
“Siapa namanya?” tanya Ilona penasaran.
“Namanya adalah Barron Vega Turgana, ya aku ingat itu namanya,” ucap Lusi mantap.
“Barron?” tanya Ilona memastikan.
“Iya, benar namanya Barron,” jelas Lusi.
“Aku tahu siapa Barron,” ucap Ilona dengan sungguh - sungguh.
“Siapa dia dan dimana tempat tinggal nya?,” tanya Lusi antusias.
“Rumah nya ada di California, aku baru saja pulang dari Mansion nya karena ada urusan, dan sebelum aku pulang Barron bilang jika ia menghamili seorang wanita, ” ucap Ilona sontak membuat Lusi tersenyum.
“Benarkah itu?” tanya Lusi tak percaya.
“Iya, benar,” jelas Ilona.
“Apa kau punya nomor nya” pinta Lusi.
“Iya, aku punya” jawab Ilona.
“Boleh kah aku minta nomornya?” pinta Lusi dengan memohon.
“Boleh, biar aku kirim ke nomor mu” ucap Ilona kemudian ia mengirim nomor Barron ke handphone Lusi.
“Terimakasih Ilona, kau sahabat terbaik ku,” jelas Lusi.
“Iya, sama - sama,” jawab Ilona.
“Aku pulang dulu ya,” ucap Ilona.
__ADS_1
“Iya hati - hati,” sahut Lusi sembari melambaikan tangannya.
Ilona pun pulang ke mansion nya sedangkan Lusi ia masih betah di Cafe itu.
Tiba - tiba dari arah belakang seseorang menepuk bahu mulus Lusi yang tidak tertutup baju itu.
“Puk” Lusi menoleh ke belakang dan mendapati seorang pria dengan wajah bernafsuu ingin menerkamnya.
“Berapa tarif mu cantik,” ucap Pria itu dengan senyum menggoda sembari tangannya bermain bebas di dada Lusi.
Lusi melihat tangan pria itu yang sudah memegang gunung kembar nya.
“Berapa?, aku ingin sebuah mansion yang sangat mewah,” jelas Lusi dengan senyum menatang.
“Mansion, jika aku memberikan mu sebuah mansion memangnya kau akan melayani ku sampai kapan?,” tanya Pria itu heran.
“Sampai kau puas,” jawab Lusi dengan menurunkan sedikit bajunya.
“Baiklah setuju,” ucap pria itu.
Sembari membopong tubuh Lusi ala bridal style. Kemudian membawanya di sebuah kamar hotel yang sudah ia pesan.
Sampai dikamar hotel pria itu memperkenalkan diri.
“Okey, baiklah nama Ku Cris, sedangkan kau?,” tanya Cris.
“Lusi,” jawab Lusi sembari meraba dada Cris.
“Oh sial sepertinya kau sudah tidak sabaran Nona,” ucap Pria itu sembari mencium mulut Lusi dengan kasar tangannya tak tinggal diam tetapi meremass gunung kembar Lusi.
Lusi membiarkan tangan itu meremass dada nya lagi pula Lusi juga akan mempunyai sebuah mansion.
__ADS_1
Lusi juga membalas ciuman itu sehingga menjadi panas.
Cris pun sudah tak tahan kemudian mulutnya bermain di gunung kembar itu menyesapnya yang bagian satu sedangkan yang lainnya ia remass.
Dan di siang hari itu dua orang itu melakukan penyatuan.
.
Sedangkan di Mansion Ilona.
Ilona menelfon Barron.
Sambungan telepon itu tersambung.
“Hallo,” ucap Barron di ujung telepon.
“Hallo, Tuan, sekarang aku tahu wanita yang kau maksud adalah sahabat ku,” ucap Ilona.
Barron yang mendengar itu tanpa sengaja menjatuhkan telepon yang di pegang nya.
“Hallo - hallo,” teriak Ilona dari ujung telepon.
Barron segera sadar jika ia menjatuhkan telepon nya kemudian ia menjawab panggilan dari Ilona.
“Iya, aku disini,” sahut Barron.
“Tolong kirimkan nomornya Nona,” pinta Barron kemudian ia mematikan telepon nya sepihak.
Barron masih bimbang, Ingin mempertahankan anaknya yang ada di dalam kandungan Lusi atau justru menggugurkan nya.
.
__ADS_1
Bersambung....