
Gerimis di kala itu masih turun membasahi bumi, aku masih mantap dengan keyakinan ku untuk mempelajari islam .dan prof Altan adalah referensi terakhir sebagai penutup perjalanan ku menemui para mualaf sebagai bahan pertimbangan ku , apakah aku memilih Islam atau sebaliknya.
" Nak...kau tau?.
Beliau kembali membuka suara, sambil menatap ku dengan tatapan lembut seperti seorang ayah menatap anaknya.
" Ya prof, jawab ku ,
pertanda aku siap mendengarkan cerita nya.
" Setiap orang ataupun mahasiswa ku dulu sewaktu aku masih aktif mengajar ketika bimbingan , mereka selalu ku layani dengn baik, bahkan tak segan aku menyiapkan kamar untuk mereka bermalam jika mereka mahasiswa yg berasal dari tempat yg jauh.
aku bukan ingin pamer kebaikan dengan mu nak, hanya saja aku ingin memberi tahu bahwa Islam adalah agama yg sempurna.
" Mendengar prof Altan, aku hanya tersenyum memberi kan respon ku.
" Apa yg saya harus ceritakan kepada mu nak?
kamu masih sangat muda dan belum menikah .
" Belum prof, jawab ku sembari tersenyum mendengar pertanyaan beliau yg tepat sasaran
" jangan-jangan kamu mempelajari Islam karena bermaksud untuk menikah dengan wanita muslimah?
" Aku terkesiap mendengar perkataan beliau, tidak ad respon yg ku tunjukan, selain menundukkan wajah ku ,ada perasaan malu di sana .
" hmmm...saya yakin jika itu benar, pasti muslimah itu sangat mempesona, bagaimana tidak? melihat mu seorang yg muda ,ganteng dan pintar rela mempelajari Islam dan sampai datang ke Bursa dengan waktu yg tak sedikit, kata-katanya menggoda ku, beliau tersenyum setelah selesai berbicara,
sepertinya beliau sangat tau membuat suasana berdiskusi menjadi lebih akrab.
" Baiklah saya akan ceritakan perjalanan saya menjadi seorang muslim, "
__ADS_1
kemudian prof Altan mulai bercerita dengan terlebih dulu meminum teh hangat yg di tersaji di atas meja, ruang itu sunyi,
hanya ada kami berdua dan terlihat asisten rumah tangga yg sekilas lewat merapikan rumah.
" Saya adalah warga Scotlandia keturunan Turki, ibu saya berdarah turki dan ayah saya berdarah Scotlandia tuturnya .
ayah saya adalah seorang profesor di bidang electro di Scotlandia dan ibu hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa, keluarga saya bukan yg terbiasa menerapkan agama pada keluarga kami, hanya saja lebih kepada penanaman moral dan nilai, meski sebenarnya keluarga saya itu adalah keturunan yahudi.
saya pernah d kirim ke sekolah Yahudi agar bisa belajar banyak tentang agama Yahudi.namun tidak lama saya di sana, karena saya tidak nyaman di sana, alasannya sangat sederhana dan masih saya ingat yaitu karena saya terlalu banyak bertanya,
sesaat aku tersenyum ketika beliau menceritakan masa remaja beliau.
Sangat mirip dengan masa remaja ku (batin Aras).
" Saya tumbuh hingga umur 13 tahun tanpa latar agama, ketika suatu saat saya terpesona dengan sebuah karya Ailbert. sampai saat ini saya masih menghormati karya-karya nya , karena terkesan dengan karya itu saya akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang komunis.
Di usia yg sama , saya bertemu dengan seorang sahabat terdekat di sebuah sekolah internasional. dia berkebangsaan saudia dan seorang muslim. sahabat ku itu memberikan Al-Qur'an dan ingin saya membaca nya.
" Saya tidak mau kamu masuk neraka, ucap prof Altan menirukan gaya bicara sahabat kecilnya itu.
Beberapa tahun kemudian saya menjadi ragu dengan nilai-nilai komunis yg saya percayai, akhirnya saya gamang dan tidak memilih paham apapun.
" aku terus menatap beliau, dan sesekali meminum teh yg ada di atas meja."
beliau berhenti sesaat ketika melihat ku minum kemudian melanjutkan ceritanya lagi .
" Ada sebuah peristiwa yg akhirnya merubah pikiran saya selama ini,.
" Peristiwa apa Prof? tanyaku penasaran.
" Kematian kakek saya yg mendadak."
__ADS_1
" saya masih menikmati makan malam bersama beliau, ketika besok pagi pukul 8 saya di kabari beliau telah meninggal . usia saya saat itu 20 tahun ketika saya sedang menyelesaikan studi S-1 saya di Amerika.
tidak ada tanda-tanda kematian dari kakek saya. beliau sangat sehat namun entah kenapa beliau tiba-tiba mendadak meninggal.
"saya kemudian bergumul dengan beberapa pertanyaan bodoh.''
" Lalu dimana kakek sekarang setelah di ambil TUHAN??
kemana Kakek pergi?
kemana nanti ketika saya mati?
dan untuk apa kita di dunia ini?
pertanyaan bodoh itu terus berputar di kepala saya. sampai saat kakek saya di makamkan pertanyaan itu sama sekali tidak saya dapatkan jawabnya,.
🌺
🌺
🌺
🌺
🌺
🌺
***jangan lupa terus beri author semangat yaaaaa dengan like dan vote kalian.
itu sangat berarti🥺🥺
__ADS_1
untuk review sekarang berjalan sedikit lama jadi author akan lebih dahulu menulis agar saat upload epesode nya terus berjalan.
happy reading ceman2❤️❤️❤️***