Identitas Rahasia Sang Mafia

Identitas Rahasia Sang Mafia
Episode 56


__ADS_3

“Hiks - hiks - huaa....” tangis bayi itu semakin kencang membuat Belmond dan Ilona kaget seketika.


“Kau kenapa nak?, ayok sini sama papa,” Ucap Belmond sembari menaruh bayi itu di pangkuan nya.


Sontak bayi itu pun terdiam ketika bersama Belmond.


“Kamu tadi kenapa hmm?,” tanya Belmond dengan lembut, sembari membelai lembut rambut bayi 1 tahun itu.


“Aku tadi lihat mama di- dia pukul papa,” lirih Bayi itu sembari menyembunyikan wajahnya di dada bidang Belmond.


“Ahh... itu mama mu hanya bercanda,” ucap Belmond dengan senyum mengembang.


“Benarkah?” tanya bayi itu.


“Iya, sayang,” sahut Belmond.


Bayi itu pun sedikit demi sedikit pun turun dari pangkuan Belmond. Untuk menghampiri Ilona yang terdiam melihat keluar kaca jendela mobil yang sedari tadi masih berjalan.


“Mama!” panggil bayi itu dengan lucu.

__ADS_1


Lantas mendengar suara seseorang tengah memanggilnya Ilona pun menoleh ke arah bawah melihat bayi kecil yang ingin naik ke pangkuan nya.


“Kau mau naik kesini?” ucap Ilona sembari menepuk paha nya, bayi itu pun mengangguk tanda setuju.


Ilona kemudian ia mengambil bayi itu kemudian ia dudukan di pahanya.


Setelah merasa bayi itu tenang Ilona pun mulai membelainya hingga bayi itu terlelap.


Tak terasa lima belas menit sudah berlalu. Mobil yang ditumpangi oleh Belmond, Ilona, dan Bayi itu sudah sampai di halaman mansion.


Para pengawal yang berjaga di gerbang pun segera membukakan pintu untuk mereka. Setelah pintu di buka barulah mereka bertiga turun dari mobil layaknya seorang raja, ratu, dan pangeran.


Sesampainya di kamar Ilona pun memandikan bayi itu dengan sangat baik entah darimana Ilona belajar cara memandikan seorang bayi, yang pasti sekarang Ilona sudah bisa bergerak cepat untuk memandikan dan mengganti pakaian bayi itu.


Setelah selesai memandikan bayi itu Ilona pun kembali ke ruang makan karena Belmond sudah menunggunya sedari tadi. Bayi itu pun di jaga oleh para baby sister.


Sampai di ruang makan Ilona kembali di kejutan oleh kejadian seorang Asisten Rumah Tangga atau ART, baru saja di bunuh bahkan darah dari leher ART itu masih mengalir dengan deras. Merasa tidak beres Ilona pun berlari secepat kilat ke lantai atas untuk melihat CCTV yang tersimpan di sudut - sudut ruan makan tadi.


“Brakk”

__ADS_1


Terdengar jelas suara Ilona membanting pintu ruang kendali CCTV.


Wanita yang berada di dalam ruangan CCTV itu pun segera berbalik dan mendapati Ilona sedang masuk ke ruang CCTV dengan amarah yang tak bisa ia padamkan.


“Heyyy, siapa kau berani-beraninya kau sampai masuk ruang kendaliku HAH?” bentak Ilona tangannya mengambil sebuah pistol yang selalu terselip di celananya.


Ilona mengayunkan tangan kanannya kemudian ujung pistol itu ia arahan tepat di kening Wanita itu.


“Apa yang kau lakukan heyy, Nona?” tanya Wanita itu balik sembari menghindari peluru yang keluar dari pistol yang tengah di pegang Ilona.


“Dorr”


Suara tembakan yang sangat nyaring membuat para penghuni mansion itu ketakutan.


“Apa? Seharusnya aku yang bertanya seperti itu kepada mu!” bentak Ilona kini matanya menatap sinis mata Wanita yang mengenakan masker hitam.


“Kau siapa dan kenapa kau bisa ada di sini tanpa se izin ku?” tanya Ilona heran sembari mendorong kasar bahu wanita yang ada doi depannya.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2