
Aras, Ibunya dan juga Adinka terlihat berjalan keluar dari dalam kamar pasien menuju lobby Hospital,
mereka sudah di tunggu oleh pak sopir yg menunggu di depan hospital,.
setelah sampai di depan mobil, pak diby segera membukakan pintu mobil,
Aras duduk di depan di samping pak diby, sedangkan adinka dan ibunya duduk di barisan kedua, " langsung ke apartemen aras ya pak diby, ucap ibu Lunara
" baik nyonya, jawab pak diby.
mobil di lajukan dengan kecepatan sedang, melintas membelah jalanan Turki yg sedikit padat,
" nak adinka,, apakah kamu memiliki seorang kekasih?
tiba-tiba saja pertanyaan ibu prof aras mengagetkan ku, yg sedari tadi sedikit melamun dan hanya menatap keluar jendela,
" maaf bu, saya tidak menganut asas pacaran ,jawabku tenang,.dan saya juga belum berpikir untuk menikah, karena saya masih menempuh pendidikan s2 saya, "
" bagaimana kalau seseorang seperti profesor aras melamar mu dan ingin menikahi mu"??
" pertanyaan macam apa ini, rutuk ku dalam hati, eeh.. seperti yg saya bilang tadi, saya belum terpikir untuk menikah bu, karena tujuan saya disini adalah untuk mendapatkan gelar s2 saya, aku memaksakan senyum ku agar tidak menyinggung beliau" .
" Aydin,, kamu dengar sendiri nak, dinka akan menikah setelah S2 nya selesai,
mungkin kamu bisa menunggu nya atau kamu bisa meluluskan nya lebih dulu ".
__ADS_1
sambil tersenyum lunara menepuk pundak anaknya dari belakang barisan kursi mobil yg di duduki aras.
" ibu seperti nya memberikan aku ide yg bagus, terimakasih ya bu, balasku dengan senyuman yg penuh arti,..
kulihat adinka dari spion, aku ingin melihat bagaimana ekspresi wajahnya, ternyata dia cuma menunduk.
Setelah sampai di parkiran apartemen, adinka terlebih dulu pamit, dia pamit kepada lunara dan mencium tangan nya,
lunara kaget, Karena adat Indonesia untuk menghormati orang tua ternyata seperti itu, lunara tersenyum melihat perlakuan dinka kepadanya.
setelah berpamitan aku langsung menuju asramaku, setidaknya aku sudah terbebas dari pertanyaan 2 aneh itu, gumamku,
ku lihat hampir pukul 12 siang, sebaiknya aku memasak kedapur asrama dulu untuk makan siang ku,
***
Ibu mengantarkan aku ke kamar, setelah aku berbaring di atas tempat tidur, ibu kembali menyelimuti tubuh ku, walaupun aku sudah keluar dari hospital , aku harus masih banyak istirahat agar cepat pulih,
" Bu...panggil ku, beliau yg tadi hendak beranjak ke luar dari kamar ku, kemudian berbalik dan menduduki sisi tempat tidur agar lebih dekat dengan ku" .
" Ada apa aydin??
kamu mau membicarakan seseuatu kepada ibu,?
" apakah ibu setuju kalau aku melamar adinka? aku memebuat sebuah rencana akan melamar nya dalam waktu dekat, "
__ADS_1
" Ibu selalu mendukung atas semua keputusan mu nak, asalkan kamu bahagia bersama adinka, apa alasan ibu tidak merestui kalian?
bukankah ibu dan ayah sudah menyuruh mu menikah semenjak dari usia mu yg ke 25?
" Terimakasih bu, ibu memang ibu yg terbaik di seluruh dunia ini, ucapan ku membuat ibu ku tersenyum , aku menggenggam tangan ibu ku dan terus berterima kasih.
" Sekarang istirahat lah, agar kamu cepat sembuh ".
Aku menyusun rencana untuk melamar nya saat liburan musim semi Minggu depan, aku akan membawa anak2 riset untuk liburan ke sebuah danau yg indah terletak di kota X, Aku yakin momen ini tidak akan terlupakan untuknya, aku menyusun rencana dengan sempurna, agar dia menjadi yg paling special.
.
.
.
.
Apakah lamaran aras akan di terima adinka, atau aras akan patah hati?
.
.
.
__ADS_1
bersamung,
jangan lupa untuk like, komentar positif dan vote ya buat author,❤️