Identitas Rahasia Sang Mafia

Identitas Rahasia Sang Mafia
Episode 6 Siapakah Orang yang Meneror?


__ADS_3

Hari ini Ilona akan berangkat meeting di cafe yang katanya lagi Hits di Eropa hari itu.


Klien Ilona hari ini adalah orang berdarah Amerika. Berusia sekitar 35 tahun, belum menikah, masih lajang, kaya, dan tampan.


Sembari mempelajari materi meeting hari ini Ilona pandangannya tak lepas dari layar laptop yang sedang dipangku nya. Karena ia berada di mobil dengan sopir pribadi yang tentu sudah mengenal Ilona dari kecil.


"Pak!!! Berhenti!!!" Ucap Ilona meneriaki sang sopir yang masih fokus mengemudikan mobilnya.


Pak sopir pun lantas menginjak pedal rem.


"Citt.."


"Ada apa Non?" Tanya sang sopir sembari menoleh kebelakang.


"Aduhh pak!!, Flashdisk saya yang satu ketinggalan di mansion, itu penting sekali buat meeting hari ini, Puter balik ya Pak!" Ucap Ilona kemudian mobil yang di kendarai Ilona putar balik menuju mansion.


Ditengah perjalanan tiba - tiba saja terdengar suara tembakan dari arah depan.


"Dorr...."


Mobil yang dikendarai Ilona dan Pak sopir oleng ke kanan. Karena tembakan tadi tepat mengenai ban mobil itu.


Dengan sigap Ilona sudah beralih di kursi pengemudi Sedangkan Pak Sopir sudah berada di samping kursi pengemudi.


Dengan sekuat tenaga Ilona mencoba untuk tetap tidak oleng mobilnya.


Cit...


Mobil Ilona sudah terparkir rapi di ujung jalan.


"Sial..., Siapa yang siang - siang bolong main tembak - tembak di tempat umum" Gerutu Ilona sembari keluar dari mobil dengan tangan memegang sebuah senjata api yang biasa disebut pistol.


"Pak!!, Bapak pulang saja pakai taksi. Biar mobilnya saya yang urus" Ucap Ilona kepada Pak Sopir dan tanpa bertanya lagi, si sopir itu sudah memesan taksi.


Setelah hilangnya pak sopir dari hadapan Ilona. Ilona pun mengecek ban mobil yang tadi sempat di tembak oleh seseorang.


Setelah cukup lama mengeceknya Ilona sudah bisa menyimpulkan jika yang menembak mobilnya tadi adalah seseorang yang sama dengan orang yang menerornya 1 bulan ini. Sedangkan teka - teki siapa yang menerornya pun belum diketahui.


Peluru yang bersarang di dalam ban mobil itu mempunyai logo harimau hitam.


Ilona lantas mengambil peluru yang bersarang di ban mobilnya menggunakan sapu tangan. Setelah selesai mengambilnya dan menyimpannya di dalam plastik khusus peluru. Ilona pun menelfon tangan kanannya yaitu Lucifer untuk menjemputnya.


Sedangkan di sebuah Club yang bernama "Club Star"

__ADS_1


"Drt - drt - drt"


Deringan nyaring handphone milik Lucifer menggema di salah satu kamar yang ada di Club itu.


Lucifer meregang kan otot - ototnya usai melakukan hubungan intim dengan salah satu Wanita malam terbaik di Club ini.


Jangan heran dengan salah satu kebiasaan buruk bocah 17 tahun itu. Ia memang sering bergonta - ganti Wanita setiap hari tapi hanya untuk memuaskan hasratnya.


Dengan secepat kilat Lucifer menyambar Handphonenya yang ada di atas nakas samping tempat tidur. Tanpa melihat siapa orang yang menelfonnya, Lucifer pun memencet tombol warna hijau. Panggilan pun terhubung.


^^^Lucifer : "Hallo" (Ucap Lucifer dengan nada khas bangun tidur)^^^


📞 : "Heyy, bangun Lucifer!!!" (Sentak Ilona di ujung telefon)


(Setelah mendengar nada yang kurang mengenakan indra pendengaran nya Lucifer pun melihat layar handphone nya, betapa kaget nya yang menelfon adalah Ilona. Dan setelah melihat layar paling atas Handphonenya mata Lucifer seakan melotot. Bagaimana bisa ia baru bangun jam 1 siang)


^^^Lucifer : "Eh- Ilona!" (Sapa Lucifer di telfon nya)^^^


📞 : "Hmm.. Jemput saya di ujung jalan" (ucap Ilona dan kemudian Ilona mematikan telfon nya secara sepihak)


Tut - tut - tut.....


Lucifer menatap layar handphone nya ketika panggilan dimatikan.


Kemudian ia mengambil kunci mobilnya.


Lucifer pun berjalan ke depan nakas untuk mengambil handphone dan dompetnya kemudian ia masukkan ke saku celananya.


Setelah melihat - lihat tidak ada yang ketinggalan Lucifer lantas berjalan turun ke lantai 1. Karena memang Club Star memiliki 5 lantai.


Baru saja Lucifer sampai di lantai 1. Tiba - tiba Seorang Wanita Malam yang seharusnya keluar malam eh- malah bergelanyutan manja di lengan kekar Lucifer. Padahal siang - siang bolong.


Lucifer lantas menepis tangan si wanita itu dari lengannya, sampai terlepas.


Lucifer berlari keluar dari Club itu menuju mobil nya yang sudah terparkir di depan Lobby Club.


"Ini Tuan Mobilnya" Ucap salah satu penjaga parkiran itu.


"Hm.." Hanya dehem man dan 1 lembar uang bernilai Rp. 100.000 yang di dapat penjaga parkiran itu. Tapi itu sudah membuat si penjaga parkiran bahagia.


Selepas menginjak pedal gas Lucifer mengendarai mobilnya dengan secepat kilat menyelip setiap kendaraan yang di lalui nya.


Lucifer pun sudah sampai di ujung jalan yang di maksud Ilona.

__ADS_1


"Ilona!!" Panggil Lucifer sembari keluar dari mobilnya.


Ilona pun menoleh ke asal suara dilihatnya Lucifer yang tengah berjalan ke arah nya.


"Lama" Ucap Ilona dengan dingin.


Lucifer tidak mengindahkan perkataan Ilona, fokusnya sekarang pada mobil milik Ilona yang sudah bocor akibat di tembak.


"Tau yang menembak siapa?" Tanya Lucifer to the point.


"Orang yang sama dengan orang yang meneror ku satu bulan belakangan ini" Sahut Ilona.


.


.


Bersambung........


.


Trailer Next Episode :


Ilona dan Lucifer sudah sampai di Cafe tempat ia akan melakukan meeting siang ini.


Mereka berdua pun segera mencari tempat yang sudah di booking untuk meeting hari ini.


Setelah menemukannya mereka berdua duduk ber sampingan.


Tidak menunggu waktu lama seorang pria berusia 35 tahun datang dengan menenteng tas kerja miliknya.


.


.


Beri Kopi untuk Ilona.....


Beri bunga untuk Tokoh Belmond yang sebentar lagi akan berdialog....


Ramaikan komentar......


Budayakan selalu tap ❤ like setelah membaca setiap Episode...


See you next episode

__ADS_1


__ADS_2