
ย
Gedung\-gedung yg berdiri kokoh nan megah terlihat Dengan jelas dari apartemen ku, hawa malam yg dingin terbiasa ku lewati sekarang, namun ada secercah kebahagiaan yg kurasakan di dalam hatiku,.
ย
entah dari mana perasaan bahagia itu datang,.malam itu aku memutuskan untuk memainkan piano yg suda lama tidak kumainkan,
dan segelas wine beserta botolnya tertata rapih di atas piano ku.
aku menikmati segelas wine dan sembari jemariku memainkan not-not dengan lantunan irama yg menyayat hati,sekilas bayang-bayang selen melintas di pikiranku.
namun rasanya sudah tidak sesakit dulu.
satu minggu, setelah adinka gadis berwajah teduh dan bermata sayu itu masuk dalam kehidupan ku, aku merasa ada sebuah kehidupan baru yg lahir.
padahal aku benar-benar tidak kenal mendalam dengan nya, tetapi jiwaku seakan mengatakan bahwa ada kebahagiaan saat aku bersamanya.
Aku masih terjebak di dalam lamunanku yg begitu dalam di tengah dinginnya malam,
tiba2 aku dikagetkan dengan sebuah pesan yg masuk ke handphone ku,
'' selamat malam, Prof.Aras.
besok pagi jangan beli coffe cup lagi ya, aku akan membuatkan coffe ala Indonesia untuk profesor, Semoga suka''.
Aku terkesima membaca pesan singkat itu, rasanya bibirku yg tadinya membeku kini merekah dengan senyuman lebar yg terus saja mengembang .
aku rasanya ingin melompat-lompat seperti anak kecil yg baru mendapatkan mainan baru dari orang tuanya.
''Ok,.. pastikan coffe ala Indonesia buatan mu enak, kalau tidak aku akan menambah tugas2 mu .
aku tidak menambah emoticon apappun, sebab wajahku sekarang merah padam,.malu dan ada perasaan aneh yg membuatku sangat bahagia walaupun hanya pesan singkat.
''oke prof,.๐๐ค _Adinka.
ย
Malam sudah menunjukkan pukul setengah 2,. namun mataku yg biasanya tajam ini tiba\-tiba saja beralih sendu,
ย
sulit sekali memejamkanya,
semua pikiran ku terbayangkan wajah adinka si pemilik wajah teduh itu.
Aku kembali mengingat bagaimana pertemuan pertama kami.
tabrakan yg membuat ku senang.
sekilas senyuman ku kembali terbit saat bagaimana dia begitu kebingungan saat mengetahui bahwa yg di tabrak nya adalah dosen tutor master nya.
''Hmmmm...bukankah aku terlihat seperti orang gila sekarang, yg tersenyum sendiri , gumamnya.
aku mencoba memiringkan posisi tubuhku agar aku bisa tidur,
namun mata ku belum juga mau terpejam.
Tatapan matanya di kala itu seakan menjebakku dalam hayalan yg menyiksaku,.
Ah..aku tidak bisa berhenti memikirkannya.
Aku sudah tidak sabar rasanya untuk segera pagi, ingin ke ruang reset ku dan menemuinya,
ingin merasakan bagaimana coffe ala Indonesia buatan adinka, gadis berwajah teduh yg sudah menyihirku.
Aku tidak tau jam berapa mata ku berhasil terpejam,
sesaat ketika aku bangun, jam dinding kamar ku sudah menunjukkan jam 6 pagi,
aku segara bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi.
agar aku bisa bertemu dengan gadis berwajah teduh itu.
๐ผ๐ผ๐ผ
ย
__ADS_1
Pagi itu adinka sudah rapih dengan rok panjang berwarna hitam, dan kemeja berwarna maroon dengan hijab berwarna senada,.
ย
''Dia sedang membuat racikan bubuk coffe, yg akan dibawa nya ke kampus.
dia akan membuat coffe ala Indonesia untuk prof.Aras harini.
Bubuk coffe itu dimasukkan nya kedalam toples kecil, dan beberapa gula batu.
''sempurna ...ucapnya.
Adinka segera turun menuju parkiran sepeda nya, karena waktu sudah menunjukkan pukul 07.00, Walaupun kelas atau reset di lakukan jam 08.00, dia tidak ingin terlambat sampai kesana.
karena terlebih dulu dia ingin menyuguhkan coffe ala Indonesia di atas meja prof .Aras.
Memang sudah seminggu ini, sejak dia bergabung dengan reset Prof.Aras memperlakukan dinka dengan baik sekali,
jadi tidak salahnya membalas nya dengan satu gelas coffe ala indonesia.
Prof.Aras ternyata tidak seperti apa yang orang katakan.
dia tidak sekeras dan dingin seperti kabar yg dia ketahui dari beberapa mahasiswa lain.
malahan satu Minggu kemarin dia sering berdiskusi secara intens dengan prof.yg ketampanan nya tidak bisa di elakkan.
ย
''Setelah sampai di ruangan resetnya, adinka meletakkan tasnya terlebih dahulu,
ย
di dalam ruangan itu tidak ada satu orangpun.
karena memang masih jam 7 pagi.
Setelah meletakan tasnya, dinka segera ke pentri, disana sudah ada barang-barang yg dia perlukan untuk menyeduh coffe ala Indonesia nya, Di ambilnya satu buah gelas dan piringan kecil , di masukannya 2 sendok kecil bubuk coffe dan 2 gula batu yg berbentuk dadu itu ke dalam gelas,
kemudian di tekannya despenser untuk air panas,,
''sudah siapa gumamnya,''
Dinka bermaksud meletakkan coffe itu di atas meja prof aras sebelum dia datang,...
biasanya Prof Aras akan datang setengah jam sebelum kelas di mulai.
Dinka berjalan meneju ruangan Prof aras dengan seulas senyuman kecil.
''kenapa aku merasa deg-degan ya cuma mau mengantar kan coffe ini gumamnya.''
Tanpa mengetuk pintu,, Dinka langsung membuka ruangan tempat dimana Professor nya itu berada ,
Kreekk.........
pintu dibukanya perlahan,.Namun Dengan sangat terkejut nya adinka,.
ternyata di meja itu sudah ada seseorang yg tak lain adalah prof.Aras.
''S,,,...se.. selamat pagi Prof, ucapnya gugup dan terkejut.
Karena seharusnya prof nya itu datang 10 menit lagi , menurut perkiraan nya,
tapi aras sudah duduk di mejanya dengan di tangannya sudah memegang bolpoin untuk memeriksa paper yg tertumpuk rapi.
''selamat pagi adinka, balasnya dengan wajah tampan dan sedikit senyum tipis menghiasi.
''prof , maafkan saya karena tidak mengetuk pintunya terlebih dahulu.
saya kira Professor belum datang ''.
''tidak apa-apa , saya datang pagi karena saya ingin memeriksa beberapa paper ini , katanya menunjukkan kertas yg tersusun rapi di depannya.
Kalimat klise yg di ucapkan nya,,kepada adinka.
padahal dia sendiri sudah tidak sabar untuk bertemu lagi dengan mahasiswi nya yg berwajah teduh itu.
'' Ini Prof coffe ala Indonesia yg saya janjikan kemarin malam, ucap adinka semakin memajukan langkah kakinya menuju meja prof aras.
__ADS_1
'' baiklah, letakan di sini, saya akan meminumnya selagi masih hangat.''
ย
Adinka bermaksud meninggalkan ruangan prof gateng itu, tapi dengan cepat langkahnya tertahan dengan sebuah suara.
ย
'' Mau kemana?
bukankah kelas akan dimulai 35 menit lagi.
Langkah kaki adinka terhenti,
'' Iya prof,
tapi saya sudah memenuhi janji saya untuk membuat kan coffe ala Indonesia , jadi saya akan kembali keruang reset.
'' Duduk lah sebentar disini, Aku akan langsung menilai coffe ala Indonesia mu ini,, jawaban aras dengan penuh kelembutan,
membuat jantung adinka merasa gugup.
'' Baiklah prof , ucap nya .,'
ย
Aras segera meminum coffe ala Indonesia itu,. kemudian setelah meminum nya tatapan matanya kembali ke arah adinka.
ย
'' Coffe ala Indonesia buatan mu memang sangat enak ucap nya dengan di iringi seulas senyuman.
'' kalau kamu tidak keberatan, maukah membuat setiap hari coffe ala Indonesia ini untukku?
''Dengan sedikit tidak percaya, adinka mengangkat wajahnya untuk melihat wajah prof aras yg ganteng itu, apakah dia sedang bercanda atau serius?
''Cesss...Mata mereka kembali bertemu,, adinka sudah mulai terbiasa untuk bertatap mata dengan profesornya itu tapi tidak telalu lama, Karena sangat tidak bagus untuk kesehatan jantungnya๐๐.
Setelah melihat wajah professornya, yg tidak ada raut bercanda itu adinka mengiyakan bahwa akan membuatkan nya coffe ala Indonesia setiap hari .
ย
Suasana di ruangan itu kembali senyap,, setelah jawaban dari adinka tadi.
ย
Dari dalam ruangan terlihat emre dan serkan sudah berjalan menuju ruang reset,.
ternyata jam sudah berputar lama,
sebentar lagi kelas akan di mulai,.
''Prof,.. sebaiknya saya pamit terlebih dahulu ke ruangan reset,,
Emre dan Serkan juga sudah datang''
'' Baiklah,.. terimakasih untuk coffe ala Indonesia mu pagi ini, jawabnya lagi-lagi dengan senyuman manis mematikan, membuat adinka salah tingkah di buatnya '.
ย
Aras bangun dari tempat duduknya, mengambil beberapa paper untuk kemudian memulai kelasnya di ruang reset,. yg sudah lengkap mahasiswa nya,
ย
๐ผ
๐ผ
๐ผ
๐ผ
Bersambung,,,
Mohon dukungan like dan berikan komentar positif untuk author,
votenya juga yaaaa๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐๐๐๐
__ADS_1