoda itu. Lusi ingin melawan tetapi Barron menggigit bibir bawah Lusi, hingga bibir itu berdarah.


Tangan Barron menyelinap masuk kedalam Kaos Lusi, meremass dua gunung kembar yang sangat kenyal. Hingga Lusi menjerit dibuatnya terbang.


.


Keesokan harinya.


Disebuah gedung pernikahan.


Pernikahan antara Barron dan Lusi telah selesai dilaksanakan.


Dua insan itu sudah sah menjadi pasangan suami istri. Pernikahan yang dilaksanakan hanya sederhana tak semewah Biasanya, meskipun Barron bergelimang harta.


Ilona datang di acara pernikahan Lusi dan Barron. Begitu juga dengan Belmond ia juga datang di acara pernikahan sepupunya.

__ADS_1


Ilona seorang diri kini berada di balkon gedung itu menikmati senja yang menyapa ketika sore hari datang.


Tiba-tiba sebuah tangan kekar memegang pundak Ilona. Sontak Ilona terkejut dan berakhir melompat di tempat. Untung Ilona tidak melompat terjun ke bawah.


“Aaaa” teriakan Ilona dengan jantung berdetak kencang.


Ilona pun membalikkan badan nya dan ia melihat Belmond yang sudah berdiri dibelakangnya dengan senyum yang sangat aneh menurut Ilona.


.


Bersambung....


Rekomendasi novel buat kalian nih


Judul : Akhir Pernikahan Dini


Napen : CovieVy



Blurb :


Seperti biasanya, Bang Alan pulang kerja ketika Azan Subuh mulai menggema. Saat itu pula aku mulai bekerja mengais rezeki sebagai buruh cuci, pakaian para tetangga.


Sebelum mencuci pakaian orang lain, aku memprioritaskan mencuci pakaian keluargaku sendiri. Namun, aku sungguh dikejutkan oleh benda keramat dari kantong celana yang digunakan suamiku tadi malam.


Benda itu merupakan sebuah bekas bungkus ****** yang dulu sering aku lihat di televisi. Ini milik siapa? Kenapa ada di kantong celana milik suamiku?

__ADS_1


Kepoin yuk gaes 🤗


__ADS_2