
Barron sudah mendapatkan nomor Lusi dari Ilona kemudian ia pun menyimpan nomor itu dengan nama “Lusi Wanita Malam" kemudian Barron mengirimkan pesan kepada Lusi.
Pesan tersebut berisi : “Hallo Nona, selamat siang. Sebelumnya perkenalkan saya Barron pria yang bermalam dengan Anda ketika di Club California, saya dengar jika Anda sekarang tengah mengandung anak saya. Boleh kita atur jadwal untuk pertemuan kita, guna membahas janin yang ada di kandungan Anda” itu lah isi pesan yang di kirim Barron kepada Lusi.
Sedangkan Lusi ia sudah berada di mansion baru nya, yang diberikan oleh Cris tadi.
Klunting
Sebuah suara pesan notifikasi menandakan jika ada sebuah pesan masuk.
Lusi pun mengambil sebuah benda pipih itu kemudian ia membukanya.
Matanya terbelalak kaget melihat Barron yang ternyata mengirim pesan kepada nya.
“Oh, damn, kenapa dia dulu yang mengirim pesan. Seharusnya kan aku dulu biar aku seperti korban dan dia yang akan aku kuras harta nya,” gumam Lusi sembari mengepalkan tangannya.
“Huh, oke baiklah kita mulai permainan ini,” lirih Lusi sembari menyunggingkan senyum smirk nya.
“Kau sekarang ada dimana?” balas Lusi mengetik pesan itu kemudian ia kirim Ke nomor Barron.
Barron yang melihat jika ada sebuah notifikasi pun segera membuka benda pipih itu.
“Aku ada di California.” itu lah jawaban yang di ketikan Barron kepada Lusi.
“Aku mau pertemuan kita besok lusa di Cafe Green jam 12 siang,” pesan Lusi.
“Oke,” balas Barron.
__ADS_1
“Berarti aku harus segera terbang ke Eropa,” gumam Barron.
Barron pun bersiap - siap untuk ke Eropa sedangkan Lusi ia tidak sabar untuk menguras harta Barron. Sebagai tanggung jawab karena Barron telah membuat nya hamil.
.
Sedangkan di perusahaan Delvisa Company.
Ilona tengah di sibukkan oleh setumpuk berkas yang seenak jidat nya bertengger di atas meja kerja nya. Mengecek setiap berkas dengan teliti kemudian menandatangani nya.
Hingga suara ketukan pintu membuat atensi Ilona teralih kan.
“Tok - tok - tok”
“Permisi Nona,” ucap Lucifer sembari mengetuk pintu.
“Masuk,” sahut Ilona dari dalam. Lucifer yang mendengar itu pun memberanikan diri untuk masuk ke ruangan pribadi Ilona.
“Nona di luar ada Nona Lusi,” jelas Lucifer sembari melihat sekilas pintu.
“Baiklah suruh dia masuk,” pinta Ilona kemudian ia mematikan laptop yang tengah ia gunakan. Menggeser kursor ke logo windows kemudian meng klik nya lalu meng klik tombol power dan terakhir mematikan nya dengan meng klik shut down.
Lucifer pun pamit undur diri kemudian ia memanggil Lusi untuk masuk.
“Nona!” panggil Lucifer kepada Lusi yang tengah menunggunya.
“Iya,” sahut Lusi sembari menunggu jawaban dari Lucifer.
__ADS_1
“Nona Ilona memperbolehkan Anda masuk,” ucap Lucifer.
“Oh ya?” tanya Lusi sekali lagi.
“Iya Nona,” sahut Lucifer dengan sabar tak lupa juga Lucifer menebar senyum.
“Kalau begitu saya permisi,” ucap Lucifer pamit.
Lucifer pun meninggalkan Lusi yang masih termenung di depan pintu ruang Ilona.
Lusi segera tersadar setelah ia terpesona oleh ketampanan remaja muda itu. Ya siapa lagi jika bukan Lucifer.
Kemudian Lusi membawa kakinya untuk masuk ke dalam ruangan Ilona.
“Tok - tok - tok,”
“Ceklek”
“Ilona!” panggil Lusi dengan gembira kemudian berlari kecil menghampiri Ilona yang berdiri dari kursi kebesaran nya.
“Eh- iya, kita duduk di sofa saja, meja kerja ku sedang banyak berkas,” ucap Ilona sembari menunjuk sofa yang ada di ruangan nya.
“Mau minum apa?” tawar Ilona mendapatkan gelengan dari Lusi.
“Ya sudah kalau begitu,” ucap Ilona sembari duduk di samping Lusi.
Ilona sudah tidak kaget lagi dengan penampilan Lusi yang bisa di bilang rusak. Lusi Tirta Ayu seorang Wanita dari keluarga broken home membuat Lusi mencari perhatian di luar sana tidak di rumah lagi. Oleh karena itu Lusi menjadi wanita malam adalah cara Lusi melampiaskan rasa kesal nya selama ini. Lusi memang bukan anak baik, tetapi Lusi tak pernah menyakiti orang lain. Mungkin hanya menguras harta nya tak menyakiti perasaan nya. Karena Lusi tak ingin ada orang lain yang merasakan sakitnya ketika orang yang kau sayang secara tak langsung menyakiti perasaan mu. Cukup Lusi saja yang merasakan pahitnya menjadi anak broken home.
__ADS_1
.
Bersambung...