Identitas Rahasia Sang Mafia

Identitas Rahasia Sang Mafia
Episode 22 Pria itu Barron?


__ADS_3

Ilona dengan hati - hati menyisir setiap jengkal rumah Kakek Marko. Ilona tidak menemukan apa pun hingga tiba - tiba ketika Ilona sudah berada di belakang rumah Kakek Marko sebuah puluru melayang dan akan mengenai kepalanya jika Ilona tidak siap menghindari nya.


“Dor”


“Shit” umpat Ilona ketika ia berhasil menghindari serangan mendadak dari seseorang.


Tanpa basa - basi Ilona mengarahkan pistol nya ke kaki seseorang yang menyerangnya tadi menarik pelatuk dan....


“Dor” peluru itu tidak mengenai sasaran lantaran ada lagi orang yang menembak pistol Ilona sehingga membuat Ilona sedikit oleng.


“Brengsekk” umpat Ilona kemudian ia berlari mengejar 2 orang berpakaian serba hitam.


Tak lupa pistol nya selalu ia tembak kan ke atas sebagai tanda ancaman untuk orang yang berani mengusiknya.


Cukup lama Ilona mengejar 2 orang itu hingga 2 orang itu berhenti di tengah hutan sepi dengan pohon - pohon yang mengelilingi hutan itu.


“Wait... mengapa mereka berhenti? ” gumam Ilona tangan nya siap mengarahkan senjatanya berupa pistol ke 2 orang itu.


Tiba - tiba satu dari 2 orang itu bertepuk tangan.


“Prok - prok - prok”


Munculah seorang pria berjubah hitam dengan tato dimana - mana. Beserta anak buahnya yang masing - masing memegang senjata nya masing - masing.


Ilona mengerutkan dahinya.


“Dia siapa?, aku tidak pernah berurusan dengan mereka ” batin Ilona ia dalam keadaan waspada jika akan ada sesuatu terjadi di luar nalar.


Pria itu memperhatikan Ilona dari atas hingga bawah membuat Ilona risih di buat nya.


Ilona menatap pria itu dengan tatapan tidak suka.


“Dasar tidak sopan ” batin Ilona.


“Wah - wah - wah, siapa yang datang di markas kita....” ujar pria itu sembari mengelilingi Ilona.


Ilona tetap bungkam seribu bahasa ingin rasanya ia mencongkel bola mata pria itu, tetapi ia urungkan.


Pria itu terus saja menatap Ilona seperti orang yang kelaparan.


Ilona lantas mengeluarkan sebilah pedang yang tersimpan rapi di dalam jas nya kemudian ia layangkan pada pria itu.


Pria itu juga tak tinggal diam ia mengeluarkan sebilah pedang nya juga dari dalam jubahnya.

__ADS_1


Perang pedang pun tak bisa di elakkan. Ilona beberapa kali menyayat jubah pria itu tetapi tak sampai mengenai kulitnya. Sedangkan Ilona Ia belum tersentuh oleh pedang Pria itu, karena ia pandai menghindar dari serangan.


“Damn” umpat Pria itu ketika ia mundur beberapa langkah dari posisi semula.


“Menarik, dia wanita yang kuat, pandai memainkan pedang ” puji Pria itu didalam hatinya.


Melihat Bos nya semakin mundur anak buah pria itu tak tinggal diam ia ikutan menyerang Ilona.


3 lawan 1 sungguh tak seimbang, dimana Ilona dengan posisi sendiri sedangkan Pria itu bersama 2 anak buahnya.


“Tang - tang - tang” suara pedang saling beradu.


“Cih... beraninya bawa anak buah” ledek Ilona sembari terus menahan tangkisan pedang dan sesekali menyerang balik.


Pria itu yang merasa diledeki oleh Ilona, Ia pun meminta anak buahnya untuk berhenti menyerang Ilona.


“Heyy, kalian berhenti!!!” titah Pria itu kepada anak buahnya yang masih menyerang Ilona.


Melihat perintah dari Bos nya kedua anak buah itupun berhenti menyerang Ilona menggunakan pedang nya.


“Heh.... kenapa kalian membantu saya menyerang dia???, asal kalian tahu. Kalian sudah merendahkan ku sebagai seorang Pria..... Mau ditaruh dimana muka saya jika semua dunia tahu bahwa seorang Barron Vega menyerang seorang wanita di bantu oleh curut - curut nya!!!” omel Pria yang kini diketahui bernama Barron.


Bukannya takut justru kedua anak buah Barron malah tertawa cekikikan mendengar omelan panjang lebar yang dilontarkan bos nya itu.


“Bwahahhahahah” tawa mereka berdua (anak buah) semakin menjadi - jadi.


“Ma- masih Bos” ucap mereka berdua secara serentak.


Ilona yang melihat jika ternyata seorang Pria yang sempat menyerangnya tadi ternyata sangat cerewet, meyunggingkan senyum.


“Masih ada ya.... seorang pria jaman sekarang yang masih cerewet” batin Ilona kemudian ia menyimpan kembali pedangnya.


Barron pun berbalik badan menghampiri Ilona yang masih berdiri di tempat yang sama sedari tadi.


“Prok - prok - Kursi!!” setelah menepuk tangan dan meminta kursi salah satu anak buah Barron pun mengambilkan sebuah Kursi.


Anak buahnya memberikan Kursi itu di hadapan Ilona. Ilona yang mengira jika kursi itu diperuntukkan untuk dirinya dengan percaya diri. Duduk di kursi itu.


Ilona sudah duduk nyaman di kursi itu sembari menyesap es kelapa yang disediakan oleh anak buah Barron yang lain.


“Whatt” pekik Barron matanya membelalak kaget melihat ada yang lancang duduk di singgasananya.


“Ada apa Tuan?, ada yang salah?” ucap Ilona dengan santai sembari terus menyesap Es Kelapa muda.

__ADS_1


“Berdiri Nona!!!” pinta anak buah Barron ia takut jika Bos nya akan marah kepada Ilona. Apalagi Ilona orang baru bagi Barron.


Tidak tahu saja mereka kemarahan seorang Barron sebelas duabelas dengan Ilona.


Bukannya berdiri Ilona malah melempar handphone nya kepada curut - curut Barron.


“Heh... dari pada kalian capek - capek bicara sedari tadi. Mending kalian charger handphone saya!” saran Ilona setelah melempar benda pipih berlogo apel digigit. Satu dari 10 anak buah yang ada di sana pun menangkap handphone Ilona dengan tepat.


“Heh... apa apaan ini!!!!, kau tidak bisa menyuruh - nyuruh Anak buah ku sesuka hati!!” bentak Barron sembari menatap tajam Ilona yang tengah duduk di singgasana nya.


“Ohya??” tantang Ilona.


“Jika kalian tidak cepat men charger handphone saya. Maka burung kalian - kalian akan saya potong” ancam Ilona sembari mengeluarkan sebilah pisau yang tadi ia simpan.


“Glek” mereka ber sepuluh kesusahan menelan saliva nya, mendengar saja sudah membuat mereka ngeri.


Kemudian satu anak buah Itu lari dengan langkah tergesa - gesa untuk mencari stop kontak untuk men charger handphone Ilona.


“Kau!!!” geram Barron sembari menatap Ilona tajam.


“Tuan!!, bisa kita bicara empat mata?” pinta Ilona setelah menghabiskan segelas es kelapa muda.


“Whatt, setelah kau duduk di singgasana ku kemudian kau minum Es kelapa ku kemudian menyuruh anak buah ku tanpa izin dari Ku..... Kini Kau kini meminta Aku bicara empat mata dengan mu??” pekik Barron menjelaskan semua tingkah Ilona.


Ilona memutar bola matanya malas mendengar ocehan yang keluar dari mulut Barron.


Barron menggelengkan kepalanya tak percaya jika ada seorang Wanita seperti Ilona.


“Sepertinya orang tua mu tidak mengajarkan mu sopan santun” ucapan Barron yang sangat membakar hati Ilona.


Bersambung.....


Trailer Next Episode :


“Heh... ingat bocah!!!!, aku lima tahun lebih dewasa dari kamu.. dan ingat aku kesini bukan untuk menjumpai mu!!” jelas Belmond membuat Barron mengerutkan keningnya pertanda ia masih bingung akan ucapan Belmond.


Karena author ada acara hari ini jadi kalian bisa baca siapa itu Barron di Episode 1 Pengenalan Tokoh.


Okey beri like...


Masukkan Favorit....


Beri hadiah....

__ADS_1


Vote pasti masih ada nih Vote nya 🤣


See you Next Episode Guys


__ADS_2