Identitas Rahasia Sang Mafia

Identitas Rahasia Sang Mafia
Episode 28 Eksekusi


__ADS_3

Kini di gudang Mansion Barron, tengah terjadi eksekusi kepada Reza pria paruh baya itu kini sudah diikat tangannya dan kakinya serta matanya ditutup dengan sebuah kain. Di depan Pria itu Ilona tengah berdiri membawa samurai di tangan kanannya dan belati di tangan kirinya. Dengan senyum psikopat nya Ilona maju perlahan tepat didepan pria itu.


Sedangkan Barron ia mempersilakan Ilona bermain-main terlebih dahulu barulah dirinya yang akan bermain dengan pria paruh baya itu.


“Ups, sorry Tuan,” ucap Ilona sembari mengukir sebuah nama 'pembunuh' di pipi kanan pria itu, menggunakan belati nya.


“Nah begini kan bagus,” ucap Ilona bangga dengan hasil ukiran nya.


“Akhhhh, sakit. Apa yang kamu lakukan dengan pipi ku!!!” bentak Pria itu.


“Hanya memberikan sebuah hiasan yang seharusnya sudah aku berikan sejak dulu” sahut Ilona dengan tatapan yang tajam bak elang.


Barron sangat terhibur melihat Reza yang kesakitan karena ulah Ilona. Barron tak menyangka saja jika Wanita cantik dengan senyum semanis madu, bahkan tatapannya teduh bisa menjadi bringas ketika berhadapan dengan orang yang membunuh keluarganya.


“Bahkan aku tak usah susah - susah untuk mengotori tanganku jika ingin balas dendam kepada tua bangka ini,” gumam Barron dengan senyum menyeringai.


“Akh....., stop sakitt... akhhh.... Apa yang kau lakukan. Cepatt bunuh aku,” pinta pria itu menahan sakit yang luar biasa.


“Membunuh mu?,” gumam Ilona yang hanya bisa di dengar oleh Reza.

__ADS_1


“Cih jangan harap Tuan, Aku akan menyiksa mu dulu,” sahut Ilona sembari mengambil sebuah pistol kemudian ia tembakkan di bahu Reza.


“Dorr”


“Akhhh...”


“Cepat bunuh aku Nona!!,” pinta Reza berkali - kali.


“Baru satu tembakan Tuan, pasti tak terasa,” ucap Ilona, membuat Reza kesusahan untuk menelan saliva nya sendiri.


Ilona pun membuka penutup mata itu sehingga Reza bisa melihat jelas bagaimana bahunya yang baru saja ditembak oleh Ilona itu mengeluarkan darah.


“Dorrr” peluru itu mengenai jantung Reza.


Reza pun kesakitan yang sangat luar biasa dan akhirnya ia menghembuskan nafas terakhir ketika berada di tangan Ilona.


“Selesai,” ucap Ilona dengan bangga sembari membersihkan tangannya.


“Prok - prok - prok,” Barron memberikan tepuk tangan yang meriah.

__ADS_1


“Oh ya, terimakasih Nona, sudah membantu ku untuk melenyapkan si tua bangka tadi,” ucap Barron kepada Ilona sembari mengulurkan tangannya.


Ilona melihat sekilas tangan Barron yang diulurkan ke dirinya kemudian Ilona menjabat tangan Barron.


“Ya,” jawab Ilona cuek.


“Okey, urusan ku sudah selesai disini, makamkan dia dengan layak, setidaknya dia pernah mengurus mu meskipun terpaksa dulu,” pinta Ilona sembari berjalan keluar meninggalkan Barron yang mematung di tempat.


“Tunggu bagaimana bisa Ilona tahu tentang masa lalu ku dulu,” batin Barron sembari berfikir.


Tak mau memikirkan sesuatu yang tidak penting Barron pun akhirnya menyuruh beberapa pengawal yang ada di mansion nya untuk memakamkan Ayah angkat nya yaitu Reza.


Pusara Reza terletak disamping pusara Mama Syilla. Ilona dan Belmond juga mengikuti prosesi pemakaman itu. Belmond yang sudah mengetahui Reza meninggal karena di eksekusi Ilona pun hanya bisa diam tanpa berkomentar sedikit pun. Karena Belmond tahu Ilona se kejam apa jika sudah marah.


Setelah prosesi pemakaman itu selesai mereka pun kembali ke mansion Barron yang ada di tengah hutan.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2