
Sedangkan di Rumah Sakit.
Belmond tergopoh-gopoh membopong tubuh kakek Marko kedalam ruang IGD. Banyak dari mereka yang keheranan dengan Belmond, pakaian Belmond kemeja putih kini sudah berubah menjadi warna merah akibat terkena darah Kakek Marko yang terus mengalir dari dadanya, tetapi Belmond tak peduli akan penampilannya. Yang ia fikirkan saat ini adalah kondisi Kakek Marko.
Setelah Belmond membaringkan tubuh Kakek Marko ke salah satu brankar IGD ia segera ke kamar mandi yang ada di IGD untuk berganti pakaian untung ia membawa beberapa baju ganti.
Setelah selesai berganti pakaian Belmond menunggu seorang diri di depan ruang IGD menunggu dokter yang menangani Kakek Marko keluar.
Setelah 15 menit menunggu akhirnya dokter yang di tunggu keluar.
Dengan secepat kilat Balmond menghampiri dokter yang mengenakan jas warna putih dan bertanya soal kondisi Kakek Marko.
“Ceklek”
Pintu ruang IGD itu terbuka.
“Dok!, bagaimana kondisi Kakek Marko?” tanya Belmond langsung ke intinya.
“Peluru bersarang tepat di jantung nya oleh karena itu kami meminta izin kepada keluarga Pasien untuk melakukan operasi pengangkatan peluru ” jelas Dokter itu.
“Lakukan yang terbaik dok” sahut Belmond.
“Kalau begitu Anda tolong urus administrasi pasien terlebih dahulu” titah Dokter itu kemudian Belmond mengurus semua administrasi Kakek Marko.
Dokter pun juga akan menyiapkan ruang operasi karena Belmond sudah memberikan izin untuk mengoperasi pasien.
Operasi pengangkatan peluru pun di mulai. Belmond yang menunggu di luar ruangan operasi pun cemas akan kondisi Kakek Marko karena hanya dia satu - satunya saksi yang tahu siapa dalang pembunuhan seluruh keluarga besar Ilona.
Belmond sudah berkali - kali menelfon Ilona tetapi nihil. Ilona bahkan tidak menjawab panggilan itu membuat Belmond cemas akan situasi yang di hadapi sekarang.
Cukup lama Belmond berada di depan ruangan operasi. Hingga lampu ruangan operasi padam barulah Belmond bisa bernafas lega.
“Ceklek”
Pintu di buka memperlihatkan seorang dokter berjas warna putih dengan stetoskop yang menggantung di lehernya.
Belmond pun menghampiri dokter itu.
“Bagaimana kondisi pasien dok?” tanya Belmond penasaran.
“Kondisi pasien kini sudah membaik. Ia akan di pindahkan di ruang ICU terlebih dahulu untuk memantau kondisi pasien. Peluru yang bersarang di jantung nya sudah kami angkat ” jelas sang Dokter membuat Belmond akhirnya bisa bernafas lega.
“Makasih ya dok” untuk pertama kalinya Belmond berterimakasih kepada seseorang.
“Ya, kalau begitu saya permisi ” pamit sang Dokter dari hadapan Belmond.
Belmond pun menunggu Kakek Marko sadar di luar ruang ISU.
Tiba - tiba seorang suster dengan gerak - gerik mencurigakan datang dan langsung masuk ke ruang ICU.
Suster itu melihat ke kanan dan ke kiri seperti sedang memastikan sesuatu ketika dirasa aman suster itu mendorong troli peralatan kesehatan menuju ke dalam ruang ICU.
Belmond yang notabene nya seorang mafia merasa ada yang tidak beres dari suster itu. Ia pun mengendap - endap masuk melalui pintu samping yang biasa dilalui oleh dokter. Setelah berhasil masuk ke ruang ICU, Belmond berdiri di belakang pilar untuk bersembunyi sembari melihat apa yang akan di lakukan Suster yang mencurigakan tadi.
__ADS_1
Dan benar saja firasat Belmond suster itu sedang memotong selang oksigen sehingga membuat Kakek Marko kehabisan nafas.
“Huh - hah - huh - hah”
Nafas kakek Marko kian tidak beraturan Belmond geram ia segera berteriak memanggil dokter dan ia menghampiri suster yang memotong selang oksigen.
“DOKTERRR - TOLONG... DOKTER..... ”
Dengan nafas yang memburu Belmond memberikan bogem mentah tepat di wajah suster itu.
“Bugh..”
“Aww” pekik suster itu sembari memegangi wajahnya.
Dokter pun berlarian masuk ke ruang ICU itu begitu mendengar teriakan dari Belmond yang menggema di ruang ICU.
“Ada apa ini?” tanya Dokter itu keheranan melihat seorang suster mengenakan masker hitam tengah memegangi wajahnya.
Dokter itu belum sadar jika pasien nya tengah sesak nafas.
“Dok!!!, Kakek Marko!!” beri tahu Belmond sembari menunjuk Kakek Marko yang tengah kesulitan bernafas.
Dokter pun melihat arah telunjuk Belmond dan alangkah kaget nya pasien yang baru saja ia operasi tengah kesulitan bernafas lantaran selang oksigen di potong oleh suster tadi.
Selama dokter itu menangani Kakek Marko dan Belmond memperhatikan Dokter itu memasang selang oksigen baru, suster itu menggunakan kesempatan itu untuk kabur tetapi ia kalah perhitungan karena sedari tadi Belmond sudah mengetahui gerak - gerik suster itu.
Suster itu perlahan - lahan mundur, tapi sebelum satu langkah berhasil Belmond sudah menangkap pergelangan tangan suster itu.
“Mau kemana nona??” tanya Belmond dengan tatapan mematikan.
“Kesana hm..?, baiklah mari saya antar!” tawar Belmond dengan senyum menyeringai sembari menarik kasar tangan suster itu.
“Glek” Suster itu kesusahan menelan saliva nya sendiri.
“Sa-ya, bisa keluar sendiri Tuan” tolak Suster itu sembari melepaskan diri dari Belmond, tetapi semakin kuat suster itu mencoba melepaskan diri semakin kuat pula Belmond mencengkram pergelangan tangan suster itu.
“Tak apa” sahut Belmond dengan menyunggingkan senyum smirk.
“Saya permisi ya dok, titip Kakek Marko” pamit Belmond sembari menyeret keluar suster itu.
Dokter itu menganggukkan kepalanya.
Belmond menyeret keluar dari Rumah Sakit ke parkiran Rumah Sakit itu, kemudian ia menghempaskan tubuh suster ke dalam mobilnya.
Beberapa orang dari mereka memperhatikan Belmond aneh, mereka mengira jika suster itu adalah pacar Belmond yang ketahuan selingkuh di Rumah Sakit sehingga Belmond marah kemudian menarik pacarnya dengan kasar dan ia hempaskan di dalam mobil.
“Brakk”
Belmond menutup pintu mobilnya dengan kasar terlihat jelas raut kemarahan yang tercetak di wajah tampan itu.
Suster itu mencoba untuk membuka pintu mobil itu tetapi nihil pintunya di kunci oleh Belmond.
Belmond pun masuk ke kursi kemudi dan ia menyalakan mesin mobil nya kemudian ia injak pedal gas nya menyelip setiap kendaraan yang dilaluinya.
__ADS_1
“Brumm...”
“Brumm...”
“Cit.....”
“Brumm.. - Brumm...”
“Cit....”
Meng gas kemudian mengerem mobilnya mendadak membuat Suster itu ketakutan di samping Belmond.
“Kau ingin cari mati Tuan!!!” bentak suster itu sembari mengambil alih kemudi.
“Kau jangan gila!!!” bentak Belmond balik karena setir mobilnya di rebut sehingga mengakibatkan mobil oleng ke kanan kemudian ke kiri.
Belmond tidak tinggal diam ia kembali merebut balik setir mobilnya.
“Anda ingin cepat - cepat matikan Tuan?, baiklah marilah kita mati bersama ” ucap suster itu sembari memutarbalikkan setir mobil.
Belmond yang sudah terlanjur dibuat marah pun ia menendang tubuh suster yang ada di samping nya hingga membuat tangan suster itu terlepas dari setir mobil.
Belmond pun mengambil alih setir mobilnya hingga keheningan pun terjadi.
Suster itu bungkam seribu bahasa karena tubuhnya sangat sakit akibat tendangan maut yang diberikan Belmond.
Bersambung....
Trailer Next Episode :
“Hmm... Saya tanya, siapa yang menyuruh Anda untuk memotong selang oksigen Kakek Marko?” tanya Belmond sembari terus memojokkan Suster itu.
.
Saya mohon dukungan kalian ya...
Novel ini “Identitas Rahasia Sang Mafia” sedang mengikuti Event Wanita Mandiri silakan beri :
Like ❤
Beri hadiah 😉 🥀
Vote karena besok hari senin...
Ramaikan komentar 🤗
Masukkan rak Favorit supaya mendapatkan notifikasi ketika novel ini Up.
Dukungan kalian semangat Author
Bagaimana pendapat kalian di Episode ini?
Kira - kira suster tadi suruhan siapa ya?? 🤔
__ADS_1
See you next episode Guys...