
“CEPAT PUTRA!!” bentak Ilona sembari melotot kan matanya ke arah Putra.
Mendengar suara nyaring dari sang ibu, Putra pun menambahkan kecepatan berlarinya.
“CEPAT PUTRA!! SATU, DUA, TIGA,” pekik Ilona sembari menghitung satu, dua, tiga.
Sampai hitungan ke tiga akhirnya Putra pun sudah sampai tepat didepan Ilona.
“Bagus,” puji Ilona dengan memberikan dua jempolnya.
“Latihan kali ini adalah bela diri, hal yang harus kamu lakukan adalah menangkis setiap serangan yang mereka atau pun musuh kalian berikan,” jelas Ilona sembari menunjukkan setiap gerakan demi gerakan kepada Putra.
Putra pun mengamati setiap gerakan yang diberikan oleh Mama nya itu.
“Paham?” tanya Ilona setelah selesai memperagakan sebuah gerakan bela diri.
“Siap, paham,” sahut Putra dengan semangat yang membara ia pun mencoba untuk belajar mempraktekkan gerakan yang diberikan oleh Ilona.
Hingga usai latihan yang diberikan oleh Ilona, kini Putra dan Ilona kembali lagi ke Mansion untuk istirahat usai latihan kali ini.
“Putra,” panggil Ilona sembari melihat Putra yang tengah asik menikmati susu.
“Iya, Ma,” sahut Putra sembari menoleh ke arah Ilona.
__ADS_1
“Evaluasi untuk hari ini, Mama ingin bilang kalau latihan nya cukup sampai di sini, semua gerakan yang kamu berikan sudah baik apalagi, sekarang Mam sudah memberikan beberapa bentuk bela diri yang lain. Jadi Mama hanya berpesan gunakan bela diri kamu ini untuk kepentingan mu juga untuk melindungi diri dari orang yang ingin melukai mu,” ucap Ilona lantas di cerna oleh Putra.
“Siap Ma, Putra akan gunakan bela diri ini untuk melindungi diri Putra sendiri juga Mama dan Papa,” ucap Putra dengan gemas.
“Siyapp,” sahut Ilona.
Tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing menyapa indra pendengaran Ilona dan Putra.
“Hallo ponakan Tante,” ujar Casandra dengan girang ketika ia sudah berhasil turun dari mobilnya.
“Oh Hallo Tante Casandra,” sahut Putra dan ia melompat di pelukan Casandra, sontak Casandra pun menangkap Putra.
“Gimana latihan hari ini Putra?” tanya Casandra sembari menggendong Putra.
“Ohh,” sahut Casandra.
“Baiklah cukup segini dulu ya, Cas ayok kita ke mansion dulu. Putra mau istirahat hari ini,” ucap Ilona mengajak Casandra dan Putra untuk masuk ke mansion nya.
“Yaudah ayok,” sahut Casandra dan Putra secara serentak.
“Putra mau jalan sendiri aja tante,” ucap Putra sembari turun dari gendongan Casandra.
“Mau turun?” tanya Casandra memastikan.
__ADS_1
“Iya dong Tante,” sahut Putra dengan mantap.
“Yaudah kalau gitu,” ucap Casandra sembari menurunkan Putra dengan hati-hati.
“Iya, tante,” sahut Putra yang tetap gemas ingin turun dari gendongan tante kesayangan nya itu.
Akhirnya Putra pun turun dari gendongan Casandra, kemudian Putra pun berlari menghampiri sang Mama yang sudah ada di pintu utama Mansion.
“Mama, tunggu!” teriak Putra dengan keras sembari berlari menghampiri Ilona.
Ilona yang mendengar teriakan yang dilontarkan oleh Putra pun ia berhenti kemudian menoleh ke arah Putra.
“Ya, ayok” ajak Ilona sembari menunggu Putra yang berjalan dengan tergesa-gesa.
Putra pun semakin mempercepat larinya hingga ia akhirnya bisa menghampiri Ilona.
“Mama nanti kita makan apa?” tanya Putra sembari terus menyeimbangkan langkahnya dengan Ilona.
“Makan nasi lah,” jawab Ilona ketus karena memang ia tidak terlalu suka jika Putra dekat dengan Casandra. Padahal Casandra kan hanya sebagai Tante nya bukan ibunya. Mungkin Ilona hanya cemburu.
.
Bersambung....
__ADS_1