
“Ayo ke sini sayang, gantengnya papa,” ucap Belmond sembari mengangkat kedua tangannya.
Anak kecil berumur satu tahun itu pun berlari-lari kecil kemudian menghampiri Belmond dan lantas memeluknya dengan erat.
“Papa,” panggil anak itu sembari bermanja an di depan papanya.
“Iya, sayang,” sahut Belmond.
“Mau jalan -jalan pah,” pinta anak kecil itu sembari menampilkan wajah puppy eyes nya.
“Oh mau jalan - jalan?, tapi sama Mama juga yah,” ucap Belmond membuat anak kecil itu ketakutan.
“Takut,” lirih anak kecil itu menyembunyikan wajahnya di dada bidang Belmond.
“Mama, kamu nggak akan makan kamu kok,” canda Belmond.
“Benelan?” ujar anak kecil itu kian lucu dengan suara cadel nya.
“Iya, sayang” sahut Belmond.
“Kalau begitu kamu siap - siap gih sama Mama,” ucap Belmond sembari memanggil baby sister yang ada di rumahnya untuk menggantikan baju anak kecil itu.
Baby siter yang sudah mengerti apa tugasnya pun segera melaksanakan nya.
__ADS_1
Sedangkan Belmond dan Ilona mereka berdua juga berganti pakaian dikamar yang tidak sama, Belmond di kamar pribadi sedangkan Ilona di kamar tamu.
Lima belas menit kemudian mereka bertiga sudah berdandan rapi, layaknya seseorang yang akan pergi ke pesta.
Tentu anak kecil itu sedang suka sekali dengan Belmond. Apalagi Belmond sangat senang bersama anak itu.
Mereka bertiga pun naik mobil dengan sang sopir pribadi yang selalu mengantar mereka.
Di sore hari itu mereka bertiga menikmati suasana yang sangat indah.
Hingga mereka tiba di sebuah taman sore ini. Mereka pun bertiga bermain kesana kemari dengan canda tawa yang sangat membuat semua orang merasa bahagia melihat keluarga kecil yang sangat harmonis itu.
Bahkan ada yang beberapa merasa iri dengan keluarga itu.
.
Tak terasa waktu kian berlalu hingga kini malam pun tiba 3 manusia yang sedang berada di taman itu berangkat pulang ke rumah.
Sembari pulang ke rumah mereka bertiga bersenandung ria. Di tengah perjalanan terdengar suara tembakan yang semakin terdengar nyaring.
“Dorr”
“Dorr”
__ADS_1
“Dorr”
“Suara apa itu,” celetuk Ilona tentu mendapatkan tatapan tajam dari Belmond.
“Ya, aku paham,” sahut Ilona yang mengerti tatapan Belmond.
“Kau tunggu di mobil bersama anak kecil ini, biarkan aku yang memeriksa nya,” pinta Belmond tanpa menerima penolakan dari Ilona.
“Hati-hati,” ucap Ilona sembari memegang tangan Belmond.
“Pasti,” sahut Belmond sembari mencium kening Ilona dengan penuh kasih sayang.
“Ya sudah kalau begitu aku kesana dulu,” ujar Belmond kemudian ia mengambil pistol kesayangan nya sembari mengendap endap untuk pergi ke luar dari mobilnya.
Suara tembakan pistol itu kian semakin terdengar jelas terutama bau anyir yang menembus lubang hidung Belmond.
“Sepertinya di daerah sini telah terjadi baku tembak,” gumam Belmond yang masih setiasa untuk berjalan mengendap endap.
Hingga tiba-tiba suara sebuah tembakan yang melesat tepat mengenai sebuah pohon yang berada di belakang Belmond, membuat Belmond mati berdiri dan jantungnya berpacu tidak karuan.
“Sial, siapa yang menembak tadi,” umpat Belmond sembari menelusuri setiap jengkal tempat itu.
Sebuah pisau melayang hampir mengenai hidung Belmond kalau saja tidak cepat menghindari nya.
__ADS_1
“Siapa kau heyy?,” bentak Belmond ketika terdapat bayangan seorang wanita yang datang menghampiri nya.