Identitas Rahasia Sang Mafia

Identitas Rahasia Sang Mafia
Episode 8 Koruptor


__ADS_3

Disebuah perusahaan bernama "Delvisa Company" telah terjadi kehebohan akibat satu orang koruptor yang me ngorupsi dana gaji para karyawan bahkan uang yang ia korupsi mencapai 10 Milyar.


"Untuk apa uang sebanyak itu hah?" Tanya Ilona dengan raut wajah yang marah.


Sang koruptor itu hanya bisa diam membisu di tempat.


"Kau tau?, Aku tidak suka orang berkhianat" Ungkap Ilona sembari memutari sang koruptor itu dengan senyum semrik seperti sang psikopat.


"Saya tanya sekali lagi, Untuk apa uang itu hah?" Gertak Ilona membuat sang koruptor hanya bisa menundukkan kepalanya.


Tiba - tiba Lucifer datang dengan membawa Laptop di tangan kanan nya.


"Ilona, Uang yang ia korupsi ternyata hanya untuk dia foya - foya" Terang Lucifer seketika membuat Ilona membelalakkan matanya.


"Foya - foya?" Ucap Ilona dengan menggelengkan kepalanya.


"Huh..., ternyata kamu sudah capek hidup yah?" Ucap Ilona dengan senyum khas psikopat.


Senyuman itu membuat sang koruptor bergidik ngeri bahkan hanya menelan saliva nya saja ia tidak sanggup.


"Lucifer, Bawa dia ke tempat biasa!!" Suruh Ilona kepada Lucifer dan tanpa banyak bertanya Lucifer pun membekap mulut Koruptor itu dengan sapu tangan yang sudah di beri obat tidur.


Setelah koruptor itu pingsan barulah Lucifer menyuruh anak buahnya untuk membawa Sang Koruptor ke ruang Eksekusi yang ada di markas Devil Dark.


.


.

__ADS_1


Di markas Devil Dark tepatnya di ruang eksekusi.....


Seorang Wanita berusia 35 tahun tengah terikat pingsan di sebuah kursi yang mana kaki dan tangan nya di rantai sehingga membuat ia tidak bisa lari kemana - mana.


Tap - tap - tap...


Terdengar suara langkah kaki mulai mendekat.


Ceklek....


Pintu ruang eksekusi itu di buka oleh Wanita berusia 25 tahun yang tidak lain bernama Ilona Delvisa Anumarta dan jika di markas Devil Dark ia bernama Queen Ilona.


Dengan tidak punya rasa kasihan sedikit pun. Queen Isabel berjalan maju ke arah koruptor itu. Yaps orang yang tengah di ikat tadi adalah koruptor di perusahaan Delvisa Company.


Diambilnya se ember air dan "Byur..." Ilona mengguyur koruptor itu dengan air yang tadi ia ambil.


"Aku dimana ini?" Tanya sang koruptor kepada Queen Isabel yang masih mengenakan jubah warna hitam dan topeng yang selalu ada di mukanya ketika Ilona menjadi mafia.


Bukannya menjawab tetapi Ilona tertawa dengan sangat menakutkan.


"Hahahahahahah... Dimana?, Hey... Welcome sekarang kamu ada di neraka..." Ucap Queen Isabel kemudian ia melihat yang ada di ruangan itu hanya dirinya dan sang koruptor.


Queen Isabel membuka topeng nya dan alangkah kaget nya sang koruptor itu mengetahui bahwa yang di depannya sekarang adalah Nona Ilona atasannya yang sempat ia kira bodoh dan mudah di kelabui karena tidak pernah kasar kepada orang lain.


"No-na" Ucap Koruptor itu dengan nada tercekat.


"Iya, kenapa hah?... Baru tahu kamu siapa atasan mu yang sebenarnya??" Ucap Queen Isabel dengan dingin kemudian ia memakai kembali topeng nya.

__ADS_1


"Yasudah dari pada kau masih bingung - bingung lebih baik, biar aku jelaskan siapa itu Ilona atasan mu yang sempat kau kira bodoh!!" Bentak Queen Isabel kemudian ia memutari sang koruptor itu lalu Queen Isabel berhenti tepat di hadapan Sang Koruptor itu sembari mencengkram dagu sang Koruptor.


"Dia orang yang kau kira bodoh dan mudah di kelabui ternyata dia Ketua atau Leader di klan Mafia Devil Dark!, tau kan itu klan Mafia terbesar, terkuat, dan yang paling menakutkan di Eropa. Dan Kamu... adalah orang yang berani berurusan dengan QUEEN ISABEL" Ucap Queen Isabel dengan semakin mencengkram kuat dagu sang Koruptor.


"Kau pernah dengar kan rumor jika orang yang mengusik ataupun orang yang berani berurusan dengan Ketua Klan Devil Dark akan tinggal nama" Ucap Queen Isabel sembari menatap tajam Sang Koruptor.


Memang benar siapa pun orang yang berani mengusik ataupun orang yang berani berurusan dengan Queen Isabel pasti akan tinggal nama alias mati.


Glek...


Koruptor itu kesusahan ketika menelan saliva nya sendiri.


.


Bersambung......


.


Trailer Next Episode :


"Antar aku sekarang aku sudah tidak kuat...." Pinta sang koruptor memelas.


"Tidak semudah itu Hahahahah" Tawa Queen Isabel menggema di ruang eksekusi itu melihat tawanan nya kesakitan adalah sesuatu yang sangat berharga sebelum tawanan nya mati.


.


Budayakan tap ❤ like setelah membaca setiap Episode....

__ADS_1


__ADS_2