
Belmond menggelengkan kepalanya.
“Terus Kau KENAPA??” bentak Ilona seketika.
“Ini cewek tidak ada lembut - lembut nya, melihat orang pusing ” gerutu Belmond tapi sayang dia hanya berani menggerutu di dalam hati.
“Saya mau bertanya kepada orang - orang, jika kau masih pusing JANGAN IKUT AKU!! MENYUSAHKAN!!!” omel Ilona kemudian ia menutup pintu mobilnya dengan keras hingga berbunyi.
“BRAKK”
Belmond mengelus dadanya. “Semoga saja aku tidak mendapatkan istri yang seperti itu, bisa mati berdiri aku” gumam Belmond sembari melihat interaksi Ilona dengan para warga yang ada di sekitarnya.
Setelah merasa membaik Belmond pun keluar mobil dan menghampiri Ilona yang tengah bertanya kepada salah satu masyarakat di kampung itu.
“Yess, ketemu... ” girang Ilona setelah ia berhasil menemukan titik terang alamat yang di maksud, dari salah satu warga yang ia tanya.
“Dimana?? ” sahut Belmond ketika sudah berada tepat di belakang Ilona.
“Disana ” ucap Ilona sembari menunjuk gang sempit yang hanya bisa di lalui oleh para pejalan kaki.
“Di- sana” ucap Belmond tercekat, ia tidak terbiasa masuk ke perkampungan kumuh yang banyak lalat juga nyamuk tidak lupa sampah busuk berserakan dimana - mana.
“Yaps...” dengan riang gembira Ilona menarik tangan Belmond menuju ke dalam gang sempit.
Bau busuk menyengat di indra penciuman Belmond, tapi Ilona sepertinya ia sudah terbiasa.
Belmond yang tidak tahan pun muntah.
__ADS_1
“Huekk - huekk”
“Kau kenapa lagi.??” tanya Ilona sembari memijat tengkuk Belmond.
Bukannya menjawab tetapi Belmond malah pingsan.
“Brukk”
“Eh - eh - eh, kok tidur??, belum malam loh” ucap Ilona karena Belmond yang tiba - tiba tidur alias pingsan. Tetapi itulah Ilona ketika melihat tawanannya pingsan ia mengira jika tidur, oleh karena itu Ilona semakin bersemangat ketika menyiksanya tanpa ada perlawanan.
“Menyusahkan Cihh” desis Ilona sembari meludah ke sembarang arah.
Ilona pun berinisiatif untuk menyeret tubuh Belmond yang pingsan itu kemudian ia seret ke teras salah satu rumah warga.
“Bentar kau di sini dulu, aku akan mengambilkan minyak kayu putih ” ucap Ilona kepada Belmond tetapi Belmond tidak menjawab apa pun.
Ilona pun berlari ke arah mobilnya di parkir.
“Dor...” bunyi nyaring terdengar jelas di siang hari itu. Si pengendara motor oleng agak ke samping tetapi pengendara motor itu berhasil tidak jadi menabrak kakek itu.
Ilona pun menghampiri kakek yang sudah ketakutan itu, memapah nya kemudian ia dudukan di salah satu kursi.
“Kakek tidak apa - apa?” tanya Ilona sembari meneliti setiap bagian kakek itu.
“Tidak” jawab kakek itu kemudian kakek itu pamit untuk pulang kerumah.
Setelah mengambil satu botol air mineral dan minyak kayu putih Ilona pun menghampiri Belmond yang masih terlelap pingsan.
__ADS_1
Tiba - tiba jari - jari Belmond bergerak menandakan jika ia akan segera sadar.
Benar saja Belmond perlahan - lahan membuka matanya.
Ilona pun memberikan sebotol air mineral yang sudah Ia buka segelnya kepada Belmond kemudian Belmond pun menerima air itu dan meminumnya hingga tandas tak tersisa.
“Kalau kau masih pusing, lebih baik kau di mobil saja biar aku yang melanjutkan perjalanan ” tawar Ilona tetapi di tolak mentah - mentah oleh Belmond.
“Tidak.... pokoknya aku ikut ” Ucap Belmond final.
Ilona menghela nafasnya kasar. “Dasar keras kepala ” gerutu Ilona.
Mereka berdua pun melanjutkan perjalanannya hingga sampailah di sebuah rumah tua yang sudah reot bahkan bisa dibilang rumah itu sudah tidak layak untuk di huni.
Bersambung....
.
Trailer Next Episode :
“Tok - tok - tok”
Ilona mengetuk pintu rumah itu dengan sangat hati - hati, karena kayu di pintu itu sudah rapuh dimakan usia.
“Tok - tok - tok”
Karena tak kunjung dibuka akhirnya Belmond mengetuk pintu nya agak keras hingga terdengar suara..
__ADS_1
.
Budayakan tap like setelah membaca setiap Episode