
Langit Malam turki terlihat bertabur bintang dan separu wajah rembulan nampak malu\-malu menampakkan cahayanya ke permukaan bumi.
jika saja malam ini sebuah rasa bisa di ungkapkan mungkin ini adalah waktu yg sempurna untuk pernyataannya, namun seperti tembok yg kokoh jelas pembatas antara aras aydin dan adinka wiratama begitu kentara,
sebuah keyakinan tidak bisa di tukar dengan hal apapun di dunia ini,
bahkan cinta. sejatinya hati adalah mahkota jiwa bisa menjadi kokoh dan tegar seperti batu karang, dan bahkan bisa lembutnya dan gampang patah.
****
Setelah obrolan singkat ku dengan fika tadi sore tentang cinta, aku merasa harus mengurangi intensitas pertemuan ku dengan prof aras aydin,
untungnya masa orientasi ku selama 3 bulan sudah berakhir jadi untuk diskusi masalah riset aku bisa melakukanya dengan teman riset , serkan dan emre.
kalaupun kami bertiga kadang-kadang tidak bisa memecahkan masalah, aku harus berpikir keras dan mencari akal sendiri agar bisa memecahkannya, semua itu ku lakukan agar tidak sering bertemu dengan prof aras
Aku membuka email ku lewat komputer di ruangan riset , dan mengirim kan sebuah pesan kepada prof aras agar diskusi kami di lakukan by email saja,
karena memang beliau adalah dosen tutor S2 ku jadi aku akan terus berhubungan dengan prof aras sampai S2 ku selesai.
tidak berapa lama, email itu mendapat kan balasan, tidak di balas email melainkan lewat handphone, tring ✉️ sebuah pesan masuk.
ku raih handphone yg terletak di atas meja.
''Kenapa tiba2 mau diskusi lewat email?
kalau tidak datang ke kampus dan ke ruangan riset ,siapa yg membuat kan coffe ala Indonesia setiap pagi untuk ku😁.
Ternyata prof aras juga menikmati pelayanan kecil ku untuknya,
aku tersenyum sembari membalas di pesannya.
'' Maaf prof, ini soal kenyamanan, saya merasa nyaman saja kalau mengerjakan laporan di asrama, .
aku sebenarnya tidak enak dengan suasana yg menjadi rumit beginiini, karena aku harus menjaga perasaanku, sebelum terlalu dalam jatuh kedalam rasa yg tidak seharusnya.
' okay,,. no problem '
balas prof aras singkat,. Pesan itu mengakhiri pembahasan kami.
__ADS_1
Seiring berjalannya waktu, aku sudah satu setengah bulan mengerjakan laporan riset ku dari asrama dan mengirim nya ke pada prof aras setiap pekan.
aku ke ruangan riset hanya satu kali sepekan, karena pada setiap malam selasa kami rutin melakukan meeting untuk membahas masalah rumit yg tidak terpecahkan,
tentunya itu hal yg bagus untuk aku menjaga jarak dengan prof aras.
perkembangan laporan riset ku berjalan dengan lancar meskipun aku mengerjakan nya dari asrama,.
malam selasa aku melangkah kan kaki ku ke ruang riset untuk berhadir ke acara meeting kami. ku lihat ruangan ini tidak berubah sama sekali, meja dan komputer yg biasa ku pakai masih terletak di tempatnya tidak bergeser sedikitpun,hanya saja ku lihat wajah profesor aras sedikit muram, tidak bahagia seperti biasanya.tidak seperti dulu saat kami sering bertemu,
aku terdiam sejenak, menarik nafas ku dalam, ku hembuskan perlahan, seperti ada sesuatu yg mengganjal di dadaku,
ini adalah yg terbaik dinka lirihku dalam hati.
Satu bulan lebih ini aku sudah bisa mengendalikan perasaanku, aku tidak ingin terjebak kepada cinta yg salah, terlebih prof aras seorang atheis yg tidak percaya kepada tuhan.sedangkan aku, menjunjung tinggi nilai agama dan menyerahkan seluruh hidupku kepada sang pencipta ALLAH subhanahu wata'ala.
Meeting kami berjalan lancar,, prof aras membahas hasil dari laporan riset kami, aku sendiri mendapatkan nilai yg nyaris sempurna yaitu '93' . tentu saja prof aras sebagi tutorku merasa senang,. sedangkan emre dan serkan mendapatkan nilai yg tertinggi dari teman seangkatannya dengan nilai '96' ,itu kenapa aku tidak heran kalau setiap kali aku kesusahan mereka selalu bisa membantu ku, aku beruntung sekali bisa satu ruang riset dengan mereka .
jam sudah menunjukan pukul 22.00 berarti meeting sudah akan selesai,
emre dan serkan merapikan kabel Hdmi dan beberapa alat yg kami gunakan sewaktu meeting.
mereka berdua berjalan keluar untuk mengembalikan alat2 itu, hanya aku dan prof aras yg tertinggal di ruangan.
ketika aku ingin pamit terlebih dulu meninggalkan ruangan,
pertanyaan prof aras menghentikan langkahku,
'' mereka baik ,jawabku singkat.
' hampir 2 bulan ini kamu seperti menghindari saya, apakah ada yg salah dengan sikap saya?
sudah ku duga, pertanyaan pertamanya tadi cuma sekedar basa-basi untuk memulai pembicaraan . aku bingung harus menjawab apa,.?
tidak mungkin ku jawab karena ingin menghindari agar aku tidak memiliki rasa lebih kepadanya.
'' berubah bagaimana prof,?
' kamu seperti menghindari saya, di kelas dan juga di ruangan riset, saya sebenarnya ingin sekali mengajak mu berdiskusi ringan, tapi saya urungkan karena melihat perubahan mu ini,. kalau ada yg salah dengan saya mengajar ataupun kata2 saya yg kurang mengenakkan dan membuatmu tidak nyaman katakanlah,.
'' saya minta maaf prof, jika sikap saya kepada prof aras berubah, itu di karenakan saya hanya ingin menjaga kehormatan saya dan kehormatan prof aras. jawab ku singkat.
'' Maksudmu ??,
'' saya hanya tidak ingin nantinya jika saya terlalu sering bertemu dan berinteraksi dengan profesor akan ada hal yg terjadi di luar profesionalitas antara murid dan guru,
saya menghindari prof agar bisa menjaga kehormatan saya dan kehormatan professor juga, semoga prof aras mengerti dengan apa yg saya jelaskan.
__ADS_1
Aku mengambil tas ransel milikku tanpa melihat ekspresi wajah prof aras, semoga saja dia tidak marah atas jawaban ku,.
aku bergegas keluar ruangan dan sedkit berlari kecil di lorong kampus,
setiba di parkiran sepeda, aku langsung mengayuh nya dengan cepat agar sampai ke asrama.
tidak terasa air mataku mengalir begitu saja lolos dari kelopak mata bawah ku,semakin ku seka semakin deras air mata yg mengalir,
ketika sampai asrama, aku langsung mengambil pakaian ganti dan ke kamar mandi, ku ambil wudu,
'' bismillahirrahmanirrahim,, ku basuh muka, tangan , sebagian kepala, telinga dan kakiku, dan ku lafal kan bacaan seusai wudu,.
aku kembali ke dalam kamar asrama ku, segera ku gelar sajadah ku, ku dirikan sholat dan pada sujud terakhir ku lantunkan do'a .
'' ***
***Ya ROB ku yg maha sempurna,, ampunilah perasaan yg tidak semestinya ini, namun aku tidak ada pilihan lain selain menghapusnya, Rob bantulah aku agar tidak ada rasa kekesalan lagi di hati ini,
sempurna kan lah cintaku hanya kepadaMU wahai Rob ku yang maha sempurna,.
jika memang ini adalah takdir ku, aku ikhlas menjalani nya, namun ampunilah aku yg masih ada sedikit harap,
semoga engkau meberikan hidayah untuknya agar dia bisa merubah keyakinanya.menjadi seoarang muslim****.
Sholat ku sudah selesai, namun aku masih dalam posisi sujud dalam sembari menangis tanpa suara,. sesaat jiwaku merasa,
tenang seperti. di peluk oleh Rob ku,.
.
.
.
.
.
.
Semoga kalian selalu like, komen dan vote ya.
salam author😎😊😊
__ADS_1