Identitas Rahasia Sang Mafia

Identitas Rahasia Sang Mafia
Episode 57


__ADS_3

“Baiklah aku akan menjawab pertanyaan mu, sebelumnya perkenalkan aku Casandra, teman Tuan Belmond. Aku masuk ke sini sudah izin dengan Tuan Belmond,” jelas Wanita yang diketahui bernama Casandra.


“Lalu?” tanya Ilona heran dengan alis yang ia naikkan kemudian ia turunkan.


“Aku hanya ingin bertamu,” ucap Casandra dengan menampilkan senyum yang selalu ia suguh kan untuk semua orang yang selalu ia ajak bicara.


.


Hari berganti hari, bulan pun berganti bulan. Kini usia kehamilan Lusi sudah mencapai 4 bulan.


Perut Lusi pun juga sudah besar tidak seperti biasanya.


Barron juga memanjakan Lusi bak seorang ratu yang ada di mansion nya.

__ADS_1


Lusi pun juga mulai membuka hati untuk Barron pria yang belakangan ini selalu menemani nya setiap hari. Bahkan ketika Lusi me ngidam ingin memakan buah mangga yang ada di pekarangan tetangganya dengan cara Barron memanjat pun. Barron menyanggupi permintaan istrinya itu.


Seperti yang mereka berdua lakukan, tepatnya di balkon kamar mereka menikmati senja di sore hari dengan ditemani oleh secangkir kopi dan secangkir teh hangat sudah membuat dua orang berbeda kelamin itu merasa lebih baik.


Apalagi sekarang Lusi tengah bermanjaan dengan Barron sudah seperti seorang pengantin baru.


Disisi lain bumi tepatnya di mansion Belmond juga terjadi pemandangan yang membuat kita tersenyum pasalnya sekarang Belmond dan Ilona juga tengah bermanjaaan. Entah sejak kapan dua orang manusia itu telah menjadi pasangan yang sah, bukan lagi pasangan kontrak lagi.


Dan anak laki-laki itu kini bernama Putra Vino. Nama itu diberikan oleh Belmond dan Ilona setelah beberapa minggu yang lalu. Dari pada tidak di beri nama mending Ilona dan Belmond yang membuatkan nama untuk satu anak itu.


Putra, anak itu kini sudah bisa menguasai bela diri dikarenakan didikan yang keras yang diberikan oleh Belmond maupun Ilona, mereka hanya mau anak angkat mereka mempunyai mental yang kuat. Meskipun bukan anak kandung tetapi Ilona maupun Belmond tak pernah mempermasalahkan nya, justru pernyataan satu ini menjadi tolak ukur apakah mereka berdua benar-benar ingin mempunyai ataupun mengadopsi anak atau tidak.


Tidak hanya bela diri yang di ajarkan Oleh Belmond maupun Ilona tetapi kemampuan memanah juga Belmond ajarkan untuk putra.

__ADS_1


Belmond dan Ilona pun memberikan dan melatih Putra juga ada sebabnya, seperti kejadian beberapa bulan yang lalu.


Suatu hari putra tengah bermain seorang diri ditengah taman tiba-tiba sebuah benda tajam melayang tepatnya di atas kepala Putra. Karena insting Putra yang tajam, Putra pun bisa menghindari sebuah benda tajam tadi.


Sejak saat itulah ketika Putra bercerita kejadian tentang jika dia selalu di ganggu oleh sebuah benda tajam Belmond dan Ilona memutuskan untuk melatih Putra, dan untungnya Putra mau dan berminat mengikuti latihan rutin yang dilakukan oleh Mama dan Papa nya itu guna, keselamatan diri.


“Putra sini sayang!” panggil Belmond sembari menunggu Putra yang tengah memakai baju khusus latihan bela diri.


“Iya, papa sebentar,” sahut Putra sembari berlari menghampiri sang papa ketika ia sudah selesai mengenakan pakaian nya.


Ilona yang memang mempunyai watak yang keras pun mulai menghitung setiap gerakan Putra.


“CEPAT PUTRA!!” bentak Ilona sembari melotot kan matanya ke arah Putra.

__ADS_1


Mendengar suara nyaring dari sang ibu, Putra pun menambahkan kecepatan berlarinya.


“CEPAT PUTRA!! SATU, DUA, TIGA,” pekik Ilona sembari menghitung satu, dua, tiga.


__ADS_2