
Happy reading,,,
maaf ya author lama gk update karena author juga memiliki dunia kerja🥺🥺 dan sibuk , jadi lama gk update, tapi jangan bosan ya buat baca ,dan jangan lupa tinggalkan like dan vote
kalian biar author inget kalau kalian suka karya author❤️❤️❤️❤️
terimakasih.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Langit turki pagi ini terlihat mendung, rintik terlihat jelas membasahi jalanan, cuaca yg tidak mendukung sebenarnya,pukul 06.00 aku masih belum beranjak dari tempat tidur yg begitu nyaman di cuaca yg dingin,
setelah pertemuan diskusi di ruang riset kemarin bersama adinka, serkan dan emre,
akhirnya masalah terselesaikan dan mereka bisa melanjutkan penelitiannya lagi.
aku masih nyaman di bawah selimut putih tebal dan lembut ini, mata ku menerawang ke langit kamar ku yg bersih,
yaa aku memang seorang laki-laki yg menjaga kebersihan, selalu menyewa tukang bersih-bersih setiap 2 hari sekali.
jika saja hari ini aku tidak ada janji bertemu seseorang pasti aku akan melanjutkan tidurku. dengan sedikit rasa malas aku bangkit beranjak menuju kamar mandi .
aku membalutkan kemeja navy dengn jas hitam, dan celana kain yg pas di kaki jenjang ku, tak lupa sepatu hitam mengkilap menambah maskulin ku . aku melirik jam yang menempel di lwngan kiriku, sudah menunjukkan jam setengah 7 , dan rute perjalanan yg akan ku tempuh ke bursa sekitar kurang lebih tiga jam.
aku turun apartemen ku dan menuju parkiran mobil , kemudian dan duduk di belakang kemudi. aku melajukan mobil ku membelah jalan turki yg basah, ya gerimis menemani perjalanan ku menuju bursa.
tiga jam perjalanan ku berlalu tanpa ada hambatan, setibanya di sana aku menghubungi seseorang yg akan ku kutemui.
__ADS_1
" Tutt ....tutt ....suara handphone menyambung kan , '
" Iya hallo? prof Aras
dari seberang sana suara beliau menjawab ku.
" Hallo prof Altan, sapa ku dengan nada santai.
saya sudah sampai di depan rumah anda.
saya ada di halaman rumah anda prof tambahh ku lagi.
" Baiklah,, saya akan turun jawab prog Altan .
selamat datang di rumah ku nak,
ku balas jabatan tangannya yg hangat, sosok seorang bapak dengan umur yg sudah setengah abad, dengan warna rambut beliau yg sebagian sudah memutih, namun fostur tubuhnya masih tegap , tingginya hampir sama denganku.
" Mari masuk nak,. tak apakah kalau saya memanggil mu dengan sebutan begitu , ?
" Aku tersenyum, saya senang prof panggilan itu membuat pertemuan pertama kita seakan bukan yg pertama ucap ku,
beliau merangkul pundak ku dan kami masuk kerumahnya , rumah yg terdiri dua lantai, dengan warna cream dan coklat tua mendominasi, ada sofa di ruang tamu .dan banyak tanaman hijau dalam pot mengisi pojok ruangan,. sungguh rumah klasik bergaya modern .
" Duduk lah nak, pasti kau lelah kurang lebih tiga jam mengemudi .
" aku tersenyum dan kemudian mendudukan diriku di sofa. tak lama kemudian aku di suguhkan teh hangat dan beberapa cemilan.
__ADS_1
" Maaf jika saya lancang, apakah anda tinggal sendiri tanya ku , untuk membuka percakapan .
" Istri saya sudah meninggal 2 tahun yg lalu, sedangkan anak saya yg wanita sudah menikah dan tinggal bersama suaminya di Kairo, Anak laki-laki saya merupakan dosen sekaligus dekan di kampus bursa, dia sedang di kampus sekarang, dan saya hanya tinggal bersamanya, tutur prof Altan. Minum lah nak,. selagi teh nya hangat.
Beliau begitu lembut dan berwibawa, sesaat aku meminum teh hangat itu,
" Bagaimana pencarian mu terhadap agama islam nak? cerca beliau memberikan ku pertanyaan.
" Pemikiran saya tentang islam satu per satu mulai tercerahkan prof, saya semakin mantap mempelajari islam, meskipun banyak masih banyak pertimbangan yg ingin ku gali,.
saya pernah bermimpi aneh sehabis saya bertemu dengan seorang mualaf, dan mimpi itu sangat menggetarkan saya, saya merasa dorongan untuk mempelajari islam semakin bertambah. saya selalu meluangkan waktu untuk membaca ayat-ayat Al-Qur'an sejak satu bulan lalu, saya di berikan Al-Quran yg memakai bahasa turki, saya sudah membaca nya hampir setengah prof, jelas ku kepada beliau, beliau menetap ku lekat dengan tatapan yg penuh penghayatan mendengar setiap kisah ku.
sesaat aku diam, kemudian aku melanjutkan cerita ku,.
"Setelah saya membaca Alquran itu, tidak ada kata lain selain ketenangan yg saya dapat setiap mengamati ayat demi ayat,
Pertemuan ku dengan Prof Altan adalah referensi terakhir bagiku untuk mempertimbangkan apakah aku akan masuk Islam atau tidak.
dari informasi yg ku dapat, nama beliau ternyata sangat populer di kalangan para peneliti agama.
.
.
.🌺🌺🌺🌺🌺
Bersambung .
__ADS_1