ISALAMMU ADALAH MAHARKU

ISALAMMU ADALAH MAHARKU
mengutarakan 3


__ADS_3

🍁🍁🍁


Suusana di ruang tengah rumah Arya dan annisa masih serius, begitu juga dengan Dika yg masih menjadi pendengar setia cerita dari professor Aras. sesekali aras menjeda ceritanya dan menarik nafas menetralkan suasana hatinya yg begitu tak karuan, kebahagiaan dan kecemasan menggelayuti hatinya.


bahagia bisa berbicara langsung dengan kedua orang tua wanita pujaannya, dan cemas karena takut kedua orang tua dari adinka tidak bisa menerima niat baiknya.


"Lantas, kenapa sekarang kamu masih belum memberi tahu adinka kalau nak aras sudah berislam , pertanyaan annisa dengan tatapan mata yg masih berkaca-kaca." dia pasti tahu anaknya adinka juga memiliki perasaan yg sama seperti perasaan aras kepadanya.


Annisa jelas mengerti karena dia adalah ibu yg melahirkan Putri nya itu.


Aras menatap manik mata Arya dan manik mata Annisa bergantian dengan tatapan serius,


"Bu....pak ,. maksudnya saya datang ke Indonesia selain seminar di kampus SS saya juga ingin mengutarakan niat saya untuk melamar adinka kepada ibu dan bapak. saya tahu saya baru saja masuk Islam dan ilmu agama yg saya miliki sangat sedikit, tapi saya berjanji akan menjadi imam yg baik untuk adinka , saya akan terus memperdalam ilmu agama saya."


tangan aras kembali bergetar , dan degup jantung nya masih memburu, gugup dan resah dengan jawaban apa yg nanti akan di berikan kedua orang tua wanita pujaannya.


Annisa dan Arya kembali bersitatap dengan raut wajah yg tak terbaca, beberapa menit ruangan ini hening , membuat aras semakin takut kalau lamarannya di tolak .


Arya kemudian menepuk pundak aras,


"Nak aras, saya menghargai kejujuran kamu dan semua masa lalu kamu yg seorang atheis, saya tidak pernah memandang orang dari masa lalunya. saya berharap kamu adalah laki-laki yg bisa membimbing anak saya, jika adinka bahagia bersama kamu, bapak dan ibu ikhlas menerima lamaran kamu untuk adinka, " Annisa ikut memberikan anggukan kepala sebagai tanda persetujuan nya dengan pendapat Suaminya.


"Tentu saja , kami akan menerima dan merestui kamu nak aras, tambah annisa."

__ADS_1


mata aras berkaca-kaca seolah himpitan dan kegelisahannya selama belum mengungkapkan kini terbayar dengan jawaban dari arya dan annisa.


aras turun dari sofa dan berlutut mengambil tangan arya seraya mencium tangan laki-laki yg telah mendidik wanita pujaannya.


sontak arya yg mendapat perlakuan seperti itu kaget, seorang professor muda dari kampus Turki berlutut di hadapannya.


"Mas, ucapan Anissa membuyarkan lamunan arya, Apa anak orang kamu biarkan berjongkok dibawah terus? kemudian dia tertawa kecil.


"hah.. astagfirullah..


maafkan bapak , nak aras, seraya memegang bahu aras membimynya agar duduk lagi di sofa."


Aras tersenyum lega, "gk pp, pak sahutnya."


deg..


deg..


jantung aras yg tadi sudah damai kini bergejolak lagi, takut kalau tidak bisa mengabulkan Syarat dari orang tua wanita pujaannya.


"Sya... syarat apa pak?? kembali aras tergagap.


"Gampang, ucap arya.

__ADS_1


syarat nya nak aras harus meluluskan dulu S2 adinka , baru kalian bisa menikah lanjutnya.


awas aja kamu gk lulusin anak saya ya.


muka aras yg tadinya tegang kini telah lega,,


"oh..pak de ngancam Professor ni,. dengan title calon mertua, celetuk Dika menggoda .


hahaa...haha....


kemudian mereka semua tertawa.


Nah...nah.....


akhirnya arasa udah mengutarakan isi hatinya.


kalian kapan ni..


yg baca aja, tapi gk like..😏😏😏


ayolah,...views author banyak, tapi yg LIKE...LIKE..LIKEE...


sedikit sekaleeee.....

__ADS_1


__ADS_2