Identitas Rahasia Sang Mafia

Identitas Rahasia Sang Mafia
Episode 27 Dendam Kepada Orang Yang Sama


__ADS_3

Ilona mematung di tempat mendengar penuturan pria paruh baya itu, tiba-tiba amarah menguasai dirinya diambilnya sebuah pistol yang ada di brankas kemudian Ilona menarik pelatuk itu dan.


“Dorr,” suara tembakan itu terdengar nyaring begitu saja dikamar itu. Tembakan itu tepat mengenai tangan Pria paruh baya yang sudah terkapar tak berdaya di ranjang.


Ilona tersenyum kemenangan “Akhirnya aku bisa membalas dendam,” gumam Ilona sembari meniup ujung pistol itu. Belum sempat Ilona mengatakan sepatah kata. Suara dobrak kan membuat Ilona melihat ke asal suara.


“Brakkk,” Barron membuka paksa pintu kamar itu ketika mendengar suara tembakan dari arah dalam. Matanya terbelalak kaget melihat Ayah angkat nya mengeluarkan darah dari telapak tangannya. Darah itu mengucur deras mengenai seprei ranjang itu, terlihat rasa kesakitan yang Pria paruh baya itu rasakan.


Amarah Barron mulai memuncak apalagi melihat Ilona memegang sebuah pistol yang sepertinya baru saja ia gunakan untuk menembak.


“Sialan Kau Nona!!,” umpat Barron sembari mengambil sebuah samurai yang menancap di dinding sebelah nya.


Ilona mendengar juga melihat Barron akan menyerangnya. Ilona pun menyeringai licik.


“Come on Tuann!!!, dia memang pantas untuk mati,” ucap Ilona dengan enteng.

__ADS_1


“Dia juga pantas untuk dibunuh,” ucap Ilona tangannya tergerak untuk mengambil belati yang ada di dalam brankas.


“Memang apa yang Tua bangka ini katakan. Hingga Kau ingin membunuhnya?” tanya Barron sembari memainkan samurai di tangannya.


“Cih” Ilona meludah ke samping.


“Asal Anda tahu Tuan, si Tua bangka ini sudah menghabisi seluruh keluarga ku” jelas Ilona tangannya kini memutar - mutar kan belati yang sangat tajam.


“Dan kita punya dendam kepada orang yang sama,” sambung Barron sembari menyunggingkan sebelah senyum di bibirnya.


“Oh god, really?” tanya Ilona matanya berbinar - binar.


“Heyy Tua bangka, bangun kau!!!, kau belum mati kan?” teriak Barron sembari mencengkram dagu Pria paruh baya itu.


Sontak Pria itu melihat ke arah Barron mata Barron seakan terbakar amarah yang kian meledak.

__ADS_1


“Aku belum mati, Wahai anak pungut,” lirih Pria paruh baya itu.


“Anak pungut?, ya aku memang anak pungut,” seru Barron sembari memperkuat cengkraman nya.


“Dan karena itulah aku sangat membencimu. Wahai Tua bangka, meskipun Mama Syilla bukan Ibu kandung ku, tetapi dia adalah wanita terbaik yang pernah aku temui dan kau dengan tidak tahu malunya setelah menguras seluruh harta Mama Syilla kau memperkosaa nya hingga Mama ku meninggal sialan Kauuu!!!” teriak Barron dengan nafas menggebu - gebu tangannya terkepal erat menyalurkan emosi yang sedang meluap - luap.


Ilona yang berdiri tidak jauh dari ranjang itu mendengar jelas teriakan Barron. Kini Ilona tahu ternyata Barron juga mempunyai dendam mendalam dengan seorang pria paruh baya yang sedang tergeletak lemah di ranjang itu.


Ilona memperhatikan interaksi antara Barron dan Pria paruh baya itu.


Barron Vega Turgana seorang pria berusia 30 tahun sepupu dari Belmond. Ketua mafia di California dengan nama Klan Mafia Vega. Barron di kenal sebagai seorang Casanova setiap hari ia gonta - ganti wanita malam hanya untuk menuntaskan hasratt nya. Pria tampan, dan mapan tapi sayang tidak setia kepada pasangannya. Barron adalah Seorang anak yang diadopsi oleh sepasang suami istri di California kala Barron masih berusia 5 tahun di pungut dari jalanan. Anak yang biasanya tidur dikolong jembatan.


Sepasang suami istri itu bernama Syilla dan Reza. Mama Syilla sangat menyayangi Barron sedangkan Reza ia sangat membenci kehadiran anak itu di tengah - tengah pernikahan nya dengan Syilla. Reza yaitu pria paruh baya yang kini terkapar lemah di ranjang.


10 tahun lalu, Reza menguras semua harta milik Syilla setelah selesai mengurasnya hingga habis tak tersisa dengan teganya Reza memperkosaa istrinya yaitu Mama Syilla sampai meninggal. Dan setelah itu Reza mengusir Barron di mansion milik Syilla. Sejak saat itulah Barron mempunyai dendam kepada Reza. Barron bertekad untuk membalaskan dendamnya dengan mendirikan sebuah perusahaan mulai dari nol dengan kaki tangannya sendiri. Kemudian setelah Barron berhasil mendirikan perusahaan raksasa di California barulah ia merebut kembali harta milik Mama Syilla. Kemudian setelah rencananya merebut harta Mama Syilla dari tangan Reza berhasil barulah Barron menyekap Reza, si pria tua bangka itu.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2