Identitas Rahasia Sang Mafia

Identitas Rahasia Sang Mafia
Episode 55


__ADS_3

“Hallo Tuan, apa Anda ingat siapa saya?,” tanya Wanita Wanita sembari berjalan memutari tubuh Belmond.


“Tunggu suaranya seperti tidak asing,” gumam Belmond matanya menatap tajam manik hitam milik wanita itu.


“Wah sepertinya Anda mulai mengenal ku Tuan,” bisik Wanita itu tepat di telinga Belmond.


“Casandra,” lirih Belmond hanya bisa di dengar oleh Wanita yang diketahui bernama Casandra.


“Ternyata kau masih ingat Heyy,” ledek Casandra.


“Apakah kau juga masih ingat cewek culun yang pernah kau bully dulu kini ia sudah berubah,” ketus Casandra, sembari ia mengingat kembali masa SMA nya ketika setiap hari Belmond selalu mem bully nya.


“Kau tahu? Remaja perempuan itu, iya dia Casandra orang yang pernah kau bully dulu pernah menjalankan pengobatan di rumah sakit jiwa, dan kau tau selama 20 tahun Heyyy dia berjuang disana sedangkan kau? sebagai pelaku malah enak - enak Disini. Tanpa memikirkan nasip perempuan yang pernah kau Bully,” ucap Casandra sangat menusuk hati Belmond.


“Oh iya, maafkan aku yang dulu,” ungkap Belmond mengingat - ingat betapa kejam nya dia sewaktu masih menempuh pendidikan SMA.


“Maaf?, bahkan kata itu sepertinya tak pantas untuk kau ucapkan Tuan yang terhormat,” bentak Casandra dengan tangan terkepal erat.


Jika dulu Casandra tidak berani membentak Belmond sekarang sebaliknya Casandra berani membentak Belmond.

__ADS_1


“Sudahlah aku mau kembali pasti Tuan ku sudah menunggu ku untuk pulang,” ketus Casandra sembari berjalan berlawanan arah dengan Belmond.


Belmond yang melihat Casandra akan kembali pun menarik Casandra dengan secepat kilat hingga tubuh Casandra terhuyung ke belakang. Tepat sebelum tubuh Casandra mencium tanah Belmond sudah menarik Casandra kembali.


Setelah merasa dirinya tidak terhuyung kebelakang lagi Casandra pun bangkit kemudian menatap tajam Belmond.


“Dasar lancang,” umpat Casandra sembari berlari kencang untuk pergi dari tempat itu.


“Baiklah dia sudah pergi aku akan kembali lagi ke mobil,” gumam Belmond ia segera bergegas berlari untuk sampai mobilnya.


Sesampainya di depan mobilnya, Belmond pun masuk dan kemudian ia menancapkan gas untuk segera sampai ke mansion nya.


Ketika sampai di tengah perjalanan Ilona yang sudah merasa penasaran pun bertanya kepada Belmond.


“Dia?, dia hanyalah teman ku dulu,” ucap Belmond tanpa melihat Ilona.


“Halah jangan bohong kamu,” gertak ilona tidak terima jika Belmond menjawab pertanyaan nya tanpa melihat nya.


“Aku tidak bohong,” kekeh Belmond.

__ADS_1


“Ayo lah sayang, kenapa kau sangat-sangat menuduh ku seperti itu,” ucap Belmond dengan tangan yang mulai menerobos meraba leher jenjang Ilona.


“Aishh, kenapa tangan mu ini, minggir,” ucap Ilona sembari menepis tangan Belmond.


Bukannya berpindah justru tangan Belmond semakin nakal.


“Minggir, sana hush minggir nggak?” Ucap Ilona tetapi tidak dilakukan oleh Belmond.


“Oh oke, kalau begitu pakai cara yang seperti ini,” ucap Ilona sembari memukul tangan Belmond menggunakan tangannya yang satunya.


“Burgh”


“Aww, sakit,” rintih Belmond kesakitan.


Belmond pun melepaskan tangannya dari leher Ilona.


Tanpa mereka sadari ternyata sedari tadi anak laki-laki yang berumur satu tahun itu memperhatikan semua peristiwa yang dialami oleh Belmond.


Dan tepat di depan mata bayi itu, Belmond di pukul oleh Ilona, sehingga bayi itu pun trauma dengan Ilona.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2