
Setelah kejadian mendebarkan itu aku telah resmi menjadi mualaf, Aku meyakini islam adalah agama yg paling benar . Aku berusaha menunaikan ibadah sholat lima waktu meskipun rasanya sungguh masih sulit, apa lagi sholat subuh yg waktunya tiba jam setengah 5 pagi , pada saat itu orang akan nyenyak - nyenyaknya tidur.
Adinka masih belum tau aku masuk Islam , aku akan memberi tahunya nanti pada saat yg tepat, akhir-akhir ini aku merasa sangat tenang dan dalam hati ku kini aku yakin Allah akan mempersatukan aku dan adinka. Aku menjalani aktivitas ku seperti biasa di kampus dan aku juga sering mengunjungi imamh Mehmet di mesjid agung Mardin untuk terus berusaha menyempurnakan keimanan ku.
aku banyak bertanya dan belajar dengan imam Mehmet.
πππ
Pagi ini semburat matahari Turki menembus tirai kamar ku, aku yg sudah bangun sejak jam 4 subuh kini mulai terbiasa dengan itu, aku memilih menghabiskan waktu dengan olahraga ataupun membaca buku sebelum waktunya ke kampus, Hari ini aku dan anak-6 yg lain ingin meeting membahas proyek kami di ruang riset.
pukul setengah 8 pagi aku sudah berjalan menuju ruang kerja ku, sebelum itu aku melihat terlebih dahulu apakah adinka sudah ada di ruang riset, namun sayangnya dia belum berada di sana, Rasanya aku sangat rindu dengan wajah teduh nya itu. Aku terpaksa kembali keruangan ku dan duduk di meja kerja ku memeriksa semua tugas-tugas mahasiswa ku. Aku fokus melihat ke aras kertas putih dengn tinta hitam , meneliti kata demi kata.
Tok...tokkk......
suara pintu membuyar kan fokus ku, ku tatap pintu itu.
" Masuk...ucapku".
Alangkah kagetnya aku ketika sebagian kepalanya mendongak ke dalam wajah teduh yg ku rindukan ternyata bathin ku.
" Selamat pagi prof, sapa ku kepada prof aras yang terlihat sudah serius bekerja, Apakah saya mengganggu anda tanya ku lagi?
" aku tersenyum , Masuklah
__ADS_1
ada apa sepagi ini hem?
" Saya hanya ingin menyapa dan berdiskusi , kalau prof tidak sibuk".
" anything for you adinka,
" saya sudah membuat judul thesis, sebentar lagi saya ujian, dan proposal judul thesis saya sudah saya tentukan lanjut ku, Aku mengeluarkan paper yg sudah di jilid rapi, menyerahkan kepada nya."
" Well....saya akan mempelajari proposal mu, Waktu berjalan begitu cepat ya, sebentar lagi kamu akan thesis dan mendapatkan gelar master mu"
" ya..semua juga berkat bantuan dan bimbingan mu prof, senyum manis"
" setelah kamu dapat gelar master mu, apa kamu tidak tertarik dapat gelar lain?
" misalnya nyonya Aydin civilim serunya, sambil terkekeh kecil,.
" Prof jangan bercanda lagi, dan jangan berikan harapan yg memang tidak mungkin terjadi, antara sedih dan kecewa menjadi satu sesaat setelah kata-kata yg dia ucapkan."
" hmm... sorry, tapi bukankah di dunia ini tidak ada yg tidak mungkin? mungkin saja suatu saat saya akan mendapatkan hidayah seperti yg kamu bicarakan tempo lalu, walaupun sesungguhnya saya sudah menjadi seorang mualaf sekarang bathin aras ."
" saya mendoakan mu prof, Saya pamit dulu kalau tidak ada yg di bicarakan lagi."
" Baiklah, kemudian dia tersenyum dan hilang di balik pintu." Sungguh aku tidak sabar sekali untuk melamar mu adinka, tapi tunggu lah sebentar lagi .
__ADS_1
ππ
Malam di langit turki, hawa dingin yg begitu menusuk membuat ku enggan pergi kemanapun, Apartemen adalah tempat yg paling nyaman saat ini, aku membuka paper yg adinka berikan ingin memeriksa nya.
baru sebentar suara bell apartemen ku berbunyi, siapa malam2 begini yg bertamu gumam ku sambil berjalan menuju pintu.
Cekreeekkkkk ....ku buka pintu, alangkah terkejutnya aku siapa yg datang berkunjung ke apartemen ku,
" Selin....??
" Haii honey.....i miss you so much, aku langt memeluknya erat mendekap dan menutup pintu apartemen nya .
π
π
Please LIKE dan Vote kalian ya ....
biar author semangat lanjutin novel iniπππ jujur author kurang semangat karena gk bnyak yg baca, mungkin tidak menarik ya,
maafkan author karena ini pengalaman pertama author menulis..
salam manis...β€οΈ
__ADS_1