ISALAMMU ADALAH MAHARKU

ISALAMMU ADALAH MAHARKU
Mualaf 1


__ADS_3

 


Aku memandang dua nama yg tertulis pada kertas putih yg diberikan oleh imam Mehmet kepada ku tempo lalu,


 


dua nama ini adalah orang yg baru masuk Islam, Mereka menyebut nya dengan mualaf.


aku mulai menyusun jadwal untuk bertemu dengan para mualaf ini,


yg pertama adalah Hasan degar . beliau adalah salah satu dosen kampus xx yg jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat ku mengajar, sekitar 25 menit aku sudah bisa sampai di sana,


kebetulan aku sudah mengirimkan email dan sebuah pesan singkat untuk bertemu.


pesan balasan yg ku terima dari hasan degar adalah, dia mau bertemu dengan ku pada hari kamis, besok lusa.


pertemuan dengan para mualaf ini sangat aku nantikan karena banyak sekali pertanyaan yg akan ku tanyakan pada mereka nanti saat bertemu.


**


Kamis 20 Oktober


Pagi ini aku sudah siap dengan setelan kemeja berwarna maroon dan celana abu2 tua dengan sepatu hitam ku yg terbalut di kaki ku dengan sempurna.


aku menggunakan mobil ku menuju kampus xx , jalanan pagi ini lumayan lengang karena masih tergolong pagi yaitu jam 07.45

__ADS_1


kebetulan aku tidak ada mata kuliah yg harus di ampu, jadi aku dapat langsung bertemu dengan Hasan degar.


25 menit perjalanan ku , kini aku sudah sampai di area kampus xx, gedung kampus berwarna hijau dan cream mendominasi seluruh mahasiswa yg terlihat mondar mandir saling berselisih menuju kelas mereka masing-masing.


setelah aku memarkirkan mobil ku, aku menuju lantai 3 kampus xx Dimana hasan degar berada, di dalam lift aku menekan tombol 3..


ting...tak lama pintu lift terbuka.


aku keluar dan mataku kini berkeliaran mencari ruangan no 307.


setelah Beberapa saat, akhirnya aku berhenti di sebuah pintu kayu berwarna coklat tua,


ku ketuk pintu perlahan.


terlihat jelas no 307 bertuliskan Prof.Hasan Degar di bagian atas pintu.


"Cekreeeekk......." pintu terbuka,


nampaklah seorang laki2 paru baya sekitar umur 40 tahun menggunakan jas hitam dengan celana hitam, tegas dan pandangan nya tajam menatap ku


" Selamat pagi Prof, sapaku sembari menyodorkan tangan ku,


sapaan ku di balas dan beliau pun menjabat tangan ku, kemudian menyuruh ku masuk ke dalam ruangan beliau,.


nuansa ruangan berwarna cream, ada lemari buku , satu meja kerja

__ADS_1


serta ruang tamu kecil yg menggunakan sofa coklat itu menghiasi ruangan.


" Silahkan duduk prof Aras,


anda adalah dosen termuda, dan saya senang sekali anda ingin belajar islam. kata-kata prof hasan yg masih lantang tetapi lembut terdengar bersahabat di telinga ku


aku tersenyum melihat beliau yg paruh baya namun masih mempunyai semangat tinggi dalam mengajar di kampus.


" Apakah anda sudah sarapan Prof Aras, tanya nya lagi?


" Belum prof, jawab ku santai,


saya sengaja datang pagi agar jalanan tidak macet, dan tidak menggangu jadwal prof Hasan mengajar..


" baikalah..


bagaimana kalau kita mengobrol di cafetaria kampus saja, bisa sekalian minum coffe,.


sebuah tawaran yg sulit sekali ku tolak.


" oke Prof , saya setuju.


 


Kami pun turun kelantai dasar kampus dengan menggunakan lift, menuju cafetaria kampus. setelah sampai kami mengambil kursi yg di pojokan agar lebih leluasa bercerita. sebelumnya kami memesan 2 gelas coffe dan cemilan untuk menemani obrolan kami.

__ADS_1


 


__ADS_2