Identitas Rahasia Sang Mafia

Identitas Rahasia Sang Mafia
Episode 41 Ruang Kendali


__ADS_3

“Heyy kamu!” panggil Lucifer kepada salah satu mafioso nya.


Pria yang merasa di panggil itu pun menghampiri Lucifer. Kemudian menundukkan sedikit badannya tanda menghormati Lucifer.


“Panggil kan satu orang mafioso yang berdiri di samping pintu masuk, suruh dia mengambil alat sabotase di ruang kendali,” ujar Lucifer memberi amanat kepada pria itu.


“Baik,” sahut pria itu kemudian ia berbalik badan dan menemui satu orang mafioso yang Lucifer maksud.


Setelah menemui orang yang dimaksud Lucifer, lantas pria itu mengatakan apa yang Lucifer katakan tadi. Sehingga mafioso yang sedang di curigai itu, berjalan menuju ruang kendali.


Sampai diruang kendali itu Mafioso yang sedang di curigai itu bukan mengambil alat sabotase justru, Mafioso itu sedang mengotak - atik komputer pusat. Ilona dan Lucifer tersenyum misterius.


“Baiklah sepertinya memang benar kalau dia adalah musuh kita yang menyamar sebagai mafioso,” ucap Lucifer sembari mengotak - atik komputer yang ada di depannya. Komputer yang Sedang Mafioso itu pakai terhubung dengan komputer yang ada di hadapan Lucifer, sehingga Lucifer dan Ilona tahu, mafioso itu sedang mencari informasi tentang Ilona atau Queen Isabel.


“Oh, ternyata dia sedang mencari informasi tentang diriku,” ujar Ilona tersenyum smirk menakutkan.


“Minggir!” titah Ilona sembari mendorong Lucifer agar menyingkir dari depan komputer.


Lucifer pun sontak segera menyingkir, kemudian Ilona mengambil alih Komputer Lucifer.

__ADS_1


“Heyy Lucifer suruh anak buah mu memblokir, jalan keluar dari ruang kendali,” titah Ilona kemudian segera dilaksakan oleh Lucifer.


“Kalau perlu hadang pria yang menyamar sebagai mafioso itu jika ia kabur dari ruang kendali,” ujar Ilona segera dilakukan oleh Lucifer.


Ilona menghidupkan kamera yang terhubung dengan komputer yang sedang diotak - atik Mafioso itu.


Dan... ya... Muka Mafioso itu terpampang jelas di monitor Ilona, seperti sebaliknya Muka Ilona terpampang jelas di monitor komputer Mafioso itu.


“Hai,” ujar Ilona dengan senyum semanis mungkin.


Mafioso yang melihat Queen Isabell ada di layar monitor nya sontak kesusahan untuk menelan saliva nya sendiri.


“Qu- Queen,” ucap Mafioso itu dengan terbata - bata.


“Ba- bagaimana ini bisa,” ucapan Mafioso itu ketakutan karena rencananya ingin membuka jati diri Ilona seakan gagal seketika.


“Oh, tentu bisa Tuan,” sahut Ilona sekarang Ilona menampilkan senyum misterius membuat bulu Mafioso itu seakan berdiri.


“Saya juga baru ingat kalau Anda adalah salah satu anak buah dari musuh saya yang dikirim ke sini untuk menyelidiki tentang jati diri saya kan?,” tebak Ilona seketika membuat Mafioso itu tak bisa berkelit.

__ADS_1


.


Bersambung.....


[Promosi Bab]


Author punya rekomendasi novel nih, kepoin yuk


Judul : Cahaya Dalam Kegelapan (Sebuah Ketulusan)


Nama Pena : Selvi_19



Sebuah kebahagiaan hilang dalam sekejap karena terjebak dalam lingkaran yang tak pernah dia inginkan, semua orang yang melihat kehidupannya berada dalam kebahagiaan tetapi kenyataannya tidak seperti yang mereka lihat.


"Aku tidak pernah menginginkan kehidupan seorang ini dan apa aku masih bisa merasakan kehidupan seperti dulu lagi". Sintia


"Andai dulu aku mencari kebenaran lebih dulu pasti jalan tak seperti ini". Ilham

__ADS_1


Bertemu kembali dengan orang di masa lalu sangatlah menyakitkan saat dirinya tak seperti dulu lagi, itulah yang Sintia alami saat bertemu kembali dengan ustadz Ilham. Pertemuan itu membuat ustadz Ilham selalu memimpikan Sintia sedangkan Sintia selalu bermimpi bertemu dengan seorang wanita yang tidak dia kenal yang memintanya untuk menikah dengan suaminya dan menjaga anaknya.


Kepoin kuy


__ADS_2