
Pagi hari di Mansion Belmond.
Ilona pagi-pagi sudah bergelut dengan alat masak, yang pastinya untuk membuat sarapan dirinya bersama Belmond.
Entah Belmond memang menginginkan dan menikmati masakannya atau justru ingin menghukumnya dengan menyuruh Ilona memasak pagi ini. Bahkan banyak Asisten Rumah Tangga yang berkeliaran bebas di Mansion ini, tetapi kenapa Belmond tak menyuruh para pembantu itu.
Setelah 30 menit Ilona bertempur dengan peralatan masak akhirnya ia bisa menyajikan beberapa potong roti panggang yang di olesi selai coklat yang sangat lumer di atasnya. Serta secangkir kopi dan satu gelas teh hangat menemani sarapan pagi ini.
Dua pasutri itu yang hanya menikah karena tantangan nyatanya menikmati peran mereka masing - masing, seperti saat ini Ilona mengambilkan makanan Belmond. Baru lah Ilona mengambil makanan nya sendiri.
Mereka berdua pun makan dengan lahap tanpa suara hanya keheningan yang terjadi di ruang makan kala itu.
Kini makanan yang ada di piring itu sudah tandas tak tersisa. Belmond secara tak sengaja melihat sisa selai coklat yang ada di ujung bibir Ilona. Entah dorongan dari mana, Belmond dengan berani mengusap sisa selai itu menggunakan jempolnya. Ilona mematung di tempat mendapatkan perlakuan seperti itu, jantungnya berdetak kencang serta tak beraturan. “Perasaan apa ini,” batin Ilona menerka - nerka di dalam lubuk hatinya.-
Seusai mengusapnya Belmond pun menjilat sisa selai coklat yang ada di jempolnya tanpa merasa jijik.
Ilona yang melihat itu sontak melotot kan matanya tajam.
__ADS_1
“Ihh, jangan kotor,” ucap Ilona tapi di abaikan oleh Belmond.
“Tidak,” sahut Belmond sembari berbalik kemudian menyambar tas kerjanya.
“Heyy Nona!” panggil Belmond sembari menatap sinis Ilona.
“Iya,” sahut Ilona sembari menaik turunkan alisnya.
“Saya mau ke kantor, dan ini untukmu,” ucap Belmond sembari memberikan 2 kartu hitam.
“Tapi, Heyyy Tuan ingat orang yang Anda ajak bicara adalah seorang wanita mandiri ia tidak membutuhkan kartu ini atau pun uang dari mu. Maka aku kembalikan kartu ini,” tolak Ilona dan memang Ilona tidak berniat untuk menerima barang atau pun uang dari Belmond. Karena disini pernikahan mereka hanyalah sebuah tantangan 30 hari, dan ketika 30 hari itu sudah selesai maka pernikahan ini juga akan selesai.
.
Bersambung....
.
__ADS_1
Rekomendasi Novel
Judul : Girah Cinta Sang Presdir
Nama pena : Desy Puspita
Tampan, kaya, berkuasa dan sempurna. Tiada kurangnya seorang Mikhail Abercio, tak pernah ia duga kesempurnaan yang ia miliki ternyata belum cukup untuk mendapatkan kesetiaan dari seorang wanita.
Dikhianati sang kekasih dan melihat dengan mata kepalanya sendiri wanita yang dia cintai tengah bercinta bersama sahabatnya di apartemen membuat Mikhail Abercio merasa gagal menjadi laki-laki. Sakit, dendam dan kekacauan dalam batinnya membuat pribadi Mikhail berubah 180 derajat bahkan sang Mama angkat tangan dengan ulah putranya.
Hingga, semua berubah ketika takdir mempertemukannya dengan gadis belia yang merupakan mahasiswi magang di kantornya. Valenzia Arthaneda, gadis cantik yang baru merasakan sakitnya menjadi dewasa tak punya pilihan lain ketika Mikhail menuntutnya ganti rugi hanya karena hal sepele.
"1 Miliar atau tidur denganku? Kau punya waktu dua hari untuk berpikir," bisik Mikhail Abercio sebelum kemudian kembali duduk ke kursi kekuasaannya. Dia tidak suka basa-basi, apalagi jika harus membuang waktu dengan gadis ingusan seperti Valenzia.
Kepoin kuyy
__ADS_1