
Cahaya mentari di langit turki di pagi itu berkilauan , di ikuti dengan kicauan burung yg mulai keluar sarang mencari makan, hembusan angin aroma bunga bermekaran di musim ini begitu memanjakan indra penciuman, hawa segar seperti memberikan ketenangan dalam jiwa.
Pagi ini pukul 06.00 adalah hari Minggu, dimana semua aktivitas perkantoran dan perkuliahan diliburkan,
aku memutuskan untuk jalan-jalan pagi dengan sepeda ku berkeliling kota Turki kota kelahiran ku.
ku kayuh sepeda ku membelah jalan Turki,ke. arah barat, ku sisir jalan di tepian sungai kizilirmak dengan suguhan gedung-gedung tinggi berwarna broken white milik orang2 Turki, berdiri kokoh tertata rapi menghiasi kota turki.
Seminggu setelah kejadian di Blue lagoon beach, dan pembicaraan ku dengan adinka tempo lalu membuat hubungan kami kembali membaik, aku mengajar seperti biasa, dan adinka pun melakukan aktivitas nya seperti semula, tentu saja aku meminta kepada emre,serkan dan fika teman-teman adinka untuk merahasiakan kejadian di blue lagoon beach kemaren, untuk menjaga nama baikku dan nama baik adinka sendiri.
sekitar 10 menit aku mengayuh sepeda ,aku memutuskan duduk di sebuah bangku di pinggiran tepi sungai kizilirmak, air yg mengalir namun terlihat tenang dan kulihat orang-orang berjalan bersama pasangan mereka masing-masing sambil bergandengan tangan, kebanyakan dari mereka adalah pasangan paruh baya, namun tetap terlihat mesra , sungguh suatu impian bisa hidup rukun dan damai sebagai pasangan sampai tua .
" Maafkan saya Prof,, satu-satunya jalan untuk kita bersama adalah ketika prof mengislamkan diri".
Kata-kata adinka malam itu di blue lagoon beach terngiang di benakku,
rasanya ketika mengingat kata-katanya aku menjdi seseorang yg begitu hancur, begitu mendambanya namun tidak bisa memiliki nya seutuhnya,
" apakah aku harus melupakan rasa cinta ku ini kepadanya? atau aku akan terus memperjuangkan nya?.
rasanya begitu menyiksa batin ku,
pesonanya sudah membiusku begitu dalam, keteduhan wajah dan kesederhanaan nya membuat aku tidak bisa melepaskannya.
Tuhan...
bisakah kau buat aku amnesia saja? agar aku bisa melupakan adinka tanpa mengingat sedikit pun tentang nya?
ataukah aku harus memperjuangkan nya ?
mungkinkah aku bisa memiliki nya setelah aku mengenal Tuhannya?
aku akan berkorban besar agar bisa bersamanya.
sedalam inikah perasaan ku kepadanya hingga rasional ku hilang entah kemana?
__ADS_1
Tanpa sadar air mata ku lolos dari pelupuk mata ku, tanpa permisi dan memberikan aba-aba mengalir jatuh , " aku ini laki-laki dan aku menangis "
aku tergugu sambil mata ku yg basah menatap ke sembarang arah,.
" jika mencintai nya maka perjuangkan lah"
ada bisikan dari dalam diriku yg hadir memenuhi alam pikiran ku.
aku menarik nafas dalam sejenak hatiku berbicara "
****apa salahnya jika aku mempelajari islam , bukan kah aku sudah mulai mempercayai adanya Tuhan?kenapa tidak ku pelajari saja agama yg di percayai adinka?
keteduhan Wajahnya itu yg membius ku bisa jadi itu karena dia adalah wanita pengahamba yg taat kepada Tuhan nya.
ketenangannya dan kekuatan nya dalam menghadapi masalah apapun mungkin saja itu adalah pemberian Tuhannya.
hmm.. baiklah aku akan mencoba mempelajari agamanya****.
*******
Hari ini aku ke perpustakaan untuk mencari buku tentang agama islam,
ketika aku masuk dalam perpustakaan ,aku melihat wanita yg juga seperti adinka, menggunakan penutup kepala,
aku mengambil beberapa buku tentang agama islam, dan juga mencari lewat google apa-apa saja yg harus aku pelajari terlebih dulu sebelum memutuskan percaya kepada agama islam, namun dari buku dan google ada beberapa hal yg tidak aku mengerti, otak ku yg cerdas ini hilang kendali dan tidak bisa menjawab atas kebingungan-kebingungan ku.
kemudian aku memutuskan untuk mengunjungi mesjid yg ada di Turki, mungkin disana ada orang yg bisa menjawab semua pertanyaan yg ingin ku ketahui.
Keesokan harinya aku menggunakan sepeda kesebuah mesjid yg tak jauh dari kampus tempat aku mengajar.
10 menit aku sudah sampai di depan mesjid, tak banyak orang yg ada disana,
ku baca nama mesjid itu tertulis dengan bahasa turki ' Mesjid agung mardin'
aku melangkah kan kaki dengan yakin, saat kaki ku menginjak pelataran mesjid ku lihat ada sebuah kotak terbuat dari kaca kecil menggunakan gembok yg terkunci,di dalamnya ada sejumlah uang .
bertuliskan kotak amal dalam bahasa turki, kemudian aku memasukkan uang sejumlah 50 lira kedalam kotak itu.
setelah aku masuk kedalam masjid, aku melihat seorang laki-laki muda sedang merapikan alat-alat sholat mereka,
__ADS_1
kemudian aku bertanya kepadanya siapa orang yg bisa ku temui untuk menanyakan tentang islam,
" Hai..saya adalah Aras aydin, ucapku memperkenalkan diri. adakah seseorang yg bisa temui untuk menanyakan tentang agama islam ?
" Hai,,,,saya Alkan balasnya,.
oh.. baiklah tunggu sebentar, silahkan anda duduk disini saya akan panggil orang yg anda cari.
Alkan berlalu, kemudian datanglah seorang laki-laki berbadan tegap tinggi sekitar 178 cm, dengan menggunakan baju jubah terusan berwarna abu-abu, dan di menggunakan penutup kepala entah apa itu namanya.
" Merhaba,,ucapnya sambil menjabat tangaku hangat,
" saya adalah imam mehmet, imam mesjid ini
.
" perkenalkan saya adalah Aras aydin, salah satu dosen muda di fakultas Ankara, sambil tersenyum membalas jabat tangan beliau.
" Imam ,,,? jawab ku tertegun mendengar kata yg belum pernah ku dengar sebelumnya.
" Imam adalah pemimpin sholat ,
dalam agama Islam sholat. di lakukan lima kali sehari , jawab nya seperti mengetahui keinginan ku untuk mempelajari islam.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG......
*terimakasih kepada readers yg membaca novel ini ya,,,
__ADS_1
jangan lupa untuk likenya.itu sangat berharga bagi author lohhh .. rasanya seperti mendapat lotre hihiihi... semangat menulis author jadi 🔥🔥🔥🔥🔥 apa lagi kalau kalian VOTE..
🎉🥰*